
"Ma....?" Dafa menatap mama Sonya yang hanya diam saja.
"Maafkan mama melakukan ini. mama menikahkan mu dengan anak teman mama. Dan sebentar lagi dia akan datang. kamu bersiaplah." Mama Sonya langsung pergi naik keatas menuju kamarnya mendiamkan putranya yang hanya mengerutu kesal.
"Ini tidak boleh terjadi! aku tidak ingin menikah! aku maunya menikah dengan anak Tante Delia. Gea..." Senyuman smirk terukir keatas tetapi mengingat ia akan dinikahkan dengan wanita entah siapa ia tidak tahu menghilangkan senyuman itu dengan senyuman menyedihkan.
Kini beberapa anggota keluarga anggarayana sudah sampai dimansion algara. Mobil mewah Alphard putih itu ia diamkan diluar gerbang rumah, Dafa yang melihat itu dari balkon atas kamar nya hanya mengerutkan keningnya.
"Aku pernah melihat mobil itu. tapi dimana ya?" Gerutu Dafa mengingat sesuatu.
Sementara dibawah.
"Oh ya jeng apa sudah semuanya lengkap?" tanya mama Delia yang kini sudah berada diruang tamu disana hanya ada satu pendeta yang biasa orang di bayar untuk melangsungkan acara pernikahan.
(Author itu tidak tahu namanya apa.)
"sudah dong."
"terus suamimu dimana?? aku tidak pernah melihat nya." tanya mama Delia.
__ADS_1
"Maaf ya jeng, suamiku beberapa hari ini perusahaan yang ada di Singapura sedang ada masalah jadi suamiku masih mengurusinya." Ucap mama Sonya.
"Ya tidak apa-apa lain kali saja mungkin masih bisa bertemu."
"Dan suamiku kesini, seperti yang aku katakan. Suamiku menyetujui nya dan------"
"tidak usah dibahas lagi, aku panggil Dafa saja..."
"tunggu sebentar.."
"Aku pengen Dafa tidak tahu bahwa Gea yang akan dinikahi. jadi apa bisa Dafa tidak usah dulu melihat istri nya terdahulu." Ucap mama Delia yang mendapatkan tatapan tajam dari Gea.
••
Kini mobil berwarna hitam itu sudah berhenti tepat didepan resto Metha. Kali ini suasana resto itu agak berbeda, karena para pengunjung di sepulang terdahulu karena mama Nayra sudah memberitahukan pada manager resto itu akan datang dan memberitahukan rencananya sekarang. Itu sebabnya si manager telah mengosongkan agar tidak datang pengunjung dan memberitahukan ke beberapa pengawainya agar bersiap - siap bahwa pemilik resto akan datang.
(Metha itu singkatan dari nama putrinya Meyra dan anantha).
"Selamat pagi nyonya Nayra dan tuan anantha." Sapa manager Ratna yang berdiri paling depan.
__ADS_1
"Pagi Ratna. bagaimana keadaan Resto? pelanggan rame kan?" tanya mama Nayra.
"Nyonya tenang saja. resto disini masih terkenal dengan ramainya. tapi karena ini hari spesial jadi kami sudah memberesinya." Ucap Ratna.
"bagus."
"Ma sebenarnya kita mau ngapain kesini?" tanya Meyra yang tidak tahu apa - apa sedari tadi.
"Ayo duduk dulu nak. nanti kamu akan tahu.." Mama Nayra membawa putrinya ke meja yang sudah dihiasi dengan taplak meja bermotif bunga kesukaan Meyra.
"Ma sebenarnya ini ada apa sih??" tanya Meyra semakin penasaran.
Angga yang sedari tadi diam dan hanya melihat pemandangan itu hanya diam saja dan tidak tahu apa yang terjadi.
Mama Nayra tidak menjawab pertanyaan putri nya lagi dan menatap ke arah manager nya. Dan Ratna tahu arti tatapan itu segera mengisyaratkan kepada beberapa bawahan nya untuk melaksanakan tugas nya.
Dalam hitungan menit, sebuah kue besar dengan beberapa nasi tumpeng dan kado - kado yang memenuhi meja begitu banyak sekali membuat Meyra tidak berkedip.
"Selamat ulang tahun sayang! ini hari ulang tahunmu Mey."
__ADS_1