Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 66


__ADS_3

Emm...


Tengah malamnya.


Meyra membuka kedua matanya dengan perlahan, dan berguling kearah samping kiri.


Ada seseorang yang tertidur disamping nya.


Meyra mengucek kedua bola matanya, seperti nya ia sedang bermimpi.


"Aaaaaaaa!" teriaknya. Ini bukan mimpi ia mendapatkan Angga tidur disampingnya dan dengan cepat Meyra mengambil bantal guling dan memukul pria itu.


"Aduh Mey sakit. aw Mey." Pekik Angga. Ia kesakitan bahwa Meyra memukul kepalanya, apalagi dengan bantal guling nya yang begitu keras.


"Ngapain kamu tidur dikamar ku! cepat keluar lah!" Seru Meyra. Ia menatap Angga dengan tatapan begitu tajam.


Angga berdiri dari tempat tidurnya dan menatap Meyra seksama. Dan Meyra merasa ditatap seperti itu hanya terdiam dan ketakutan.


"Huh(Menghela nafas) aku harus bersabar. mungkin ini cobaan yang tuhan berikan kepada mu." Ucap Angga dalam hati.

__ADS_1


"Kenapa menatap ku seperti itu! cepat keluarlah!" teriak Meyra.


Angga melangkahkan kakinya dan mendekat kearah Meyra dan Meyra menyadari itu memundurkan langkahnya ketakutan.


"Apa yang ingin kau lakukan!" teriak Meyra.


Angga menghempaskan tubuh Meyra ketempat tidur bersamanya dengan kini posisi Angga diatas sedangkan Meyra dibawah. Mereka sama - sama saling menatap satu sama lain. Terlihat dari mata Meyra ia menatap mata itu seperti hari - hari sebelum nya saat ia belum masuk kerumah sakit. Ada tatapan begitu sayu disana.


"Kamu berbohong." tiba - tiba Angga melontarkan sebuah kata membuat Meyra mengerutkan keningnya tidak paham dengan kata Angga.


"aku berbohong?" tanya Meyra balik.


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti." Ucap Meyra.


"kamu hanya sekedar pura - pura amnesia aku tahu itu. aku melihat dari matamu bahwa ada kebohongan disana." Ucap Angga.


"Ihhhh kamu apaan sih! aku itu tidak mengenalmu kita baru beberapa hari bertemu jangan buat alasan!" Seru Meyra ia mendorong tubuh Angga menjauh dari nya dan Meyra berlari masuk kedalam kamar mandi dan tidak lupa mengunci pintu itu rapat- rapat.


Jantungnya seakan ingin loncat dari tempat nya, ia menyentuh dadanya serasa sesak. Sampai ia tidak menyadari ada buliran air mata yang jatuh dipelupuk matanya.

__ADS_1


"Ini air mata kenapa harus sampai jatuh segala sih." Ucap Meyra menghapus air matanya itu dari pelupuk mata nya.


"Aku harus kuat. Maaf Angga aku harus melakukan nya karena aku tidak ingin sedih terus akan kehilangan bayi ku." Ucap Meyra dalam hati.


Tok... tok....


ketukan pintu berbunyi dari luar membuat Meyra menghapus air matanya yang sudah mengalir sangat deras.


"Mey keluar lah." Ucap Angga. mengetuk pintu itu berkali - kali.


"tunggu sebentar!" teriak Meyra ia membuka pintu itu dan menundukkan kepalanya dengan menyembunyikan wajahnya dibalik rambut nya yang terurai ia pindahkan kedepan.


Angga menatap Meyra dengan mengerutkan keningnya dan tangannya menyibakkan rambut Meyra dan mengangkat dagu perempuan itu menyeimbangkan wajah Meyra untuk menatap wajah nya.


"Kamu habis menangis?" tanya Angga ia begitu kaget mendapati mata Meyra hampir sebab.


"Tidak. aku tidak menangis untuk apa aku menangis? lebih baik kamu keluarlah aku ingin tidur." Titah Meyra dengan mendorong tubuh Angga keluar dari kamar nya dan berhenti didepan pintu kamar nya.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2