Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 136


__ADS_3

Kini mereka duduk disana sembari menunggu pesanan mereka yang mereka pesan beberapa menit yang lalu.


"Kamu mengenal putriku Sonya ?" tanya mama Delia terkejut.


"Iya, dia wanita yang ku pernah tolong... dan....?" mama sonya begitu semakin terkejut menatap kearah perut Gea yang kini membesar.


"Ge, kamu sudah menikah ?" tanya mama Sonya.


"Belum aunty. Dan ini.... " Gea tidak bisa meneruskan perkataannya. Rasanya ia tidak bisa membendung air matanya lagi.


"Dan apa Mey ?" tanya mama Sonya penasaran.


Mama Delia mengelus bahu putrinya lembut, memberikan kenyamanan. Ia tahu putrinya itu sedang menahan rasa sedihnya.


"Ma, aunty. Gea ke toilet dulu." pamit Gea dan diberikan anggukan oleh mama Delia dan mama Sonya.


Sembari menunggu Gea kembali mereka mengobrol sedikit membicarakan tentang putri dan putra mereka.


Gea yang ada didalam kamar mandi, mengunci pintu nya dari dalam. Ia terduduk di kloset dengan air mata sudah mengalir begitu deras.


Ia mengusap perutnya yang membesar itu, "Maafkan ibu nak, ibu tidak bisa melakukan apapun." lirih Gea.


"Biarkan lah ibu yang mengurusmu jika sudah lahir, meski tanpa kehadiran seorang ayah." batin Gea.


Ia menuangkan rasa kesedihan hatinya didalam kamar mandi itu tanpa ia ketahui ada seseorang menguping nya. Setelah lima menit berlalu, Gea segera menghapus air matanya. Ia akan beranjak keluar kamar mandi dan dengan cepat ia keluar dari kamar mandi.


"Kamu mau kemana cantik ?" Ucap pria dihadapannya, yang tak lain Dafa.

__ADS_1


"Kau !" Pekik Gea, pupilnya membesar.


Pria itu melangkah mendekat ke arah Gea dengan tatapan matanya penuh gairah dan itu mampu membuat Gea ketakutan.


"Kau mau apa ? Jangan macam - macam !" Teriak Gea, ia sudah terpojok pada dinding kamar mandi sehingga pintu kamar mandi itu tertutup dengan rapat.


Ia sudah tidak bisa melarikan diri nya.


Dafa menarik sudut bibirnya keatas, 'smirk'. Dengan cepat, ia menyentuh dagu wanita itu dan menatap bibir pink Gea yang terlihat menggoda untuknya.


"Kau tahu aku telah lama menunggu mu, dan sekarang aku menemukanmu.." Ujar Dafa tatapan mata meraka saling bertemu, air mata Gea tiba - tiba saja keluar dengan sendirinya. Entah apa yang terjadi padanya.


Dafa mendekati telinga Gea, "Aku merindukan mu." Bisik Dafa. Bibirnya mencoba menyesap daun telinga wanita itu.


"Aw." pekik Gea saat tahu Dafa menyesap telinganya.


Ada rasa gejolak birahi menghantam Dafa kembali, entah perasaan apa ini dunia nya terasa kembali. Dia tidak bisa lagi, menahan rasa ini .


"akhppp!!" Gea terkesiap, saat Dafa menyerang mulutnya dengan mulut pria itu. Dafa mencari celah, menjelajahi rongga - rongga mulut wanita itu. Menyesap dan merasakannya.


Seketika Gea terhanyut dengan permainan Dafa dan membalas ciuman itu entah apa yang terjadi padanya. Mengapa ia menginginkan nya. Sehingga hanya suara ******* yang bersuara di dalam toilet itu.


Dan masalah orang - orang yang menuju toilet ditutup sementara, karena diantara Gea dan Dafa tidak tahu bahwa itu toilet dalam masa perbaikan.


Dalam beberapa menit mereka saling bertukar Saliva, Dafa mengangkat tubuh wanita itu dan menempel lainnya lebih erat pada tubuhnya.


Ia mencoba meraba - raba bagian tubuh Gea tanpa disadari Gea karena terhanyut dengan ciuman itu.

__ADS_1


"Akhhhhh !" Gea memekik saat tahu sesuatu meremas payudara nya.


sejak kapan tangan itu sudah berada dimiliknya pikir Gea.


Dia melepaskan pautan ciumannya, tetapi Dafa kini menyerang leher jenjang wanita itu lebih kasar dan memberikan beberapa cupangan disana.


"Hmphhhh ! Ah daf !" Pekik Gea.


Ia memejamkan kedua matanya, ia tidak sudah tidak bisa mengendalikan otaknya yang meminta lebih dari itu.


Sampai disitu tanpa disadari dress yang sedikit membesar ditubuh Gea, yang memiliki kancing bagian depan terbuka menampakkan kedua payudara nya yang sudah tidak menggunakan bra karena dilepas oleh Dafa beberapa menit yang lalu.


Dafa menatap pemandangan indah itu dengan penuh nafsu. Dalam sekali gerakan, ia melahap payudara sebelah Gea dan satunya ia mainkan dengan tangannya.


"Akhhhhh daf !" Gea mendongak keatas, menahan rasa geli dan nikmat menjalar pada tubuhnya.


"Ini pertama kalinya aku merasakan nya. akhmphhhhh !!"


••


Mama Delia dan mama Sonya yang memandang jam tangannya sudah hampir setengah jam putra dan putri mereka izin ke toilet tetapi belum kunjung kembali.


"Kemana Dafa ? kenapa lama sekali." batin mama Sonya, gelisah. Ia takut terjadi apa-apa pada putranya, apalagi dia sedang dalam masa pemulihan.


"Aku akan menyusul putriku dulu Sonya." Pamit mama Delia berdiri dari duduknya. Ia merasakan sesuatu terjadi pada putrinya.


"Aku ikut, sekali mencari putraku." Jawab mama Sonya. Mereka pun pergi bersama - sama menyusul putra dan putri mereka.

__ADS_1


__ADS_2