
"Debby," Sapa Angga berjalan kearah wanita itu.
"Hay Angga, lama tidak berjumpa." balas Debby dengan senyuman manis nya dan ingin memeluk laki - laki itu.
"jangan sentuh aku sekalipun!" tegas Angga dan duduk ditempat nya dan diikuti Debby juga kembali duduk.
Mereka sedang berada direstoran ternama dikota Jakarta timur.
"jangan banyak basaa - basi. kamu tahu kan apa maksud aku ingin bertemu dengan mu??" ujar Angga dengan tatapan datar.
Sementara Meyra yang baru sampai, kini keluar dari mobil dan melihat restoran dihadapan nya.
"Nona apa perlu saya antar?" tanya sopir pribadi nya.
"tidak perlu pak, terima kasih." Jawab Meyra diberikan senyuman manis nya.
"untuk apa Angga kesini?? apa ada seseorang yang ingin ia temui??" tanya Meyra dalam hati. tanpa menunggu, ia masuk kedalam restoran. Matanya sibuk mencari seseorang yang ia cari.
"Angga aku melakukan itu karena mencintai mu!"
Cup!
Debby mencium bibir Angga dan Angga tidak menolaknya, itu semua menjadi pusat perhatian semua orang disana. tapi mereka tidak mengomentari, karena mereka tahu siapa Angga. orang yang berkuasa.
Meyra mengelengkan kepalanya sedih. "Sudah hentikan ini semua," Meyra keluar dari restoran itu dengan menahan air matanya.
"Apa ada yang tertinggal nona?" tanya sopir pribadi yang melihat nona muda nya kembali.
"Kita ke apartemen ayu. bapak tahu kan?" ucap Meyra.
"Iya non."
__ADS_1
Seketika itu Meyra menumpahkan segala rasa dihatinya dan hanya mampu menangis didalam hatinya tanpa bersuara memandang kearah jalanan.
dreeet.
Mama Delia.
Meyra mengangkat ponselnya, "iya ma," Meyra menghapus air matanya berusaha untuk tersenyum.
"Kamu nangis sayang? apa ada sesuatu??" tanya mama Delia mendengar suara isakan tangis.
"ti,,,, dak ma,"
"Oh ya hari ini mama sama papa akan ke Singapura ada pekerjaan disana selama satu bulan... tidak apa - apakan?"
"Tidak kok ma,"
"Baiklah kalau begitu mama tutup telpon nya bye sayang..."
setelah menutup sambungan telepon, Meyra kembali menumpahkan air mata nya begitu sangat deras.
"Mungkin ini kesempatan ku untuk pergi." Batin Meyra.
Disisi lain, Angga yang dapat ciuman dari Debby mendorong tubuh Wanita itu dari nya.
"Kau apa - apaan!!!" Teriak Angga, ia melayangkan tangannya ke arah Debby tetapi ia urungkan.
Angga menatap kearah orang - orang dan kini menatap Debby kembali dengan tajam.
"Cepat kau katakan pada semua keluarga ku, bahwa foto itu tidak benar Debby!!" Tegas Angga.
"tidak! aku tidak akan pernah melakukan itu, karena itu asli." Ucap Debby biasa saja.
__ADS_1
Angga Mengepalkan kedua tangannya menahan rasa amarahnya. "Debby kau benar - benar kelewatan!!" Teriak Angga dengan amarah yang memburu.
Ia bangkit dari duduknya, "baiklah jika kau tidak mau melakukan nya! aku sendiri yang akan membuktikan nya dan menghancurkan perbuatan busukmu itu!!" teriak Angga berlalu pergi begitu saja dengan angkuhnya tidak peduli dengan tatapan orang - orang sekitar nya.
Debby tersenyum penuh kejahatan menatap punggung Angga yang semakin menjauh.
"Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, sebelum kau bisa menjadi milikku Angga." Ujar Debby dengan senyuman smirknya.
••
Kini Meyra sudah berada didalam apartemen milik Dafa karena tadinya, ia mencari Gea diapartemen milik Gea karena berada disebelah apartemen Dafa dan diberitahukan pada pembantu Gea yang tak lain bi Jamilah.
"Ini minumannya." Gea menyodorkan teh hangat pada Meyra dan Dafa yang sedari tadi duduk disofa dengan bersila.
"Makasih banyak. aku jadi merepotkan kalian datang kesini." Ucap Meyra kikuk.
"tidak papa," jawab Gea sekilas lalu duduk disamping suaminya.
Meyra memandang Dafa dan Gea bergantian, lalu tersenyum.
"Ada apa?" Gea mengerutkan keningnya melihat tingkah Meyra.
"Aku tidak menyangka kalian itu sepasang suami istri. selamat ya Gea." Ucap Meyra dengan tersenyum.
"Dia yang beritahu." bisik Gea menunjuk Dafa.
Meyra menganggukkan kepalanya, lalu memandang Dafa. "Dafa kau harus ingat satu hal jangan sakiti Gea untuk selamanya, selalu buat dia bahagia. kau janji kan?"
Dafa tersenyum, "Iya aku janji sebagai adik ipar..." Jawab Dafa.
"Aku tidak mau kamu akan bernasib sama seperti ku ge." Batin Meyra menatap langit - langit diruangan itu, menahan air mata nya akan jatuh.
__ADS_1