Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 94


__ADS_3

••


Gea yang baru saja sampai dikampus, ia berjalan menaiki tangga kampus dan ia merasa begitu risih saat beberapa mahasiswi perempuan menatap dirinya dengan tidak suka.


"Lihatlah dia bukannya perempuan yang bertengkar dengan Jeffrey yang terkenal itu ya...?" tanya seseorang itu kepada temannya dan pertanyaan itu terdengar ke telinga Gea tetapi ia tetap terdiam.


"iya benar..." Ia mencuri pandangan menatap kearah Gea apa benar perempuan yang bertengkar dengan Jeffrey ada Gea.


"Gomong - ngomong apa dia ngak tahu Napa siapa Jeffrey...? kalau aku ngak akan berani melawan cowok kayak Jeffrey..." Ucap lesi. Ya nama perempuan itu lesi.


Gea sekarang mengerti mereka sedang membicarakan diirinya dan pria yang dimaksud pasti itu, pria yang diajaknya bertengkar dijalanan beberapa menit yang lalu.


Ada perasaan tidak beres dihatinya dan ia membuka ponselnya dan mencari akun Twitter nya.


ia membulatkan matanya saat ia tahu bahwa ada video dirinya dengan Jeffrey sedang bertengkar.

__ADS_1


"Pantesan mereka tahu... Oalah ini alasan nya.." Gumam Gea dalam hati.


"Hey kalian memangnya siapa Jeffrey...? mengapa aku harus takut.." tiba - tiba Gea mulai bersuara dan mengembalikan ponselnya ke dalam tas nya.


"Hah, lihatlah dia tidak tahu Jeffrey yang terkenal itu..." Ucap lesi.


"Hey nona cantik, apa anda tidak tahu siapa Jeffrey...? saya beritahu ya... Jeffrey itu anak dari keluarga konglomerat tuan jendral Danendra nomor 1 di Indonesia ini... dan orang berkuasa.. jika saya jadi anda mungkin saya tidak akan berani melawan pria seperti Jeffrey..." Ucap lesi dengan sopan dan sedikit menyunggingkan senyumnya penuh arti.


"Owh, jadi keluarga konglomerat nomor satu ya...? kenapa aku baru tahu ya... jadi pria mesum, itu orang paling berpengaruh..." gumam Gea dalam hati tersenyum penuh arti.


"Ehm.. kita lihat saja nanti siapa orang yang berpengaruh sebenarnya..." Ucap Gea dengan dirinya sendiri dan itu didengar oleh lesi dan temannya itu.


"Kamu belum tahu siapa aku.. lebih baik kamu tutup mulut mu itu jika tidak tahu apa - apa.." Kesal Gea ia menghentakkan kakinya sebelum pergi.


"Hahahaha lihatlah, aku berbicara seperti itu dia marah...Orang miskin akan tetap miskin.." Ucap lesi menatap kepergian Gea.

__ADS_1


••


Meyra masih berada didalam mobil taksi yang ia naiki dan ia hanya menatap kearah jalanan dengan matanya menetes begitu deras.


"Angga... seharusnya aku tidak terlibat dengan keluarga nya... kenapa papa dan mama juga harus menjodohkan ku dengannya, jadi begini kan.. sakit.." Ucap Meyra tanpa peduli ia sekarang didengar oleh sopir taksi.


"tapi aku tidak tahu dengan perasaan ku sekarang... dan aku terjebak dengan dua pria sekaligus, meski satu pria itu yang ku idolakan takkan aku dapatkan.. ishhh dasar Angga menyebalkan! aku benci kamu! aku benci!" ia menangis sejadi - jadinya dan dadanya terasa sesak begitu sakit, sangat sakit.


Pak sopir yang hanya mendengarnya ikut sedih dengan meyra, ia mengambil beberapa tisu.


"Nona, ini ambil tisu ini."


Meyra mengambil nya secara kasar dan ini ia butuhkan.


"Nona, menangislah sepuasnya... tidak apa - apa, tapi maaf saya tidak sengaja mendengar nya."

__ADS_1


Meyra hanya mendengarkan perkataan pak sopir dan kembali menangis lebih keras lagi.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2