Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
109


__ADS_3

Angga malah menepis tangan Dafa dan memilih mengenggam tangan Meyra dan tersenyum manis padanya sejenak.


"Angga." Jawabnya.


"Ayo sayang kita pergi.." Angga menekankan kata - katanya agar lebih didengar oleh Dafa.


"Ayo.." Dafa menarik lengan istri nya yang hanya terdiam saja tanpa melangkahkan kakinya sedikit pun hanya memandang Angga tajam.


Dafa hanya memandang kepergian Angga dengan Meyra dengan tersenyum kecil.


"Astaga aku lupa."


"Hey tunggu, aku belum tanya siapa namamu!!" teriak Dafa,, tetapi ia telah telat karena mobil yang mereka naiki sudah menjauh dari sana.


"Aishhh,, biarkan sajalah.. semoga suatu saat kita bisa bertemu kembali."


"Woy!" Dika menepuk pundak sahabat nya itu, membuat Dafa terkejut untung saja jantung nya tidak copot dari tempat nya.


"Lo ngangetin gue aja! apaan sih?!" kesal Dafa.


"Gue cariin Lo dari tadi disini rupanya,, gue kira Lo sedang manjat di tower Eiffel itu."


"Sembarangan Lo... Lo kira gue mau bunuh diri hah!" Seru Dafa.


Dafa menatap jam tangan nya sudah hampir pukul 01.30 siang. "Wah ngawat ayo cepat kita harus segera naik pesawat,, ayo cepat!" Dafa menarik lengan Dika sembari berlari menuju mobilnya terparkir.

__ADS_1


••


"Hoam.." Meyra menguap setelah sekian lama berkeliling naik mobil.


"Kalau gantuk,, tidur aja." Angga sengaja mencuri - curi pandang Meyra yang sedari tadi menguap mengeluarkan cairan air mata terus - terusan dari sudut matanya.


"Hah, tidak. aku cuma bosan..." balas Meyra. "Angga apa kita bisa ke restoran sebentar, aku lapar.." rengek Meyra.


"Baiklah.." Angga pun menepikan mobilnya kesebuah restoran tepat sekali ia lalui.


Setelah mereka masuk kedalam restoran,, mereka pun memesan beberapa makanan dan minuman disana.


"Ada apa?" tanya Angga yang kini melihat Meyra hanya tertunduk lesu setelah memesan makanan.


"Aku pengen makanan yang lain bukan ini."


"Aku mau sate,," bisik Meyra dengan tersenyum malu - malu.


"whattt! sate!" teriak Angga membuat beberapa perhatian semua orang yang ada disana.


"Usttt,, kecilin suaranya kamu bisa malu.." Meyra sadar orang - orang disekitaran sana memandang nya dengan heran. Mereka tidak tahu apa yang kedua pasangan itu bicarakan.


"Kamu mau sate...?" tanya Angga kembali dan diberikan anggukan oleh meyra.


"Mana ada sate disini? satelit baru ada." Kesal Angga melihat istrinya meminta yang aneh - aneh.

__ADS_1


"Ihhhh pokok nya aku mau sate titik. malam ini juga harus ada kalau ngak,, aku ngak mau tidur sama kamu." Ancam Meyra.


"Astaga Mey,, kamu ini ada - ada saja. sudah kukatakan ini Paris bukan Indonesia ngampang cari sate nya." Ucap Angga.


"Enggak,, pokoknya aku mau sekarang mau ngak ada kek, mau ada kek, terserah yang penting harus dapat."


Angga hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar dan memilih mengiyakannya.


"Bener,, yes asyik.. 40 tusuk ya?" Ucap Meyra senang.


"40 tusuk? apa ngak kebanyakan?" Angga menelan ludah nya dalam - dalam. membayangkan 40 sate itu masuk kedalam mulutnya saja sudah membuat nya kenyang.


"No.. malah aku kekurangan.. hehehe.."


••


Sore hari nya.


Angga sudah selesai berkemas - kemas koper,, ia terpaksa harus pulang ke Indonesia hari ini demi Meyra. Hanya untuk membeli 40 tusuk sate.


Setelah ia selesai berkemas - kemas dengan cepat ia mendudukkan dirinya di samping tempat tidur istri nya yang sekarang tertidur pulas "Mey bangun,, Mey sayang.." Angga berusaha membangunkan nya.


Meyra merasa terusik tetapi ia tidak membuka matanya sedikit pun malah mengubah posisi nya membelakangi Angga,, "Ehm.. jangan bangunkan aku Angga. aku sedang ngantuk." Meyra kembali tertidur.


"baiklah terserah kamu saja..." Angga lebih menyerah untuk tidak membangunkan Meyra membiarkan nya tertidur dengan pulas.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2