
Keesokan harinya.
Tepat pukul 13.24 acara resepsi pernikahan Meyra dan Angga. Semua para tamu undangan sudah meramaikan acara tersebut. Sampai rumah itu begitu sangat ramai.
Sedangkan Meyra didalam kamar duduk didepan cermin rias yang begitu besar dan ia dirias oleh seorang penata rias terkenal di Jakarta, Meyra begitu sangat cantik.
"nona, kau benar sangat cantik sekali. aku sampai tidak bisa mengenali anda." Puji perias tersebut. Hati dan isi pikiran Meyra entah kemana ia tidak peduli dengan pujian orang lain dan memaksakan nya hanya tersenyum.
"aku benar ingin melarikan diri dari sini, aku tidak ingin menikah huh." Gumam Meyra dalam hati. Ia mengerut kesal. rasa nya Meyra benar - benar tidak tahan ingin pergi dari sana. Tetapi bagaimana ia akan melarikan diri pasti akan ada banyak pengawal yang berjaga diluar sedangkan ia berada dilantai dua gak mungkin kan loncat dari lantai dua.
Tuan anantha terlihat sedang berbincang - bincang dengan tuan anggaranaya dan beberapa tamu lainnya. Dan saat itu juga Angga menghampiri kedua paruh baya itu. Angga terlihat begitu sangat tampan dengan balutan kemeja putih dan balutan jas berwarna hitam yang melekat ditubuhnya. rambut nya yang sedikit gondrong itu menambah ketampanan nya. Siapapun yang memandang nya seakan - akan terhipnotis dengan nya. Sungguh luar biasa ciptaan Tuhan.
"Papa, om" Sapa Angga.
"Angga," tuan anggaranaya menatap putranya itu dari atas sampai bawah mata kaki benar mirip seperti dirinya saat waktu muda.
__ADS_1
"Angga, kau terlihat sangat tampan sekali nak." Puji tuan anantha seraya menepuk kedua pundak Angga, Angga hanya senyum malu - malu.
"Angga kau masih disini cepat kau temui Meyra ajak dia kebawah acaranya akan segera dimulai." tegur mama Delia yang mendapati putranya sudah siap dengan pakaian lengkap.
Namun Angga baru ingat, ia segera melangkahkan kakinya menemui Meyra tetapi ia urungkan karena kini matanya terhenti kearah seorang wanita dengan pakaian begitu anggun meski seksi bergandengan tangan dengan seorang pria.
Angga terdiam sejenak menghentikan langkahnya, mama Delia melihat itu.
"hey Angga. ayo cepat" Titah mama Delia dengan menyentuh lengan putranya dengan lembut.
••
"Mey ini benar kamu?" tanya Gea ia mencubit kedua pipi Meyra. Ia tidak percaya itu Meyra sahabat nya, wajah nya benar - benar berubah. Sangat berubah.
"Iya ini aku Meyra."
__ADS_1
"Kamu benar sangat cantik, aku sampai tidak mengenalimu." Ucap Gea menatap Meyra tak henti. Merasa iba dengan kecantikan sahabat nya yang akan menjadi kakak iparnya. Ia sungguh tak sabar menunggu hari itu.
tiba - tiba suara sepatu pantofel masuk terdengar ketelinga dua wanita itu dan Gea membalikkan badannya.
"Dimana meyra?" tanya Angga pada adiknya yang tak lain Gea. Kini tatapan nya teralih ke arah wanita disamping adiknya. Ia tidak begitu mengenalnya, tetapi ia tidak peduli.
"Astaga kak," gea menepuk jidatnya. "lalu siapa didepan kakak kalau bukan kak Meyra." seru Gea menarik lengan Meyra berdiri disamping Angga.
"Dia Meyra?" Angga matanya tak henti berkedip, wanita dihadapan nya itu sangat begitu cantik.
"Sungguh luar biasa, dia sangat cantik sekali." Gumam Angga dalam hati dengan jantung berdebar kencang. Seakan sikap dinginnya tiba - tiba saja meleleh dengan kecantikan Meyra.
••
oh ya makasih banyak yang sudah mendukung karya kedua ku. aku jadi semangat nulis novel nya, tetapi maaf jika ceritanya kurang banyak update karena tugas kuliah masih banyak numpuk hehehe.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih.