Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 130


__ADS_3

.....................


Hari - hari telah berlalu, kini usia kehamilan Meyra sudah mencapai 3 bulan. Masalah tentang kesalahpahaman nya terhadap hubungan Meyra dan Calvin sudah teratasi. mereka menjalani kehidupan baik - baik saja sekarang.


Tetapi masih saja ada pengganggu kehidupan nya yaitu Debby yang selalu tidak menyerah selalu datang ke kantor Angga dan meminta agar ia menerima anak itu. Padahal beberapa Minggu yang lalu sudah terbukti bahwa anak yang dikandung oleh Debby bukanlah anak dari Angga.


Sementara itu Gea usia kandungan nya sama dengan Meyra 3 bulan. Keberadaan bayi itu kedua orang tuanya tidak masalahkan sekarang, ia menerimanya lagipula Gea melarang kedua orang tua nya untuk mencari laki - laki yang telah merenggut keperawanan dan ayah dari bayi itu meminta pertanggungjawaban.


Dikediaman algara


Tok...tok... tok...


Suara ketukan pintu dari kamar milik siapa lagi kalau bukan Dafa.


"Den Dafa ini bibi tolong buka pintunya?? den??" bi citra pembantu dirumah itu mengetuk pintu itu berkali - kali tetapi tidak ada sahutan sama sekali.


Seperti biasanya ia membawakan Dafa sarapan paginya ke kamar nya.


"Biar saja bi." Sahut mama Sonya menghampiri dan mengambil nampan berisi makanan dan segelas susu itu.


Mama Sonya membuka kamar Dafa putra kedua nya itu yang dikunci untungnya ia memiliki kunci cadangan putranya itu.


"Sayang ayo makan du------"


"Erghhhhh!"


Mama Sonya kaget melihat putranya itu gamuk - gamuk tidak jelas lagi.


"Astaga Dafa!" teriak mama Sonya.


Ia menaruh makanan berisi nampan itu dimeja dan berlari kearah putranya.


"lepaskan itu Dafa!!! apa yang kau lakukan!!! " Mama Sonya berusaha mengambil beberapa obat - obatan yang terlarang dikonsumsi oleh putra nya belakangan ini.


"Jangan ma!!! biarkan aku meminumnya!!! aku ingin mati saja ma!!! aku lelah hidup!!!!" teriak Dafa penuh dengan kerapuhan dihatinya.

__ADS_1


mama Sonya menguncang bahu putranya, "sadar daf!!!! sadar!!! kamu itu tidak akan pernah menemuinya!!! lupakan dia!!! lupakan!!!" Mama Sonya menangis melihat putranya seperti ini.


Sebetulnya semenjak Dafa kehilangan wanita yang ia cintai yang dikenalnya ada Jessica ia begitu prustasi, sampai - sampai ia menjadi gila dan terlihat bodoh. Ia selalu mengurung dirinya dikamar sampai sang papa algara lelah menghadapi nya, tetapi untungnya mama Sonya tidak pernah lelah dan ia berusaha merawat putranya, mencarikannya dokter terbaik untuk nya tapi apa nyatanya Dafa masih tetap saja gila dan bodoh selalu meminum obat - obat terlarang.


"Enggak ma! enggak!!! jangan larang - larang Dafa lagi!!! Dafa ingin mati!!! Dafa sudah terlanjur mencintainya!!! Dafa mau Jessica ma!!!" teriak dafa, ia sudah seperti orang gila kehilangan mainannya.


Mama Sonya merasakan kepedihan dihatinya dan hanya memeluk putra nya dengan erat yang juga menangis disana.


"Dafa, kenapa kamu seperti ini???? Gea kamu dimana nak? aunty butuh kamu nak... ayo kembalilah Gea." Ucap mama Sonya dalam hati, ia hanya bisa menatap kearah langit - langit di kamar putra nya.


.............


Meyra hari ini sungguh bosan, tidak ada yang harus ia lakukan sementara suaminya sedang bekerja. Karena selama ia hamil menunda kuliahnya, dan memilih diam dirumah untuk keselamatan bayinya dan dirinya. sama halnya dengan Gea.


Meyra mencoba turun dari kamar nya, ia menuruni tangga perlahan dari atas tangga ia melihat Gea hanya termenung duduk disofa dengan tv menyala.


"Ge...." Ujar Meyra menepuk bahu adik ipar nya yang sedang melamun. Sudah hampir tiga bulan Gea selalu seperti itu, aktivitas nya hanya melamun dan mengusap perutnya.


Ada apa dengan nya sebetulnya pikir nya.


"eh iya Mey...!" Ujar Gea langsung menatap kearah Meyra.


"Ngak tahu Mey,, aku merasa seperti merindukan seseorang tetapi ngak tahu siapa." Ucap Gea lemah. Bibirnya begitu pucat dan tatapan matanya terlihat menyedihkan.


Meyra merasa kasihan, ia pun berpikir bagaimana caranya membuat Gea kembali senang lagi.


"Ha aku tahu. bagaimana kita ke mall siapa tahu kamu tidak sedih lagi???" Ujar Meyra dengan menggoyangkan lengan Gea.


"Hm...? boleh deh aku ikut aja." gea memaksakan senyumnya.


"Baiklah kalau begitu kita bersiap - siap." Ucap Meyra, ia membawa gea keatas menuju kamar mereka masing - masing.


Setelah beberapa menit.


Mereka sudah siap dan meminta izin pada mama Delia yang juga terlihat sangat rapi dengan tas selempang yang sudah ia kaitkan dilengannya.

__ADS_1


"Mama mau keluar juga?" tanya Meyra.


"Iya sayang, mama mau jenguk anak teman mama dia sedang sakit beberapa bulan ini. Ucap mama Delia.


"Kamu mau ikut?"


"Enggak ma." Jawab Meyra.


"Gea juga enggak ma."


"Ya udah kalau gitu kita pergi bareng - bareng satu mobil saja lagian kerumah teman mama, satu arah dengan mall." Ucap mama Delia dan dibalas anggukan oleh dua putrinya.


^


^


Perusahaan anggaraya.


tok..tok..tok..


"Masuk!"


Seperti biasanya Debby mengunjungi kantor Angga dan membawakannya makanan kesana meski sedikit memaksa.


"Ada apa kau kemari lagi??" Ketus Angga. Ia hanya sibuk mengetik beberapa makalah nya.


"Kamu belum makan kan?? ini aku bawain makanan, seperti biasanya makanan kesukaan mu." Debby menaruh kotak makanan itu diatas meja.


Tanpa berlama - lama, tanpa ada bantahan angga memilih membuka kotak makan itu dan memandangnya saja. Tetapi ia mau memakannya bukan karena mulai memiliki perasaan lagi pada Debby ataupun kasihan. Tetapi karena ia tidak ingin Debby berlama - lama disana.


"Ayo dimakan, kenapa? kamu sudah bosan yah??" tanya Debby karena Angga hanya memandang makanan yang ia buatkan untuk Angga .


Angga memiliki firasat buruk dan mencoba mencium aroma bau pada makanan itu.


"Kamu jangan takut, aku nggak memasuki apa - apa kok kedalam nya." Ucap Debby dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


Angga hanya terdiam dan mencoba mencicipi nya dan itu membuat Angga tidak menyadari bahwa Debby tersenyum penuh kejahatan.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2