Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 71


__ADS_3

Angga terpaksa keluar dari ruangan nya meninggalkan pekerjaan nya. Mencari keberadaan istri nya yang sedari tadi tidak menampakkan batang hidungnya.


"Ck... Jangan - jangan tuh anak yasar kali ya. Lagian papa ngapain yuruh Mey keliling kantor." Angga berdecak. Matanya sibuk mencari keberadaan seseorang.


Tiba - tiba seseorang menepuk pundak nya dari belakang membuat nya terkejut dan menoleh.


"Astaga kau! Mengangetkanku saja!" Seru Angga. jantung nya hampir saja loncat dari tempat nya.


"Maaf tuan saya membuat tuan terkejut." Itu Devan suruhannya. Orang yang selalu ia tugaskan untuk memata - matai Meyra jika sedang berada diluar ataupun mencari identitas seseorang yang ia tugaskan.


"Ada apa kau mencari ku?" Angga mengerutkan keningnya.


"Tuan sedang mencari nona Meyra?" Tanya Devan.


"Dari mana kau tahu aku sedang mencari istri ku?"


"Hahaha, tuan lupa siapa saya? Tuan tenang saja nona sekarang bersama adek tuan Gea mereka sudah pulang beberapa jam yang lalu."


"bagus kalau begitu lebih baik kau awasi istri ku itu lebih baik," ucap Angga dengan nada kesal berlalu pergi dar hadapan Devan yang baginya sungguh mengesalkan telah menertawainya.


Sungguh ini pertama kalinya ia ditertawai oleh bawahan nya.


••

__ADS_1


"Mey kita ke mall yuk jalan - jalan."


"Aku gikut aja, aku lagi bosen juga dirumah terus." Ucap Meyra menatap kearah pepohonan yang ada dihalaman mereka lewati. Kini mereka menaiki mobil milik gea.


"Gomong - ngomong aku heran sama kamu," ucap Gea menatap Meyra menyelidiki, ia menghentikan mobilnya karena lampu merah.


Meyra merasa ditatap seperti itu jadi sedikit canggung. "Heran?" Tanya Meyra.


"Ya, kayaknya kamu selama ini berbohong amnesia deh. Buktinya kamu mengingat semua orang dan cuma hanya satu orang yang kamu tidak ingat kak Angga." Ucap Gea menaik turunkan sebelah alisnya, menunggu jawaban dari Meyra.


Aduh gawat nih, jika sampai gea tahu kebenaran nya. Pikir Meyra.


En...gak kok aku memang lupa. Aku juga tahu Angga itu suami aku." Meyra dengan cepat menutup mulutnya yang keceplosan berbicara.


"Enggak aku benar - benar ngak tahu. Aku aja ngomong ini tanpa berpikir aku ngak tahu." Jawab Meyra keras kepala.


"Huh(menghela nafa) terserah deh kalau kamu ngak ingin beritahu aku. Jika sudah keras kepala akan tetap keras kepala." Kesal Gea ia melanjutkan menyeter mobilnya karena sudah menandakan lampu hijau.


"Jangan ngambek gitu dong, iya - iya aku bohong tapi jangan bilang Angga iya. Kumohon..." Ucap Meyra mengoyangkan lengan Gea yang mengeluarkan mimik wajah kesalnya membuat Meyra terpaksa mengatakan sejujurnya.


"Tapi kenapa?"


"Karena aku tidak ingin mengingat kejadian saat itu, aku ingin melupakan nya. Aku merasa tertekan saat tahu aku kehilangan bayiku. Pasti Angga akan merasa tertekan dan bersalah." Meyra menundukkan kepalanya disaat ia membayangkan dirinya prustasi tidak jelas. Mengingat kejadian itu saja membuat nya ingin menangis lagi dan berlari kepantai sekarang juga berteriak disana menghilangkan rasa sedihnya.

__ADS_1


"Tapi ingat ya jangan beritahu Angga, kamu janji kan. " Meyra kini yang menatap Gea.


"Ia aku tidak akan memberitahu kan nya." Jawab Gea.


"Maaf Mey, aku akan tetap memberitahukan kakak. Aku tidak ingin juga membuat kakak merasa kesepian dan sedih. Aku takut kakak akan seperti dulu lagi memiliki sifat dingin." Ucap Gea dalam hati.


•••


kini mereka sudah berada disebuah mall terbesar dan ternama di Jakarta Selatan.


"Sebelum itu kita cari makan dulu, kamu belum makan siang kan?" Gea mengandeng lengan kakak ipar nya itu.


"Iya. Sedari tadi perutku berbunyi terus." Meyra mengusap - usap perutnya hampir keroncongan itu.


Mereka masuk kesebuah salah satu restoran dan duduk disalah satu bangku dan memesan makanan nya.


Sementara dari kejauhan tampak perempuan lebih tua dari mereka menggunakan kacamata hitam itu, menatap kearah mereka.


"Loh itu kan bukan nya Gea sama istri nya Angga?" Perempuan itu membuka kacamata nya agar terlihat jelas dilihat nya.


"Kenapa aku ngak ngelakuin sesuatu aja. Ini waktu yang pas untuk menjalankan rencana." Gumam Deby tersenyum penuh arti. Ia begitu senang jika otaknya kali ini berjalan dengan baik, tidak seperti biasanya yang selalu lemot.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2