
"Kakkkkkk cepetannnn buka kakak!" teriak gea mengedor - gedor pintu itu.
Dan ceklek. pintu itu dibuka oleh meyra.
"Astaga Mey lama sekali kau membuka pintunya." Kesal Gea ia masuk kedalam kamar Meyra dan lompat ke atas tempat tidur, ia mendudukkan dirinya bersila disana memainkan ponselnya.
Meyra hanya terdiam mengangga melihat kelakuan gea, ia masih fokus berdiri di depan pintu.
"hey Mey ayo sini duduk kenapa diam disana?" Ucap gea.
"Eh iya." Jawab Meyra gelagapan ia menutup pintu nya kembali. Angga keluar dari kamar mandi setelah melakukan rutinitas nya.
"Ge... kamu kenapa tadi ketuk - ketuk pintu kayak dikejar hantu aja." Ucap Angga dengan ekspresi begitu masam.
"Ngak kok siapa bilang? orang tadi itu gea cuma lagi bosen dikamar sendirian jadi kesini deh." Ucap gea matanya fokus pada ponselnya.
__ADS_1
"Astaga jadi sebab itu." Meyra menepuk jidatnya.
Sedangkan Angga rahangnya mengeras, gea ternyata mengerjainya. "Oh jadi gitu." Angga merampas ponsel milik gea digenggaman nya.
"Hey kakkkkk mau ngapain? " Gea mencoba mengambil ponselnya itu, tetapi Angga malah membanting nya kelantai dengan keras sampai ponsel itu terbelah menjadi dua bagian.
Meyra begitu kaget, ia membulatkan matanya saking kagetnya. Ini pertama kalinya ia melihat ponsel mahal dibanting secara sengaja. Biasanya orang lain tidak akan membanting ponselnya. Karena sayang, sangat mahal terkecuali orang sultan saja seperti itu.
"Kakakkkkkk!!! apa yang kakak lakukan pada ponselku?!" amarah gea ia mengambil beberapa serpihan ponsel nya yang remuk.
"itulah akibat nya jika sedang mengganggu kakakmu ini," seru Angga.
Meyra melihat itu kini hanya berkacak pinggang dan ia mendekati suami nya itu.
"Angga kamu itu benar - benar jahat jadi kakak lihat lah itu adikmu menangis gara - gara kamu!" seru Meyra ia memarahi Angga.
__ADS_1
"Biarkan sajalah itu akibat ulahnya, karena menganggu kita buat anak." Tiba - tiba kata - kata Angga lontarkan bagian akhir 'Anak' membuat Meyra bergidik Geri lagi. Tetapi ia abaikan ia menatap wajah suaminya itu yang tidak memiliki salah apapun ingin rasanya ia mencekik leher nya kali ini sampai pingsan.
"Kamu benar sudah gila ya! aku tidak mau berbicara denganmu lagi! dasar jahat." Kesal Meyra ia menghentakkan kakinya keluar dari kamar itu meninggalkan Angga sendirian dan menemui Gea meminta maaf kepadanya atas kelakuan suaminya.
"Heyyy Mey kamu mau kemana?!" seru Angga ingin mengejar istri nya itu tetapi ia urungkan karena ia tidak mau nantinya mama nya Delia mengetahui adiknya itu memberitahukan mamanya bahwa ia telah membuat Gea menangis.
"Ah sial, padahal Gea yang salah kenapa aku yang selalu disalahkan." gerutu Angga menggaruk kepalanya yang tak gatal itu.
••
"Hikkkkssss kakak jahat ma, hikssss dia sudah merusaki ponselku hikkkkssss." Kini Gea berada didalam kamar mama Adelia, ia mengadu kepada mamanya atas kelakuan Angga kepada nya.
"Uhhhh sayang sini peluk mama, biar nanti diganti yang baru lagi ya sayang." Ucap mama Delia memeluk putrinya itu. Ia begitu sangat memanjakan Gea.
Memang setiap kali Gea menangis, mama Delia lah tempat ternyaman untuk Gea menceritakan sesuatu yang membuat nya menangis meski ia sedang patah hati sekalipun.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️