
Jeffrey langsung berlari menuju ke toilet dengan langkah tergopoh-gopoh.
"Hey mau lari ke mana kamu?!" teriak Gea.
"Ada apa kamu teriak - teriak ge? ini bukan hutan tahu." Dafa mendekati sang istri saat tahu suara teriakan nya terdengar sampai ruang tamu.
"Itu tadi ada seseorang yang mirip sekali dengan orang yang pernah memperkosa aku." Seru Gea dengan histeris.
"ah.. hahaha." Dafa tertawa dengan begitu keras. "Kamu kebanyakan berpikir tentang masa lalu deh. mana ada orang sembarangan masuk kerumah besar ini, apalagi banyak penjaga." Ucap Dafa mengelengkan kepalanya.
"Mending kamu ke kamar, kamu butuh istirahat yang banyak. Ngapain juga kamu didapur segala?" Ucap Dafa.
"Terus gimana ini pecahan gelas nya, masa dibiarin.."
"Nanti pembantu kan banyak biar dia aja. sudah sana istirahat." Dafa mendorong tubuh Gea menuju kamarnya.
"Baiklah." Gea dengan terpaksa menaiki tangga menuju kamarnya.
"Apa mungkin hanya perasaan aku saja ya. mana mungkin ada seseorang berani masuk ke mansion ini, kan banyak penjaga nya diluar " gumam Gea dalam hati.
Beberapa menit Dafa telah menunggu Jeffrey yang tidak kunjung kembali, kini akhirnya kembali.
__ADS_1
"Kok lama ke kamar mandinya??" Tanya Dafa basa basi.
"Hehehe maaf. Tadi itu gue keliling cari kamar mandinya, soalnya lupa tempat nya dimana." Ucap Jeffrey memberikan alasan.
"Ya Tuhan, Ini nih kelamaan di London makanya pulang setiap sebulan sekali." Ucap Dafa dengan kesal.
"ya udah mending kita ke kamar tamu aja."
"Maaf daf, gue gak akan kasih tahu yang sebenarnya bahwa istri Lo gue yang perkosa dulu. gue gak mau gerusak hubungan persahabatan kita. tapi yang jelas, gue akan menemui istri Lo di saat yang tepat." batin Jeffrey.
Dafa yang melihat temannya itu hanya melamun kini menarik lengan nya.
"Woy malah melamun, ayo.." Teriak Dafa.
Sementara dikamar Gea hanya menatap ranjang baby Gefa yang tertidur begitu sangat nyenyak sambil melamun kejadian beberapa menit lalu.
"Tapi kenapa aku merasa, wajah pria itu sangat mirip dengan dia?" gumam Gea.
"Aku ingat betul wajah pria itu, apa aku turun aja untuk mastiin lagi ya." Batin Gea.
••
__ADS_1
Sementara Meyra yang kini sedang memberikan baby Margaretha susu, tanpa sengaja di ganggu dengan suara berisik di luar halaman rumah.
Ia menengok ke arah balkon kamarnya apa yang terjadi dan disaat ia memandang ke bawah.
"Angga ayo turunlah nak, jangan seperti itu. kita bicarakan baik - baik!" teriak mama Delia menatap kearah atas dan Meyra mengikuti arah pandang sang mama Delia begitu terkejut nya, ia melihat Angga berdiri diatas atap ballroom rumahnya.
"Astaga jangan bilang Angga ingin bunuh diri." Seru Meyra, ia terburu-buru menaruh baby Margaretha di bawah lantai takut nya jika di tempat tidur ia akan jatuh ke bawah.
"Kamu diam disini dulu ya sayang." Ucap Meyra yang kini sang putri telah menangis lagi tetapi ia diamkan, karena ini berkaitan dengan hidup dan mati.
"Tidak ma! sebelum Meyra mau memaafkan ku! Jika Meyra tidak mau memaafkan ku, aku tidak mau hidup lagi, untuk apa aku hidup jika Meyra sudah tidak mau memaafkan ku!" teriak Angga dari atas atap rooftop.
"Angga!! jangan berperilaku bodoh kamu!! cepat turun!!" Teriak Meyra yang tiba - tiba berlari keluar mansion.
"Tidak Mey!! sebelum kamu memaafkan ku!! atau aku akan lompat sekarang juga nih!"
"Jangan!!!!"
"Nak tolong maafkan Angga nak, mama mohon. ini juga salah kamu juga " Mohon mama Delia dengan berurai air mata.
Meyra menutup matanya, lalu menghembuskan nafas nya dengan kasar.
__ADS_1
"Baiklah aku maafkan!" Teriak Meyra.
Jangan lupa like dan share ceritanya makasih ❤️