
Kediaman anggaranaya..
Kini Angga sudah sampai rumah dan ia segera membawa Meyra masuk kedalam dan itu semua membuat perhatian mama Delia dan Gea yang sedang duduk diruang tamu sembari menonton televisi.
"Astaga Mey kenapa bisa seperti ini!" Seru mama Delia disaat Meyra telah dibaringkan disofa panjang.
"Kakak apakan Meyra!" seru Gea dengan berkacak pinggang.
Angga tidak menjawab pertanyaan mama Delia dan Gea hanya kembali duduk disofa sembari meselonjorkan kakinya disana. Ia begitu capek, ternyata Meyra begitu berat pikir nya.
"Angga jawab pertanyaan mama!" teriak mama Delia yang mulai khawatir dengan keadaan menantunya.
"Dia cuma ketiduran aja ma, mama ngak usah marah kayak gitu.." Kesal Angga mendengar mamanya yang begitu cerewet sama halnya dengan Gea dan ia juga berbohong dengan mengatakan Meyra ketiduran sebetulnya pingsan.
"Mey sayang bangun nak, ini mama Mey.." Mama Delia menepuk - nepuk pipi menantunya dengan lembut dan sama halnya Gea yang kini sedang memindah posisi kepala Meyra berada dipangkuan nya.
"ehm.." lenguh Meyra dan ia menyipitkan kedua matanya, ia mencoba mengumpulkan nyawanya.
__ADS_1
"Mey..." lirih mama Delia.
"Mey.. kamu tidak apa - apa...?" tanya Gea yang berada disampingnya.
Meyra kedua matanya masih begitu terlihat buram jadi kurang kelas terlihat siapa yang dihadapannya tetapi ia tahu siapa si pemilik suara itu.
"Palingan itu hanya halusinasi.." Ucap Meyra menghilangkan bayang - bayang itu.
"Mey, kamu tidak berhalusinasi sayang..." Ucap mama Delia menepuk lengan menantunya itu agar tersadar dari tidur nya.
"Aku ada dirumah! tapi kenapa bisa!" seru Meyra.
"Angga yang membawa mu kesini..." Ucap mama Delia.
"Whatt dia!" Seru Meyra menunjuk arah Angga yang masih menghiraukan nya.
Meyra mendapati keberadaan Angga mengingatkan nya kembali tentang kejadian pagi direstoran. Dan itu membuat hati dan pikiran nya menjadi kacau dan ia berlari menaiki tangga berlari masuk kedalam kamarnya tanpa suara mama Delia dan Gea yang masuk kedalam kamar nya.
__ADS_1
Dan itu membuat mama Delia hanya heran dengan sifat Meyra kecuali gea yang kini mulai berkacak pinggang dan mendekati kakak nya tersebut.
"Kakak apa yang terjadi sebenarnya pada Meyra! apa telah kakak lakukan hah!" teriak Gea membuat gendang telinga Angga merasa kaku mendengar nya.
Ia tidak menjawab pertanyaan Gea malah menatap kearah mama Delia yang hanya menggelengkan kepalanya dan Angga paham arti dari ekspresi wajah mamanya itu.
Angga bangun dari tempat duduknya dan membalas tatapan Gea, kini ia mengikuti gaya Gea dengan berkacak pinggang.
"Itu bukan urusan mu! Jadi jangan pernah ikut campur urusan rumah tangga kakak!" seru Angga berjalan dengan cepat menaiki tangga dan menyusul Meyra ke kamar nya.
"Ihhhh kakak menyebalkan!!!" teriak Gea dengan mengepalkan kedua tangannya, emosi nya sudah diubun - ubun.
"Sudah ge, kamu ke kamar saja nak... urusi kuliah mu terlebih dahulu nanti urusan rumah tangga biarkan mereka mengurusinya... kamu tahu kan kakakmu itu bagaimana?" Ucap mama Delia panjang lebar dengan mengelus lembut bahu putrinya menenangkan nya.
"(Menghela nafas) baiklah ma. kalau begitu ge ke kamar dulu, istirahat.." ia melangkah ke kamar nya dengan menghentakkan kakinya kasar menyalurkan kekesalan nya.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1