Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 168


__ADS_3

"Nat bagaimana kabar mu dan istri mu? kenapa baru datang? kau tahu putri mu itu sudah melahirkan, beberapa bulan lalu." Cecar tuan anggaranaya, Mereka saling memeluk menghilangkan rasa rindu tak berjumpa.


"Kami baik, Oh ya dimana putramu? kami ingin menanyakan kabar dia dan putri juga cucuku." Tanya anantha papa Meyra.


"Kau benar telat, kenapa harus kesini ingin menanyakan nya. lebih baik langsung ke rumah menantu ku saja jika ingin tahu kabar nya." Kesal tuan anggaranaya terduduk di kursi kebesaran nya karena merajuk.


"Kebiasaan banget." anantha menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat lamanya sama seperti waktu kecil masih begitu manja padanya.


"Ya sudah kalau tidak ada pekerjaan mu, kita pergi bersama - sama." Tawar mama Nayra yang tidak sabar bertemu dengan putrinya juga cucunya.


"Ayo." Ucapnya yang sudah berdiri didepan pintu saja.


"Loh sejak kapan.."


"Ayo, gak usah banyak tanya keburu malam." Ucap tuan anggaranaya terlebih dahulu keluar dan diikuti mama Nayra dan tuan anantha.


••


"Mey ayo cepetan turun nak! Ada yang datang!"


Tokk...tokkk...tok...


"Mey kamu didalam kan nak!!" teriak mama Delia yang mengetuk pintu Meyra berkali - kali.


"Ya ma! sebentar lagi, masih pakaian megaretha popok ma!" teriak Meyra dari dalam.

__ADS_1


"Ya udah cepetan kebawah setelah itu!"


"Ya ma!"


Setelah selesai, Meyra turun kebawah dengan megaretha digendongan nya.


"Ma ada apa sih manggil Mey?!" tanya Meyra berjalan kearah nya.


"Mey!"


Mulut Meyra seketika mengangga melihat siapa yang ada dihadapannya.


"Mama! papa!" ucap Meyra saking kagetnya plus bahagia.


Mama Nayra berlari kecil kearah Meyra lalu mengambil Margaretha digendongan Meyra.


"Aduh cucu nenek ini ya? Uh cantiknya. cucu nenek sudah lahir, eh sekarang udah besar aja ya." Mama Nayra mendungsel - dungsel pipi chubby Margaretha yang hanya menggerakkan jari - jarinya dan tertawa-tawa.


"Mama anakmu itu disini! katanya kangen tapi kenapa Mey nya gak dipeluk dulu! malah cucunya!" cibir Meyra yang mengira sang mama akan memeluk nya.


"Tapi papa juga kangen sama kamu!" Tuan anantha yang sudah berada disampingnya memeluk putri tercinta nya dan mencium kening putri nya dengan penuh kasih sayang.


"Nah ini baru dia, kalau mama kayaknya gak deh, cuma kepengen ketemu cucunya aja." Ucap Meyra memandang mama Nayra tidak peduli hanya sibuk mengajak cucunya bercanda.


"Gak papa yang penting mamamu senang." Ucap tuan anggaranaya yang tiba - tiba sudah muncul disampingnya.

__ADS_1


"eh papa sejak kapan ada disini?"


"Gak usah mending kamu duduk aja dulu, papa mau keruang kerja sebentar."


"Nat kamu bergabunglah bersama mereka dulu, aku keruang kerja sebentar." Ucap anantha menepuk pundak sahabat nya lalu berjalan pergi.


"Eh iya dimana Angga, kok ngak kelihatan?" tanya tuan anantha yang tidak melihat menantunya sama sekali.


Meyra hanya terdiam dan menundukkan kepalanya menahan air mata nya seakan akan pecah lagi setiap kali mendengar nama itu.


Mama Delia hanya tersenyum mengelus lembut pundak menantunya, tahu apa yang dirasakan menantunya.


"Angga sedang sibuk beberapa bulan ini diluar negeri, sebentar lagi dia pulang kok. hanya tunggu kabar saja." Ucap mama Delia terpaksa berbohong.


"Ma, pa, Mey ke halaman belakang sebentar ya. " Pamit Meyra berlari ke arah pintu belakang menuju halaman belakang rumah yang luas.


Karena biasanya Meyra sering kesana hanya untuk menenangkan diri.


"Meyra kenapa Del?" mama Nayra menatap kepergian putri nya terburu buru.


"Entahlah. Mungkin penyebab rindu karena mendengar nama Angga."


"Mengherankan seperti ada yang disembunyikan." Batin tuan anantha.


••

__ADS_1


__ADS_2