
selama 30 menit menunggu kedatangan dokter akhirnya dokter yang ditelpon Naura sudah sampai dan mulai memeriksa Meyra didalam. Sementara Naura dan Calvin berada diluar pintu kamar Meyra karena perintah dari dokter untuk menunggu pasien diluar.
Sambil menunggu Calvin pun menelpon seseorang. "Hallo..?" Ucapnya dari balik ponsel.
"Dengan siapa ya..? jika tidak hal yang penting, jangan menelpon saya lagi" Ucap seseorang dari balik ponsel suaranya begitu sangat dingin.
"Nih bocah ternyata dingin bat kayak kulkas 17 pintu..." Gumam Calvin dalam hati.
"Apa kamu masih mengingat saya Calvin dosen Meyra yang saat beberapa Minggu yang lalu itu.. datang kerumahmu saat acara pernikahan mu." terang Calvin.
"Oh ya saya masih mengingat memang ada apa kamu menghubungi saya.. tidak menanyakan tentang Meyra kan? kalau itu saya tidak tahu."
"Bukan itu Meyra ada dirumah saya sekarang keadaan nya Meyra pingsan.." Ucap Calvin.
"Apa!!" Angga terlonjak dari kursi kerjanya dan berdiri dari tempat nya.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya akan kerumahmu, cepat kirim lokasinya lewat wa saja." Ucap Angga ia menutup telponnya begitu saja dan mengambil jaket yang melekat di kursi kerjanya dan berlari kebawah.
Sementara mama Delia yang mengetahui itu memangil putranya berkali - kali sampai ia mengejarnya keluar pintu tapi ia tidak peduli lanjut menancap gas mobilnya ke tempat tujuan.
••
"Bagaimana dok... keadaan nya.?" Tanya Calvin mendekati dokter yang kini sudah berada diluar kamar Meyra.
Naura langsung saja masuk kedalam, ia ingin melihat keadaan Meyra karena ia sepupu Meyra jadi ia adalah sosok perempuan yang begitu khawatir terhadap Meyra.
"Keadaan baik - baik saja, ia hanya perlu beristirahat yang cukup dan makan - makanan bergizi... tapi boleh saya bertanya?" Ucap dokter itu ragu ia tidak mau mengatakan bahwa Meyra sedang berbadan dua karena ia tidak ingin menjadi salah paham.
"Apa anda suaminya..?" tanya pak dokter ragu.
"tidak, saya temannya.." Jawab Calvin yang mendapatkan tatapan dari Naura yang berada didalam kamar masih mendengar. perbincangan diantara mereka karena pintu kamar itu terbuka lebar.
__ADS_1
"Seperti nya anda harus segera memberitahukan suaminya bahwa istri nya sedang mengandung dan usia kandungan nya baru dua hari." terang dokter.
"Mengandung..?" ucap Calvin ia membeku dan kini menatap kearah Meyra yang terlihat jelas dari luar terbaring di atas ranjang tempat tidur dengan ditemani Naura mengelus rambut nya.
"Iya, dan ini vitamin obat agar bayi selalu dalam keadaan sehat..." ucap pak dokter memberikan beberapa resep obat khusus untuk Meyra.
"Kalau begitu saya permisi dulu.." Ucap pak dokter berlalu pergi meninggalkan Calvin hanya terdiam membeku.
Sementara Angga beberapa jam perjalanan menempuh ke mansion Calvin yang telah dikirimkan Calvin lewat wa kini telah sampai.
"Ini beneran rumahnya..?" Gumam Angga dalam hati dengan cepat ia membuka pintu mobilnya dan berjalan memasuki mansion yang lumayan mewah itu dan berhenti tepat didepan pintu menekan bell rumah itu.
Benar saja selang beberapa detik seseorang telah membuka pintu itu dan itu adalah Calvin.
"Ayo silahkan masuk.." Ucap Calvin membuka pintu itu lebar - lebar.
__ADS_1
"Dimana Meyra cepat katakan..?" Angga menarik kerah kemeja milik Calvin, kali ini ia dipenuhi dengan kegelisahan dan kekhwatiran.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️