
"Kenapa semuanya memandang ku seperti itu." Ucap Gea kini ia mengingit kukunya karena semua orang memandang nya dengan wajah yang bertanya - tanya.
"Ak---u kekamar dulu. selamat istirahat semuanya." pamit Gea berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya dengan ketakutan.
••
"Angga kamu ajak istri mu istirahat ini sudah malam... dan kalian Andre juga Calvin sama Naura kalian sudah Tante siapkan kamar kalian istirahat juga didalam kamar." titah mama Delia.
"Iya ma." Jawab Angga menarik lengan Meyra untuk ikut bersama nya.
setelah didalam kamar.
Angga membaringkan tubuhnya diranjang tempat tidur nya yang kini sudah tertata rapi dengan dipenuhi bunga kelopak mawar merah di ranjang tempat tidur nya.
"Cepat sana ganti bajunya." titah Angga melihat Meyra hanya berdiam diri tepat didepannya.
Meyra menuruti kata - kata pria yang ada dihadapannya itu dan berlalu menunu kamar mandi untuk membersihkan diri.
Rasanya Meyra malam ini ingin berendam didalam bahtup yang sudah terisi dengan air hangat. Dengan cepat ia ingin membuka gaun yang baginya sungguh kebesaran ditubuhnya itu tetapi sangat susah untuk membuka resleting gaun yang ada dibelakang nya.
"Aduh masa harus minta bantuan dia sih?" Gerutu Meyra. Dengan langkah terpaksa ia keluar lagi menemui Angga untuk meminta bantuan.
"Ada apa?" tanya Angga yang mengetahui maksud kedatangan Meyra.
"Tolong bantu bukain resleting gaun ini." Ucap Meyra dengan tersenyum menampakkan gigi putih nya.
__ADS_1
"sini, aku bantu..." Ucap Angga menyuruh gadis itu untuk mendekat kearah nya. Ia sangat malas sekali harus berjalan meski begitu dekat.
Kini tangan Angga sudah berada tepat dibelakang punggung Meyra ingin menarik resleting gaun itu.
"Tunggu!" Seru Meyra berusaha membalikkan badannya menghadap kearah pria yang ada didepannya saat ini.
Angga mengerutkan keningnya, "Tutup matamu terlebih dahulu, aku tidak mau tubuhku ini ternodai oleh matamu itu." Sarkas Meyra dengan mata tajamnya.
"Iya bawel banget, cepat hadap sana." Angga membalikkan tubuh Meyra membelakangi nya.
setelah selesai resleting gaun itu terbuka dan menampakkan punggung mulus Meyra yang ditutupi oleh setengah tanktop membuat Angga menelan salivanya seakan tangan itu ingin menyentuh tubuh yang mulus itu.
"Angga kenapa kamu lama sekali sih? sudah atau belum?" tanya Meyra yang sedari tadi menunggu jawaban dari Angga.
tapi Meyra tidak mendapatkan jawaban satu patah katapun dan ia membalikkan badannya kembali.
"Kalau iya kenapa? lagian kita kan sudah menjadi suami istri." Angga menyunggingkan senyum nya.
"Dasar pria mesum." Ucap Meyra menaikkan gaunnya dan berlari cepat menuju kamar mandi.
"suatu saat nanti aku bisa menyentuh tubuh mu itu. lihat saja nanti, aku akan pelan - pelan membuatmu jatuh cinta kepada ku." Gumam Angga dalam hati dengan tersenyum kecil berlalu masuk kesebuah ruangan yang ada didepan kamar nya.
Selepas Meyra berendam selama beberapa menit. Ia kini keluar dari kamar mandi dengan tubuh nya sudah dibaluti dengan pakaian lengkap dan handuk melilit pada rambutnya yang begitu basah.
"Dimana dia?" tanya Meyra pada dirinya sendiri tidak mendapati Angga disana, kosong tidak ada siapapun.
__ADS_1
"Ah biarkan sajalah. emang aku pikirkan" Ucap Meyra duduk dimeja rias menggunakan beberapa skincare rutin malamnya.
Setelah itu ia mengeringkan rambut nya dan mengikat rambutnya dengan gaya pelintir samping. lalu lanjut merebahkan tubuhnya sejenak di ranjang tempat tidur dan membuka isi ponsel nya sejenak.
Disana begitu banyak pesan masuk dari nomor yang tidak dikenali.
"Apa ini?" Ia mencoba membuka nya.
✉️Hai kau masih mengingatku devra teman SMP mu?
✉️aku tahu kamu terluka karena aku tidak membalas pernyataan cintamu kan?
itu isi pesan yang ia baca.
"Astaga apa dia sudah ngak waras apa?" Seru Meyra menaruh ponselnya lanjut untuk tidur.
"kamu mengataiku ngak waras?!" seru seseorang yang tiba - tiba masuk kedalam kamar.
•
•
•
•
__ADS_1
•
Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih.