Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 15


__ADS_3

***************


Sementara itu diperusahaan tuan anggaranaya mereka sibuk saling bertukar cerita, sampai akan lupa dengan apa yang akan mereka perbincangkan.


"Oh ya, saya sampai lupa bagaimana dengan putra anda.. dimana dia sekarang?" Tanya Pa anantha yang duduk saling menghadap itu.


Mereka ada di kantin perusahaan, sebenarnya sejak awal beberapa Minggu yang lalu pa anantha sudah merencanakan ini semua sebuah pertemuan nya dengan tuan keluarga anggaranaya. Tetapi karena taun anggaranaya sibuk dengan pekerjaan nya, membuat nya lupa akan kedatangan sahabat lamanya itu dan memutuskan untuk saling bertemu diperusahaan nya saja.


"Eh iya, putra saya sedang ada urusan diluar negeri.. biasa pekerjaan anak muda jaman sekarang lah..." Jawab tuan anggaranaya.


"Owh, apa kamu masih ingat perjanjian kita setahun lalu..apa kamu sudah memberitahukan pada putra mu tentang perjodohan anak kita?" Pa Anantha mengingat akan perjanjiannya yang telah disepakati setahun yang lalu.


Sebetulnya beberapa tahun yang lalu perusahaan tuan anggaranaya hampir mengalami kendala, untungnya sahabat nya itu pa Anantha mau membantunya mengeluarkan dana untuk perusahaan nya yang mengalami kerugian lumayan besar dan saling berjanji sebagai imbalannya bahwa diantara kedua anaknya nanti akan dijodohkan.


tuan anggaranaya menepuk jidatnya, "Astaga saya lupa.. tapi nanti saya akan menghubungi putra saya untuk meminta persetujuan.." Jawab tuan jagaranaya tanpa berpikir secara langsung.


"Bagaimana dengan putrimu? apakah dia setuju?" Tanya tuan jagaranaya balik.


"Tenang saja dia pasti setuju,," Jawab pa Anantha.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu saya pulang dulu, seperti nya istri saya menunggu dirumah cukup lama.. takutnya nanti—"


Ia bangun dari tempat duduknya dan saling menjabat tangan, tidak lupa saling berpelukan.


"Baiklah aku pergi dulu... salam juga sama istri mu dan putrimu,," Tuan anggaranaya membalasnya dengan anggukan dan senyuman.


*****************


Didalam ruang tamu Meyra hanya menundukkan kepalanya takut melihat sosok pria yang dihadapannya itu yang terlihat memiliki tatapan datar itu. Sekarang mereka hanya berdua saja Disana. Tetapi dilihat - lihat Meyra pernah lihat lelaki itu, tetapi ia lupa.


"Ekhem.. ada apa bapak memanggil saya?" Meyra mulai membuka suaranya yang sedikit canggung.


"Kalau berbicara itu lihat orangnya bukan menunduk,," Sahut Angga dengan tatapan dinginnya.


Angga Mengerutkan keningnya, "Kenapa?" tanya Angga heran. Ini pertama kalinya ada seseorang wanita yang bersikap tak acuh terhadap nya.


"Itu ngak baik buat saya pak, karena saya seorang wanita apalagi kita sedang didalam kamar hotel.. itu tidak baik." Jawab Meyra dengan begitu polos dan ketakutan.


"bisa kamu jangan panggil saya pak..? panggil saja saya tuan.." Ucap Angga kesal.

__ADS_1


"Baik pa... eh tuan," jawab Meyra singkat.


"Oh ya, saya menyuruh kamu kesini ada sesuatu ingin katakan... kamu masih ingat dengan saya kan?"


"Saya ngak tahu tuan,, saya saja tiba - tiba ditelpon tuan.." Jawab nya dengan polos.


"Ck.. gimana kamu ngak mengenali saya, kamu saja menundukkan kepala.. apa saya begitu menyeramkan bagi kamu?"


Meyra tersentak, ia memberanikan diri nya untuk menatap wajah pria itu. Ia begitu kaget pria itu— Ah ya lelaki yang pernah memperkosanya. Tetapi wajah nya kurang begitu jelas, karena Meyra tidak menggunakan kacamata nya ia rabun dekat jika tidak menggunakan kacamata nya. Tetapi suara itu— sangat ia begitu kenal.






__ADS_1



Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️


__ADS_2