Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 13


__ADS_3

Mansion milik Meyra


"Ini rumahnya kak," Mereka sudah berada didepan rumah Meyra. Tetapi mereka tidak masuk hanya saja tetap memandang rumah megah itu dari dalam mobil.


Kini Mata Angga menatap kearah jalanan lainnya dengan begitu datar.


"Kamu turunlah,"


"Kakak tidak turun juga, kenapa harus aku? bukannya kakak ingin dikenalkan dengan teman ku..." Ujar Gea sudah keluar dari mobil dan menutup pintu mobil itu dan hanya kaca yang terbuka dari balik mobil.


"Cepat jalan pak... kehotel tujuan," perintah Angga tanpa menjawab jawaban Adiknya.


"Baik tuan," Jawab sopir pribadi khususnya disana.


"loh kak, kakak! kakak mau kemana!" Teriak Gea berusaha ingin mengejar nya tapi sudah terlambat mobil itu lebih cepat darinya.


"Ada apa dengan nya sih?" Gea begitu cemberut dengan sikap kakaknya kadang - kadang dingin dan kadang kadang lembut kayak Mamanya, menyebalkan!


"Kamu sudah pulang dari apotik," Sahut Meyra tiba - tiba muncul dari balik pintu. Meyra melihat nya sedari tadi dan ia tahu siapa laki - laki tadi itu.


"Eh, Mey... iya a..ku baru saja sampai," Jawab Gea gugup.


Meyra menyilangkan kedua tangannya diatas perutnya. "Aku tahu kamu sedang tidak ke apotek..." Tebak Meyra.


"Ayo kita masuk diluar udaranya panas, nanti kamu bisa hitam..." Canda Meyra sedikit terlebih dahulu masuk kedalam rumah nya.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada didalam kamar Meyra, Gea menundukkan kepalanya merasa bersalah karena telah membohongi Meyra.


"Duduklah," Ucap Meyra menepuk kursi yang ada di bilik balkon kamarnya menapaki jalan raya dan gedung - gedung menjulang tinggi dari atas kamarnya.


Setelah Gea duduk disampingnya, "Kalau boleh aku tahu siapa pria tadi itu?" Tanya Meyra menaikkan sebelah alisnya.


"Dia kakak aku," Jawab Gea.


"Oh jadi pria itu kakak mu, apa kamu tahu pria itu yang telah merengut keperawanan ku...?" Tanya Meyra kembali.


"Ya, aku tahu..." Gea mengangkat wajahnya memberanikan dirinya menatap Meyra meskipun demikian, Meyra menatap nya dengan penuh selidik. "Maafkan aku Mey... aku sebenarnya menutupi ini karena... aku ngak mau kamu membenciku karena aku adek dari seorang pemerkosaan... maafkan aku," Ucap Gea dengan mata berkaca - kaca.


Meyra melihat ekspresi Gea membuat nya ingin tertawa dengan tingkah ketakutan nya terhadap nya.


"Ah, jadi kamu ngak benci kamu gitu?" tanya Gea masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Meyra.


Meyra menggenggam tangan Gea dengan begitu erat dan kini mereka duduk berhadapan.


"Gea meskipun kamu adalah adik dari pria yang telah merenggut kesucian ku, bukan berarti aku akan membencimu ataupun pria itu... aku sekarang sadar mungkin ini sudah jalannya bahwa aku dan pria itu adalah takdir dan dipertemukan oleh tuhan seperti ini," Jelas Meyra.


"Makasih Mey, aku senang banget punya teman yang begitu memiliki sifat lemah lembut seperti mu..." Gea memeluk Meyra dengan begitu erat.


"Sama - sama..."


Dreeet... dreeet... ( suara ponsel milik Meyra berbunyi)

__ADS_1


Mereka segera melepaskan pelukan nya dan Meyra teralih mengambil ponselnya.


"Tunggu sebentar,"


"Nomor tidak dikenali?"


Meyra takut untuk mengangkat tetapi ia mencoba memberanikan diri untuk mengangkat telpon itu.


"Kamu datanglah ke sebuah hotel yang aku kirimkan disebuah pesan... jangan menunda waktu."


Suara pria itu menegaskan nya dan Ponsel itu mati begitu saja.


"Siapa dia? kenapa suaranya begitu tidak asing?" Batin Meyra ketakutan.







Jangan lupa like jempolnya dan dukung terus karya aku sekian terima kasih banyak ❤️

__ADS_1


__ADS_2