
Setelah berjam - jam Angga menunggu Meyra belum juga bangun dan membuat Angga merasa semakin sedih dan pikiran nya kacau.
Ia menggenggam tangan Meyra dan menyematkan nya di sela - sela jemarinya dan menciumnya dengan lembut.
"Mey cepatlah sadar, tolong maafkan aku. Aku salah terhadap mu. tolong bangunlah Mey, aku harap kamu memaafkan ku setelah kamu bangun." Ucap Angga kini tangannya menyentuh rambut hitam Meyra dengan lembut.
Plak
Angga terkejut saat tangan nya di tampar dengan keras oleh meyra.
"Mey! Mey kamu sadar?" Angga yang terkejut langsung memanggil dokter.
Setelah Angga memanggil dokter dan memeriksanya.
"Bagaimana dok?" tanya Angga.
Dokter tersenyum, "Dia baik - baik saja, kau tidak perlu khawatir dengan keadaan nya. hanya saja ia masih sedikit lemah saja." Ucap pak dokter.
"Ah syukurlah kalau begitu."
"Kalau begitu saya permisi."
"Baik dok."
__ADS_1
"Mey kamu tunggu dulu disini aku akan menelpon mama dulu. pasti dia akan senang mendengar kabar ini." Ucap Angga berlalu keluar menutup pintu kamar Meyra dan menelpon mamanya.
Sementara Meyra hanya binggung menatap pria didepannya itu.
Setelah mendapatkan kabar bahwa menantunya telah siuman, mama Delia, tuan anggaranaya dan Gea berbodong - bodong menuju kerumah sakit lagi dengan wajah begitu senang tidak seperti sebelumnya.
"Mey kamu sudah sadar sayang?" mama Delia mengelus rambut menantunya dengan lembut.
"tante, dia siapa?" tanya Meyra telunjuknya mengarah kearah Angga pria yang ada dihadapannya itu.
Mama Delia menatap Angga sekilas, "Ya dia suamimu Angga siapa lagi? masa kamu lupa." Ucap mama Delia sedikit tertawa.
"suami? perasaan Mey ngak pernah nikah deh sama dia." Ucap Meyra mengingat- ingat sesuatu.
Mama Delia mendengar kata - kata Mey 'lupa' menatap kearah suaminya, Angga dan Gea bergantian mereka begitu syok mendengar nya.
"Ini ngak mungkin!" seru Angga, ia berlari keluar mencari dokter yang menangani nya barusan.
"Mey kamu benar - benar amnesia? kamu ingat nama aku kan?" tanya Gea. Ia tidak percaya bagaimana mungkin hanya sekedar tertidur beberapa hari langsung amnesia? apa itu tidak mengherankan baginya.
"Gea kan. teman aku." Jawab Meyra.
"lah kok dia bisa ingat namaku sedangkan kak Angga enggak." ucap Gea heran.
__ADS_1
"Kalau mama, sama papa." Tanya mama Delia sekali lagi menatap kearah suaminya sekilas.
"Mama, papa?" Pikir nya.
"Tante delia sama om raya." Jawab Meyra.
mama Delia bertambah syok lagi mendengar jawaban Meyra bahwa ia mengatakan Tante dan om. Bukan mama dan papa.
Beberapa menit kemudian Angga datang dengan pak dokter yang memeriksa nya barusan.
Setelah diperiksa.
"Bagaimana dok? Apa benar dia amnesia?" tanya Angga kepada pak dokter.
"Dia tidak amnesia."
"Lah, tapi kenapa dia tidak mengenal saya hanya sekedar mama dan papa juga adik saya diingat?" tanya Angga heran.
"mungkin akibat banyak beban pikiran nya. Anda hanya perlu bersabar saja mungkin nanti disaat dia mulai membaik pasti dia akan mengenal anda." Ucap pak dokter dan diakhiri dengan senyuman.
"Saya permisi" ucap dokter berlalu pergi.
"Emang ada kayak gitu?" gumam Angga heran. Ini baru pertama kalinya ia menemukan seseorang hamil keguguran langsung disaat siuman amnesia?
__ADS_1
"tuh dengar, apa kata dokter kamu perlu bersabar mungkin Mey butuh daya pikiran yang kuat, mungkin dia sedang stress memikirkan kematian bayi dalam kandungan nya." Ucap mama Delia. Ia kini merasa lega untung saja Meyra tidak amnesia, jika iya apa yang harus ia katakan pada kedua orang tua Meyra.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️