
Keesokan nya.
Keluarga itu sedang berkumpul diruang makan, tidak ada percakapan diantara mereka. Hanya saja suara garpu dan sendok yang berbunyi.
"ekhemm." Mama Delia berdehem. Ia sengaja melakukan nya.
"hmm.. Mey, bagaimana hasilnya?" tanya mama Delia menghilangkan diantara kecanggungan keluarga itu.
"ehm, hasilnya---" Mey memotong pembicaraan nya menatap kearah Angga dan membisikkan sesuatu padanya.
"Apa yang harus aku katakan." tanya Meyra.
"Bilang saja hasilnya negatif," jawab Angga.
mama Delia menatap menantunya dan Angga secara bergantian penuh tanya.
"Bagaimana Mey?" tanya mama Delia kembali.
"Hasilnya negatif ma." Meyra berucap pelan. Mama Delia merasa kecewa mendengar nya. bahkan tuan anggaranaya yang mendengar nya saja hanya tersenyum melihat raut wajah istri nya.
"Sudahlah ma, jangan terlalu dipikirkan. nanti jika sudah waktunya pasti mereka akan diberikan keturunan mama tunggu saja." Ucap tuan anggaranaya.
"Iya ma, apa kata papa benar tunggu aja dulu." Gea ikut menyahuti membuat mama Delia semakin sedih.
__ADS_1
"Kamu itu ikut campur saja!" seru Angga kepada adiknya.
"Biarin suka - suka aku. blek." Ledek Gea sedangkan Meyra hanya menggelengkan kepalanya dan diam - diam tersenyum.
"Baiklah, mungkin bukan waktu nya." Lirih mama Delia Melanjutkan makannya.
"Mama tenang saja waktu nya sebentar lagi mama tunggu saja." Ucap tuan anggaranaya menatap ke arah putranya.
"Kenapa papa bilang kayak gitu." gumam Meyra dalam hati.
••
seusai sarapan Meyra kembali kedalam kamar nya, ia bersiap - siap akan keluar pagi ini karena ada sesuatu yang harus ia hadiri.
"Mau kemana?" tanya Angga yang baru muncul dari pintu masuk kamar. Ia mendapati Meyra telah berdandan cantik menggunakan dress berwarna biru selutut dengan rambut digerai kebelakang dan hiasan bando pada kepalanya. Dan tidak lupa memoles dengan sedikit makeup diwajahnya.
"Siapa yang gizinin?" tanya Angga kini ia sudah duduk disofa dengan menyilangkan kedua kakinya.
"Ngak ada tapi ini kemauan aku. emang ngak boleh pergi?" ucap Meyra.
"Engak boleh. kamu harus diam dirumah."
"Pokoknya aku harus pergi, ini penting oke." Ucapnya polesan terakhir nya parfum lalu dengan cepat ia mengambil tas selempang nya dan keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Hey tunggu!" teriak Angga mengejar Meyra dan sesampainya dibawah.
"Mey aku akan ikut." teriaknya.
"Terserah!" seru Meyra. "Ayo ge kita pergi." ucap Meyra menarik lengan Gea yang sudah menunggu nya dibawah. Ia juga ikut karena ia juga masuk kedalam undangan itu.
Dengan terpaksa Angga mengikuti mereka pergi meski harus menggunakan pakaian biasanya yang terbilang casual. Itu pakaian sehari-hari nya dirumah.
"Mereka akan kemana sih?" tanya Angga pada dirinya sendiri. Ia fokus menyetir mobil nya dan mengikuti kepergian mobil Gea.
Sesampainya.
Dalam perjalanan menempuh waktu hanya sekitar 1 jam mereka sudah sampai disebuah villa begitu dikatakan sangat mewah.
Mereka memarkirkan mobilnya di parkiran, mereka memasuki villa itu. Terlihat begitu banyak orang dan semuanya itu teman - temannya.
"Aku gugup nih." Ucap Meyra.
"Sudah biasakan saja. lagian kamu cantik kok nggak kayak aku pakaian nya tomboy banget. pasti kamu akan selalu jadi sorotan mereka." ucap Gea mengandeng lengan kakak ipar nya itu masuk semakin kedalam villa.
Sedangkan Angga baru sampai di parkiran depan villa. Ia kehilangan jejak Meyra dan Gea. Ia keluar dari dalam mobilnya.
"ah sial, kemana mereka pergi nya?"
__ADS_1
"Angga!" teriak seseorang dari kejauhan.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️