
Angga yang baru saja sampai di kediaman nya segera menuju kamar nya. Ia dengan semangat menaiki tangga, "Angga!" seru mama Delia mendapati putranya.
"Eh mama, ada apa ma?" tanya Angga menghentikan langkahnya.
"Ngak ada. oh ya Mey mana? bukannya dia tadi pergi ke kantor sama kamu?" tanya mama Delia heran. Karena tidak mendapati keberadaan menantunya itu ada disana.
"Loh bukannya dia sudah pulang sama Gea." Ucap Angga.
"enggak. Gea aja ngak ada dirumah."
"Astaga tuh anak, pasti dia membawa Mey pergi jalan - jalan. kebiasaan tuh anak." Ucap Angga.
"Ya udah kalau begitu aku ke kamar dulu ma, nanti Angga coba telpon ge. mungkin mereka lagi perjalanan pulang."
"Iya. mama ke kamar dulu." ucap mama Delia.
Mereka kini menuju ke kamar masing - masing. sesampainya Angga didalam kamar nya, ia membuka jasnya yang masih melekat ditubuhnya dan melemparnya kesembarang arah. Menghempaskan tubuhnya lalu merongoh ponselnya mencari nomor ponsel seseorang yang ingin ia telpon.
__ADS_1
Tetapi tunggu dulu, ia tidak sengaja melihat pesan masuk dari seseorang yang ia kenal.
"Debby?" pekiknya.
"Ngapain anak itu mengirim pesan?" gumam Angga dalam hati. Ia membuka pesan itu satu persatu dari pesan beberapa hari yang lalu.
💬Angga aku akan memulai permainan ku. dan aku yakin suatu saat nanti aku akan mendapatkan mu.
Angga membaca pesan itu hanya tersenyum kecut. "Lakukanlah permainan mu aku tidak peduli," Ucap Angga. Ia malah menantang Debby mantan kekasih nya itu.
Ia mencoba membaca pesan beberapa jam yang lalu lagi dan kini matanya membola sempurna mendapati foto begitu membuat nya terkaget - kaget.
"Ini bukan Mey kan? enggak ini pasti editan." Gumam Angga dalam hati. Tetapi ia lebih detail lagi melihat foto itu dan benar saja ternyata itu memang benar Meyra dan ia melihat ada Gea disana juga. Ia begitu kenal pakaian itu, pakaian yang dikenakan Gea. Karena ia begitu kenal banget adiknya, tidak ada didunia ini yang mempunyai pakaian seperti itu.
Ting tong..
tiba - tiba bell rumah berbunyi. Itu Meyra dan Gea,. mereka terpaksa membunyikan bell rumah karena pintunya terkunci dari dalam. Karena pak Iwan yang biasanya menjaga gerbang rumah pulang kampung.
__ADS_1
"Astaga dimana mama? lama amat sih," kesal Gea, ia memencet bell rumah itu berkali - kali.
mama Delia tersadar dan berlari keluar kamar nya menuruni tangga, mendapati putrinya sudah pulang. "Maaf ya, mama tadi ketiduran jadi ngak kedengeran." Ucap mama Delia membuka pintu untuk putri dan menantunya.
"Ya ma, Gea ke kamar dulu." Ucapnya ia terlebih dahulu masuk kedalam.
"mey kamu masuklah ke kamar, Angga sudah ada dikamar sedari tadi." Ucap mama Delia menutup gerbang pintu itu rapat - rapat.
"Iya ma." jawab Meyra ia segera masuk kedalam kamar nya.
Sesampainya didalam ia membuka pintu kamar nya perlahan - lahan.
Tiba - tiba seseorang menariknya dari belakang dan menyodokkan nya di dinding tembok dan sebelah tangannya mecengkal tangan Meyra kebelakang dan satunya lagi mencengkeram dagu Meyra tetapi tidak begitu erat.
"Angga apa yang kamu lakukan?" seru Meyra ia begitu kaget dengan perlakuan Angga terhadap nya.
"Apa yang kamu lakukan diluar hah? oh apa kamu habis bertemu dengan kekasihmu itu?" ucap Angga matanya menatap kedua bola mata milik Meyra dengan tajam.
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️