Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 115


__ADS_3

Rasanya Gea ingin menangis sekarang juga, telah apa yang terjadi padanya lelaki itu menyetubuhi nya. Ia harus melakukan apa sekarang, ia tidak suci lagi. Ini tidak mungkin!


Tidak ada yang harus ia lakukan lagi, semuanya sudah terlambat.


Beberapa orang sudah menyerang kawasan itu dengan menyodongkang pistol ditangannya dan Jeffrey yang mendengar keributan diluar suara perkelahian mencoba keluar tetapi saat ia akan keluar, ia menutup pintu itu lagi rapat - rapat.


"Ngawat apa yang harus aku lakukan?? aku tidak ingin dipenjara." Gerutu Jeffrey dalam hati.


Ia kembali mendekati Gea yang sedang menangis diatas tempat tidur dengan selimut menyelimuti tubuhnya.


"Ayo cepat kita harus pergi dari sini,," Jeffrey menarik lengan Gea keluar dari tempat persembunyiannya.


"aku tidak mau!!" Gea menahan lengannya tidak ingin keluar dari sana dalam keadaan telanjang meski selimut menutupi tubuhnya.


Ya, dimarkas itu ada kamarnya juga.



Malam harinya mama Delia dan lainnya setelah sekian lama mondar mandir diruang tamu gelisah menunggu kabar Gea.


"Angga apa sudah ada kabar dari suruhan keluarga kita tentang adekmu??" Tanya mama Delia.

__ADS_1


"Belum ma, tunggu saja dulu." Jawab Angga. Ia sedang duduk menenangkan istri nya yang juga sedang gelisah.


"Apa kita laporkan pada kepolisian saja?" Ucap mama Delia.


"Jangan ma, aku takut nya nanti orang - orang yang menculik Gea akan melakukan sesuatu pada Gea." Jawab Angga.


Tanpa mereka sadari tuan anggaranaya berjalan kearah nya menenteng tas kerjanya. seperti nya ia baru pulang dari kantor. Ia belum tahu tentang putri nya.


Tatapan tuan anggaranaya mengerut saat tahu istri dan anaknya juga menantunya sedang kumpul tetapi dengan raut wajah gelisah.


"Ma, kalian kenapa??" tanya tuan Anggaranaya.


Angga dan mama Delia juga Meyra menolehkan kepalanya kearah tuan anggaranaya.


"Kenapa raut wajah kalian kayak gitu, apa papa buat kalian terkejut ya?" Ucap tuan anggaranaya dengan ceria.


Angga menundukkan kepalanya tanpa melihat kearah mama Delia. "Sebenarnya itu,,"


"Sebenarnya kami menunggu mas pulang,, aku cuma merasa gelisah aku takut terjadi sesuatu padamu." Potong mama Delia.


"Mama kenapa,,,," Angga memotong kata - katanya melihat tatapan mata mama Delia tajam.

__ADS_1


Ya, tidak mungkin menceritakan semuanya pada tuan anggaranaya, lagi pula ia melihat wajah tuan anggaranaya terlihat ceria sekali. ia tidak mungkin akan melukai hati suaminya begitu saja.


"Oh ya dimana Gea??" tanya tuan Anggaranaya. Ia sedari tadi tidak melihat putri nya ada disana. karena biasanya nempel terus dengan Meyra menantunya.


"Di,, dia dikamar nya katanya mau istirahat, mungkin kecapean akibat kerja kelompok tadi sama temannya." Mama Delia kembali berbohong.


"Oh baiklah kalau begitu papa, ke kamar dulu. mau istirahat juga.. nanti mama nyusul ya." Ucap tuan anggaranaya menaiki tangga itu.


Disaat mama Delia melihat suaminya sudah tidak menampakkan batang hidungnya dari sana. Ia mendekati putranya, "Angga bagaimana ini?? apa yang harus kita lakukan?? papamu bisa curiga lama kelamaan,,"


"Secepat nya kita harus menemukan Gea." Ucap mama Delia tangisnya mulai pecah.


"Angga kamu harus lakukan sesuatu, apa aku saja yang akan mencari Gea." Meyra mulai berucap ingin beranjak dari tempat duduknya.


"Jangan!" seru Angga.


"Jangan macam - macam Mey,, itu sangat berbahaya apalagi kamu sedang mengandung itu tidak baik buatmu." seru Angga.


"Biarkan aku saja yang pergi mencari Gea,, kamu istirahat lah dikamar dan tidurlah"


"Mama juga kembalilah ke kamar,, nanti aku akan kabari jika sudah menemukan Gea." Ucap Angga ia mengambil jaketnya yang ada disofa dan kunci mobilnya yang ada di gantungan ruang tamu.

__ADS_1


"Jaga dirimu Angga,," Ucap mama Delia, Angga hanya menganggukkan kepalanya lalu pergi.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2