Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 96


__ADS_3

"Terima kasih na..."


"Aku antar ke kamar mu.. tidak apa - apa kan, kamu tidur sendiri..?" Naura menuntun Meyra menuju kamar yang akan ia tempati selama semalam ini.


"Tidak apa - apa..."


Kini mereka sudah sampai disebuah kamar tamu yang lumayan luas. "Kamu istirahat lah disini dulu, aku kedapur dulu mau masak sebentar lagi suamiku akan pulang apa kamu tidak keberatan kan ku tinggal?" Ucap Naura.


"tidak...Tapi----" Meyra memotong pembicaraan nya.


Sementara Naura menunggu jawaban meyra yang digantung.


"Tapi apa Mey..?"


"ah, tidak jadi.." Meyra mengelengkan kepalanya.


"aish, kamu ini kebiasaan deh.. bikin orang kepo aja, ya udah aku keluar sebentar.. selamat istirahat." Naura pun keluar dari kamar Meyra.


"Huh (Menghela nafas) besok aku harus tinggal kemana lagi...? aku ngak mungkin akan pulang."


"Angga cuma bisanya bicara manis didepan tapi dibelakang... ya Tuhan cobaan apa lagi ini dalam rumah tanggaku." Meyra menatap kearah langit - langit yang ada dikamar nya, ia tidak bisa mengontrol hati dan pikiran nya hari ini. Rasanya ia tidak ada rasa ingin hidup lagi semenjak Debby menyatakan bahwa anggalah ayah dalam bayi yang ada dikandungnya itu.

__ADS_1


••


Sementara Angga yang kembali ke kediaman menyusul Meyra yang ia kira Meyra kembali pulang. Mobil nya ia diamkan diluar gerbang tanpa memasukkan nya kedalam. Ia keluar begitu saja dari dalam mobilnya dan membanting pintu mobil dengan keras.


"Hey tuan kenapa---"


"ada apa dengan tuan muda ya..?" pak Iwan yang membuka pintu gerbang untuk tuannya itu menatap tuannya yelonong masuk hanya mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Eh anak mama sudah pulang bagaimana kencannya..?" mama Delia berjalan kearah putranya yang tak sengaja berpapasan dengan Angga.


Dan ia baru tersadar tidak ada Meyra disana. "loh sendirian aja, dimana Meyra..?" tanya mama delia clingak - clinguk mencari keberadaan Meyra yang tidak menampakkan batang hidungnya.


"Mengapa firasat ku ngak enak ya..? atau jangan-jangan..." mama Delia membulatkan matanya perasaannya jadi tidak enak, apa mungkin firasatnya tadi pagi beneran terjadi.


"Angga!" teriak mama Delia menyusul putranya.


Angga mendobrak pintu kamar nya, "Mey! Mey kamu ada didalam kan...?" ia membuka pintu kamar mandi karena tidak ada Meyra dikamarnya.


tidak ada siapapun disana kosong, "Lalu kemana dia..?" Angga menggaruk kepalanya yang tak gatal begitu khawatir. Jangan - jangan Meyra kabur lagi, pikir nya.


"Aku harus mencari nya kemana...?" Ia keluar dari kamar mandi dan keluar dari kamar nya. Disana sudah ada mama Delia menunggu nya sembari berkacak pinggang membawa senjata seperti biasanya jika Angga melakukan kesalahan ia akan memukulnya menggunakan sapu lidi itu.

__ADS_1


Dengan cepat ia memukul kaki putranya dengan sapu lidi itu dan Angga memekik kesakitan.


"Aduh ma sakit, ma hentikan.. sakit ma." Angga berusaha menghindar dari cambukan mama Delia.


"Apa yang telah kamu lakukan pada menantu mama Meyra hah! apa kamu memukulnya sampai ia menghilang hah...! cepat kamu cari menantu mama!" seru mama Delia masih memukul putranya itu.


"Hentikan dulu ma, biar Angga cerita dulu.."


Mama Delia pun menghentikan memukul putranya dan kini beralih menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya dan menatap kearah lain, ia tidak melihat putranya karena ia masih marah terhadap putranya itu.


"Cepat katakan!" seru mama Delia.


"Apa yang aku harus katakan, masa jujur sih..." Gumam nya dalam hati.


"Angga! cepat katakan mengapa melamun?!" teriak mama Delia tidak mendapatkan respon dari putranya.


"Eh iya ma itu gara - gara aku difitnah menghamili Debby... kekasih ku." Ucap Angga keceplosan.


"Apa!!!" teriak mama Delia tepat didepan wajah putranya.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️

__ADS_1


__ADS_2