
Meyra merasa gelisah, ia tidak bisa tidur berkali - kali ia menatap ponselnya menunggu telepon dari suaminya. Ia mencoba juga menelpon suaminya tetapi tidak kunjung ada jawaban sama sekali.
"bagaimana ini? ini sudah pukul 2 pagi kenapa Angga belum juga menelpon ku??"
"Apa terjadi sesuatu pada nya?? ah tidak - tidak semoga dia baik - baik saja." Meyra mengigit kuku nya menghilangkan rasa gelisahnya.
Sampai selang beberapa jam kedepan ia tertidur dengan pulas.
••
"bagaimana apa kalian sudah menemukan nya??" tanya Angga pada beberapa suruhan nya.
"Belum tuan, saat kami akan mendobrak pintu markas nya. Nona gea telah dibawa kabur oleh pria itu." Ucap salah satu suruhan nya dengan menundukkan kepalanya.
"Apa!! benar - benar yah kalian itu tidak becus menjalankan tugas!" seru Angga dengan kepalanya semakin pusing. Sampai pagi ia belum juga menemukan adeknya Gea.
"Maaf tuan,,"
"Bagaimana ini?? aku harus mencari nya kemana lagi??" Gumam Angga dalam hatinya.
Ia sudah merasa putus asa, apalagi dengan beberapa suruhan tidak bisa digerakkan lagi.
"Kalian lanjutkanlah saja pencarian nya. Ingat kali ini jangan sampai kehilangan jejak nya lagi mengerti." Tegas Angga.
__ADS_1
"Baik tuan,,"
Angga pun masuk kedalam mobilnya dan ia membanting setir nya.
"Ah sial, sial!" Geram nya.
"Aku tidak becus menjaga adekku sendiri!" seru Angga.
"Kira - kira dia sudah makan atau belum??" Gumam Angga dalam hati. Raut wajah nya seakan ingin menangis lagi.
•
Dikediaman algara
"ma! pa!!!"
"Astaga daf, kamu bawa siapa?? kenapa bisa pingsan begini?? apa yang kau lakukan gadis ini??" pertanyaan itu terlontar dari mulut mama Sonya.
"Jangan bilang kamu berulah lagi!" seru papa algara.
Dafa membaringkan gadis itu ia tidak peduli dengan perkataan mama dan papanya karena tadi saat ia menemukan nya dijalan suara detak jantung nya tidak terasa dan ia kembali memeriksa nya dan masih ada.
"Oh syukurlah." Lega Dafa.
__ADS_1
"Dafa! kenapa tidak jawab pertanyaan mama?!" geram mama Sonya tidak mendapatkan jawaban dari putra sulungnya.
"Dafa tidak seperti itu mam, Dafa tadi menemukan nya dijalanan sedang pingsan. itu sebab nya Dafa membawa nya kerumah." Ucap Dafa penuh penekanan.
"Ini den Dafa minyak kayu putih, biar dia bisa siuman." Bi lestari menyodorkan minyak kayu putih itu pada Dafa. Tadi saat Dafa teriak - teriak bi lestari mendengar nya dan melihat itu semua buru - buru mencari minyak kayu putih kedalam kamar nya.
"Makasih bi."
Papa algara menatap wajah gadis yang masih pingsan itu secara detail dan itu mampu membuat Dafa merasa heran.
"Ada apa pa? kok natapnya kayak gitu??" tanya Dafa.
"enggak. cuma papa ngerasa pernah lihat gadis ini saja ? tapi papa lupa dimana?"
"Ma, mama inget ngak??" papa algara malah bertanya pada istri nya.
"Mana mama tahu kok nanya sama mama." mama sonya mengangkat kedua bahunya.
Setelah bermenit - menit menunggu dan pada akhirnya gadis itu terbangun dari pingsannya. Ia menatap sekeliling nya dan melihat orang yang sedang berada disekitar nya dengan binggung.
Ia baru ingat sekarang, ia terbangun dari tidurnya dan mengubah menjadi duduk. "Tubuhku??" seru nya. Ia menatap tubuh nya ternyata menggunakan pakaian lengkap.
"Oh syukurlah." Gumam Gea dalam hati.
__ADS_1
"Ini minumlah," Dafa memberikan Gea air minum yang diberikan oleh bi lestari juga dan membantunya meminum nya.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️