Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 59


__ADS_3

"Apa!" Seru mama Delia.


Meyra memejamkan matanya karena ketahuan. Sedangkan Gea menutup mulutnya dengan kedua tangannya akibat ia berbicara tanpa jeda.


"Aduhhhh nih mulut pakai keceplosan segala lagi!" teriak Gea dalam hati.


"Apa maksudnya ge. Mey...? apa yang benar ni Mey kejepit pintu mobil atau dilukai Angga?" seru mama Delia emosi nya sudah diubun - Ubun.


"Itu... ehm.. itu iya Angga yang gelakuin." Jawab Meyra menundukkan kepalanya. Ia pasrah mengatakan sejujurnya.


"Astaga Angga! apa yang dilakukan anak itu, benar - benar." Ucap mama Delia berkacak pinggang.


"Biar mama hukum dia. Angga keluar kamu! Angga mama mau berbicara dengan mu!" teriak mama Delia dari bawah tangannya sudah mengepal dan akan berjalan menaiki tangga menuju kamar putranya.


"Mama jangan! ma sudah," Teriak Meyra. mencengah mama Delia menaiki tangga.


"Tapi mama harus menghukum nya keterlaluan sekali dia telah mencelakai menantu mama." Ucap mama Delia masih dengan amarahnya.


"Tidak. biar Mey aja, ini salah Mey. bukan salah Angga, aku akan berbicara dengan kepala dingin dengan nya." Ucap Meyra mendudukkan mama Delia kembali ke sofa. Menenangkan pikiran mama Delia.

__ADS_1


setelah Meyra merasa mama mertuanya telah kembali normal. Ia segera pamitan masuk ke kamar nya.


"ge bawa mama ke kamar nya dulu. Mey kedalam dulu ya ma." Pamit Meyra.


••


Di sebuah apartemen.


Brakkk.


Pintu kamar itu dibanting dengan sangat keras membuat lelaki yang sedang sibuk fokus menonton televisi diruang tamu terlonjak kaget. Sehingga membuat nya menyusul gadis itu ke kamar nya.


"Heyyy ada apa? pulang - pulang ngamuk - ngamuk!" seru Jeffrey mendudukkan bokongnya di kasur milik Gebi.


"heyyy aku bertanya kau malah mengacuhkanku!" kesal Jeffrey.


"Biarkan!" teriak Gebi.


"Ayo cerita sama aku, kau itu sedang ada masalah apa?" Jeffrey mendekati tubuhnya pada Gebi mencoba menarik bantal itu dari wajah nya.

__ADS_1


"Aku bertemu dengan kekasih ku dan dia begitu sangat dingin padaku. apakah itu tidak menyebalkan namanya" ketus Gebi dengan memutar bola matanya malas.


"Oh jadi karena kau bertemu dengan nya. hahahaha." Jeffrey menertawai temannya itu.


"tertawa lah. tertawa sepuasnya." Ucap Gebi ia semakin kesal dengan sikap temannya yang selalu menertawai nya disaat ia sedang kesal oleh seseorang.


"Maaf." Jeffrey menghentikan tertawanya, kini ia mulai serius.


"Sudah lah geb untuk apa kau kembali lagi padanya ikhlaskan saja. kau tahu dia sudah memiliki istri."


"Ck... kau tidak tahu apa artinya mencintai dengan tulus jadi jangan perlu menasehati ku dan diamlah, mengerti!" tegas Gebi.


Jeffrey hanya menggelengkan kepalanya dengan sifat keras kepala Gebi yang selalu susah dinasehati.


"Terserah lah. jika sudah sifatnya sekeras batu tidak akan pernah mau dinasehati." Ucap Jeffrey berlalu pergi dari kamar Gebi dan memilih kembali melakukan aktivitas nya yang sempat ia tunda.


"Terserah kau mau bilang apa aku akan tetap memperjuangkan nya." balas Gebi.


Ia memilih mengambil ponselnya dan mencari nomor kontak yang masih ia simpan bertahun - tahun lamanya. Ia mengirimi beberapa pesan.

__ADS_1


💌 Angga kamu tidak akan pernah aku lepaskan, lihatlah apa yang akan aku lakukan suatu saat nanti. agar kamu bisa menjadi milikku.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2