
Setelah bersusah payah menuruni kamar yang terlalu tinggi berada diketinggian lantai dua. Angga sampai juga akhirnya ditaman belakang tepat rumahnya. Tidak ada penjaga setiap sudut bawah hanya saja sekitaran dilantai dua dikamar nya saja.
"Akhirnya, aku bisa turun juga..." Ucap nya, dengan cepat berlari kearah gerbang rumahnya tetapi ia tidak lewat gerbang depan karena banyak yang menjaga disana. Ia melewati gerbang belakang yang ada tepat di samping halaman ia pijaki.
"Ah aku harus mencari taksi pergi dari sini, mana mungkin harus menggunakan mobil.." Gumam Angga dalam hati.
Dengan cepat ia mencari sebuah taksi untuk ia naiki sebelum ada yang mengetahui bahwa dirinya melarikan diri dari rumah. Tetapi tanpa ia sadari salah satu mobil yang tak berada dikejauhan melihat nya.
"Ah itu kan kakak? ngapain dia naik taksi..?" Gumam Gea dalam hati.
"aku ikutin aja kali, lagian aku mau kemana lagi kalau bukan pengen ikutin kakak hihi.." Ucap Gea tertawa jahil.
(Terkadang Gea kalau sedang tidak ada kuliah atau tugas kuliah dan sibuk bersama Meyra selama diindonesia. Ia selalu menguntit kakaknya Angga setiap kali dirinya keluar rumah.)
*beberapa menit kemudian
__ADS_1
Angga mencoba mendatangi sebuah restoran paling mahal dan terkenal yang ada dijakarta. sebenarnya ia sengaja datang kesana karena ia tahu bahwa mantan nya itu Mia pasti ia akan datang kesini bersama kekasihnya. Ia punya rencana baru yang akan ia lakukan.
"Benarkan apa yang aku bilang dia pasti akan kesini.." Saat ia akan masuk kedalam restoran itu ia tidak sengaja melihat Mia bersama seseorang. mungkin itu kekasihnya atau bisa dibilang selingkuhan nya karena yang Angga tahu bahwa pria itulah yang selalu bersama Mia dari anak buahnya yang selalu mengawasi keseharian Mia sementara ia berada di luar negeri.
"Kakak ngapain sih kesini?" Gumam Gea berjalan pelan - pelan mengikuti langkah kakaknya sedikit jauh dengan menutupi wajahnya dengan tas selempang nya.
Brukkkk...
tiba - tiba ia tak sengaja menabrak tubuh seseorang hingga terjatuh. "aw... pantatku sakit banget.." gea memekik kesakitan mengelus pantatnya.
"ngak usah aku bisa sendiri..ngak perlu bantuan dari mu" Ketus Gea berusaha bangun dari lantai.
Ia clingak - clinguk mencari keberadaan kakaknya tidak ada. "Ahhhh tuhkan gara - gara kamu! aku kehilangan jejaknya! ishhh dasar pria menyebalkan!" kesal Gea menghentakkan kakinya melangkah pergi.
Pria itu menatap kepergian gadis itu dengan tersenyum mentah. "Kita bertemu lagi nona manis, mungkin kita berjodoh." Ucap Jeffrey berlalu pergi keluar dari restoran itu.
__ADS_1
"Kakak kemana sih?" ucap Gea clingak - clinguk mencari keberadaan kakaknya yang tak menampakkan batang hidungnya itu.
Disisi lain sudah ribut - ribut salah satu pengunjung saling adu jotos. "stoppppp!" teriak Mia.
"Ini restoran! apa kalian ngak mau dilihat oleh semua orang disini?" seru Mia dengan kemarahan nya sedari tadi kedua pria itu yang tak lain Angga dan Kevin kekasih barunya itu.
Mia menatap sudut bibir kekasih nya berdarah akibat pukulan dari Angga. "Kamu tidak apa - apa kan sayang?" tanya Mia mennyentuh wajah pria nya.
"Dan Angga kamu, aku sudah bilang bahwa aku sudah memutuskan hubungan kita! apa kamu lupa!" seru Mia. Mereka menjadi pertontonan semua orang disana.
"Ya, aku ingat.. tapi kenapa? aku juga butuh penjelasan kenapa kamu malah memutuskan hubungan dengan ku?! aku masih mencintaimu Mia!" Teriak Angga kesabaran nya telah habis.
"Jawaban nya ngak perlu kamu tahu," ucap Mia. "Sayang lebih baik kita pergi dari sini saja." Ucap Mia mengandeng lengan Kevin.
"Ck, aku tahu kamu itu tidak mencintai nya melainkan menginginkan hartanya!! dasar perempuan murahan!! matreee!!!" teriak Angga masih terdengar kedua pasangan itu membuat Kevin ingin marah pada nya tetapi tubuhnya ditahan oleh Mia agar pergi dari sana.
__ADS_1
Jangan lupa setelah membaca like dan vote. makasih