Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 128


__ADS_3

"Loh Angga kamu kenapa ada disini bukannya kamu-----"


"Tidak, aku sedari tadi istirahat diruang kerjaku cuma itu kok." Ucap Angga, ia memeluk pinggang Meyra dan hanya memandang wajah Meyra tajam.


"Kamu bukannya ma----"


"Siapa bilang. aku tidak marah padamu kamu nya saja yang salah paham." Ucap Angga.


Mama Delia hanya tersenyum lega, ia pikir diantara putra dan menantunya sedang bertengkar ternyata tidak.


"Ya sudah kalau gitu kalian istirahat dan tidur,, mama keluar juga mau istirahat." Mama Delia mengusap kepala putra dan menantunya secara bersamaan.


"Ya ma." Angga masih memeluk pinggang Meyra dengan erat.


"Selamat tidur," Pamit mama Delia.


Setelah mama Delia keluar dari kamar. Angga menarik lengan Meyra dan menjatuhkan nya pada tempat tidur.


"Angga apa yang kau lakukan???!" Pekik Meyra.

__ADS_1


Angga menindih tubuh Meyra tetapi hanya separuh nya saja dibagian perutnya tidak karena keadaan Meyra sedang hamil, ia takut baby nya akan kesakitan.


"Apa kamu ingin membuat mama tahu kita sedang bertengkar hah!" Seru Angga menatap mata Meyra tajam.


Meyra yang merasa ditatap seperti itu tidak biasanya yang selalu ceria. "Bu,,,,kan seperti itu." Ucap Meyra takut.


"Sudahlah lebih baik kamu tidurlah." Ucap Angga, ia menjauhkan tubuhnya dari Meyra mengubah posisi nya untuk segera tidur.


Meyra yang merasa sifat Angga sedikit dingin padanya membuat nya hanya terdiam menatap suaminya.


"Kenapa tidak tidur?? cepatlah tidur. Jangan kebanyakan begadang itu tidak baik untuk kesehatan baby." Ucap Angga yang merasa ditatap ia malah membalikkan badannya membelakangi Meyra.


Meyra pun hanya mengubah posisi nya untuk tidur disamping Angga, tetapi dengan posisi Meyra yang menghadap Angga yang membelakangi nya.


"Apa dia masih marah dengan kejadian tadi siang???"


"Tapi kan dia belum bertanya apa - apa padaku... bukannya salah paham seperti ini." Pikir Meyra dalam hatinya.


Tanpa Meyra sadari Angga membalikkan badannya menghadap Meyra dan ia menatap wajah Meyra yang masih terlihat cantik dipandangnya.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit ia tersenyum kecil dan ia mendekati tubuh Meyra dan memeluk tubuh itu dengan sangat erat. Meyra yang belum sama sekali tertidur merasakan itu, hanya terkejut dan menerima perlakuan Angga.


"Kenapa sih kadang dia hangat kadang dia seperti singa betina yang beranak?? uhh Angga aku tidak mengerti dengan sikapmu itu terombang - ambing seperti air laut." Gumam Meyra dalam hati.


tanpa mereka sadari,.sudah setengah jam mereka berpelukan akhirnya mereka masuk kedalam mimpi.


.................


Sementara itu Gea ia sengaja meninggalkan acara itu dan juga Dafa yang kini sibuk mencarinya. Gea sudah berada didalam taksi dengan berurai air mata sampai makeup nya luntur akibat air matanya. dan sopir taksi melihat itu hanya terdiam membiarkan nya untuk menangis mungkin ia sedang patah hati pikir sopir taksi itu.


"Mbak mau diantarkan kemana?? sudah hampir setengah jam berkeliling." Ucap sopir taksi menatap Gea dari kaca mobil.


"Aku lupa lagi tempat mansion aunty. Apa aku pulang saja? tapi----"


"Mbak. kita akan tujuan kemana??" sopir taksi itu memecahkan lamunan nya.


"Kediaman anggaranaya saja tuan." Ucap Gea cepat.


"Baiklah"

__ADS_1


Gea kembali menangis dan hanya menatap kearah jalanan yang masih terlihat ramai meski sudah hampir tengah malam.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2