Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 175.


__ADS_3

"Meyra!"


"Aduh tuh anak, ngapain juga nyamperin Mey segala sih. jadi ber ab nih, aku harus gumpet dimana ya?." Angga menatap kearah semak belukar yang disamping taman.


"Ah gumpet disitu aja."


Meyra yang mendapati suara nya dipanggil, ia menoleh dan mendapati seseorang memeluk nya dari belakang dengan begitu erat.


"Mey aku kangen sama kamu. aku sampai cari kamu kemana - mana, akhirnya tuhan mempertemukan kita juga." Meyra memandang ke arah wanita yang memeluknya itu, seketika tatapan nya yang tadi nya sedih kini menangis bahagia.


"Gea! seharusnya aku yang nanya sama kamu kemana aja selama ini! apa kamu tahu aku menderita semenjak kehilangan mu kamu tahu itu?!" Meyra memandang temannya itu sembari menangis, langsung memeluk Gea dengan begitu erat.


"Maaf. jangan menangis lagi, sekarang kan kita sudah bertemu."


Meyra menghapus air matanya lalu melepaskan pelukan nya. "lalu kamu sekarang masih tinggal di apartemen suamimu?" Tanya Meyra.


"tidak. aku sekarang tinggal dirumah mertua. tapi terkadang aku tinggal dirumah mama."


"Kok mama ngak pernah bilang ke Mey. kalau Gea, sering mengunjungi mama?" Gumam Meyra dengan heran.


"Apa katamu Mey. kamu sering bertemu mama?" tanya Gea yang mendengar gumaman Meyra.

__ADS_1


"mama selalu kerumah setiap hari, malah menginap bergantian sama papa."


"Jadi selama ini mama sama papa bohongi aku dong, pantesan setiap kali untuk cari keberadaan kamu, papa sering beralasan banyak pekerjaan." Gea menepuk keningnya, merasa dibohongi.


"Aku harus minta penjelasan sama papa sekarang juga." Gea menarik lengan Meyra.


"eh ge, kamu mau ngajak aku kemana?" tanya Meyra yang secara tiba - tiba tangannya ditarik menjauh dari tempat tadi.


seketika Gea berhenti dan matanya sibuk mencari keberadaan seseorang.


"Kamu cari siapa ge?" Meyra mengikuti gerakan mata Gea dengan heran.


"kakak kemana ya? tadi ada disini."


"Maksud kamu Angga?"


"Iya. tadi kakak ada disini."


"Ups, aku lupa. aku harus menjaga rahasia ini


" batin Gea dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Bukan mama juga ternyata yang bohongin aku. tapi kamu ge, " tatapan mata Meyra kembali suram, ia melangkah pergi meninggalkan Gea.


"Mey kamu mau kemana?! tunggu aku!" teriak Gea ingin mengejar Meyra.


"Kakak kemana sih?! ah sudahlah mending itu nanti aku harus mengikuti Meyra sebelum kehilangan jejak." Gea mengejar Meyra yang sudah menyetop taksi.


Angga keluar dari persembunyiannya, "Uh syukurlah, aku jadi aman." Angga menghembuskan nafas nya lega.


Ia menggaruk badannya terasa gatal sembari beranjak untuk kembali kerumah Meyra. Ya seperti biasanya, ia sembunyi - sembunyi pulang agar Meyra tidak mengetahui nya.


••


Meyra menatap ke arah jalanan dari kaca jendela yang tertutupi, seketika air matanya menetes.


"Kenapa semua orang membohongi ku, mama, papa, Gea, kenapa mereka semua melakukan itu? Apa karena aku tidak boleh tahu keberadaan suamiku hanya karena Angga sudah menikah dengan Debby itu sebabnya."


"Pasti sekarang Angga sudah bahagia dengan istri barunya, dan memiliki anak. " Batin Meyra, dengan berurai air mata yang mengalir tidak hentinya.


Cittt brukkk..


Seketika mobil taksi rem mendadak membuat tangisannya berhenti. "Ada apa pak? apa yang terjadi?" tanya Meyra yang melihat sopir taksi panik.

__ADS_1


"Maaf mbak. itu ada yang berlari jadi saya tidak sengaja menabraknya."


"Apa? Kalau begitu cepat turun lah, kita harus membawanya kerumah sakit. cepat pak!" ucap Meyra turun dari mobil.


__ADS_2