
Tok.... tok... tok.... (Ketukan pintu terdengar kembali)
"Meyra," terdengar suara papa Anantha memanggil nya dari balik pintu kamar yang masih tertutup rapat.
"Iya pa sebentar" Saut Meyra. Tak lama kemudian Meyra membukakan pintu kamarnya tersebut.
Ceklek
"Ayo masuk pa," Ucap Meyra membuka pintu kamar nya lebar - lebar. Meyra tahu mengapa papanya datang ke kamar nya yang jelas pastinya akan membicarakan tentang perjodohan nya itu.
"Papa mau membicarakan tentang perjodohan yang sempat papa katakan beberapa hari yang lalu. " Ucap papa Anantha.
Demi apapun Meyra sebenarnya begitu berat menerima perjodohan itu. Hatinya masih terlalu terluka akan karena apa yang telah ia alami selama hidupnya. pertama mencintai lelaki seorang dosen yang selalu membuat nya merasa nyaman, kedua mencintai pria yang selalu menjadi bayangnya didalam mimpinya dan pria itu beneran nyata,, selain itu ia mulai mencintai nya dan takut kehilangannya sampai ia berusaha keras ingin membangun rumah tangga bersama suatu saat nanti. Tetapi secara tiba - tiba seseorang merengut semua rencana yang ia susun itu dengan merengut keperawanan nya dan mengandung darah daging dari laki itu. dan kini papanya meminta dijodohkan dengan pria pilihan nya. astaga ini membuat nya SEMAKIN GILA!!
__ADS_1
"Mey, kamu sedang memikirkan apa?" tanya papa Anantha menyentuh bahu putrinya dengan lembut mengakhiri lamunan Meyra yang sedari tadi hanya terdiam.
"Hah, tidak pa.." Jawab Meyra tersadar dari lamunannya.
"Bagaimana apa kamu sudah mengambil keputusan?" tanya papa Anantha. Meyra terdiam sejenak.
"Aku harus berkata apa pada papa? tapi...? aku sudah berjanji pada mama bahwa aku setuju, sedangkan disisi lain aku mencintai pria itu dan tidak mau kehilangan nya.." gumam Meyra dalam hati. Ia begitu binggung dengan semua pertanyaan didalam benaknya.
"Mey, kenapa kamu hanya diam saja? apa kamu menyetujui nya?" tanya papa Anantha kembali.
Senyuman bahagia tertoreh dibibir papa Anantha, ia memeluk putrinya dengan rasa bahagia dibenaknya tanpa memikirkan perasaan putrinya.
"makasih ya Mey, kamu benar - benar pengertian sekali.." Ucap papa Anantha.
__ADS_1
"Ini juga papa lakukan demi masa depanmu, Papa takut jika.. papa sudah tidak ada lagi bersama mamamu, jadi ada yang akan menjagamu." Ucap tuan anantha menatap wajah putrinya dan meneteskan air matanya membayangkan bahwa dirinya sudah tidak ada lagi didunia ini.
"Papa bicara apa sih? papa dan mama tidak akan pernah meninggalkan Meyra. kalian akan selalu dihati Meyra. kalian itu sudah seperti sahabat Meyra yang selalu ada buat Meyra. Meyra ngak akan membiarkan kalian pergi." Ucap Meyra Isak tangisnya mulai pecah dan memeluk sang papa dengan begitu erat. Hatinya semakin teriris, baginya selain mencintai sosok lelaki. kedua orang tuanya lah yang lebih berarti baginya tidak ada yang bisa menggantikan posisi kedua orang tuanya dihatinya. INGAT TIDAK ADA!!
"Sudah, ingat besok kamu harus siap - siap kita akan berangkat ke Indonesia menemui keluarga calon suamimu dan membicarakan tentang resepsi pernikahan kalian." Ucap papa Anantha menghapus air mata putrinya.
"Besok? kita akan pergi besok..?" tanya Meyra seakan - akan tak percaya.
"Iya nak.. kalau kita menundanya papa takut putra teman papa akan berubah pikiran." Ucap papa Anantha.
"Sudah kamu tidurlah, ini sudah tengah malam... selamat malam sayang." Ucap papa Anantha mencium kening putri nya dan menyelimuti tubuh putrinya yang kini sudah terbaring ditempat tidur.
Setelah kepergian papa Anantha dari kamar putrinya, Calvin yang sembunyi dari tadi dari balik tembok dekat dengan pintu kamar Meyra. Tidak sengaja menguping pembicaraan mereka dan begitu kaget mengetahui bahwa Meyra akan DIJODOHKAN...?
__ADS_1
Setelah membaca jangan lupa like dan vote