
Kini Meyra dan Naura sedang dalam perjalanan menuju kerumah Naura untuk mengambil beberapa barang yang belum ia ambil.
Sesampainya didepan rumah.
"Kamu tunggu disini ya Mey, aku ke dalam dulu mengambil beberapa barang." Ucap Naura.
"oke. tapi cepetan ya." Ucap Meyra yang diberikan anggukan Naura.
Saat Naura akan memilih beberapa barangnya di dalam kamar nya, Calvin yang tidak sengaja masuk kedalam kamar nya mendapati dirinya.
"Kamu sudah pulang dari rumah sakit." Ucap Calvin terkejut.
Naura tidak menjawab nya, ia tetap fokus memasukkan beberapa pakaian kedalam kopernya yang super jumbo.
"tunggu bentar, kamu tidak akan pergi dari rumah kan?" Selidik Calvin.
Naura tetap tidak menjawab pertanyaan calvin dan memilih Mendorong kopernya keluar tanpa menatap ke arah Calvin.
"Naura jangan berani kamu pergi dari rumah ini." tegas Calvin dengan menahan lengan Naura.
Naura berdecak kesal, lalu menatap kearah pria dihadapannya yang tidak pernah mengganggap nya ada sekali pun.
"Sekarang aja kamu butuh aku. mending sekalian balik lagi sama mantan istri mu itu. lagi pula jika aku tinggal bersama- sama, kamu ngak pernah mengganggap ku ada."
"Tapi gak kayak gini caranya. bagaimana jika mama kita tahu mereka pasti akan sedih." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Jika masalah itu aku bisa atasi. Kamu tenang saja, lebih baik sekarang, detik ini kita akhiri hubungan suami istri kita. aku pergi." Ucap Naura menghempaskan tangan Calvin dan mendorong koper nya keluar.
Calvin hanya membiarkan Naura pergi begitu saja tanpa mencengah nya sedikitpun.
Naura yang berhenti tepat didepan pintu masuk rumah Calvin, hanya terdiam berusaha menahan tangisnya.
"Dia tidak mengejar ku sedikit pun. itu artinya aku benar meninggalkan rumah ini, dan hubungan ini." Ucap Naura tersenyum kecut.
"Kamu tidak apa - apa Ra?" tanya Meyra yang menghampiri.
"ah Mey. tidak, lebih baik kita pergi dari sini." Ucap Naura mendorong koper nya, membawa masuk kedalam mobil.
Meyra hanya memandang rumah Calvin dengan tatapan penuh kasihan.
"eh iya." Ucap Meyra.
Calvin yang memandang kepergian Naura dari balkon kamar nya hanya tersenyum kecut.
"kenapa jantung ini terasa sakit saat dia mengatakan mengakhiri hubungan ini." Batin Calvin memegang dadanya terasa sakit.
••
Gea yang kini berdiri memandangi rumah mertuanya, yang sejak semalam tidak juga pulang karena menginap di rumah orang tuanya dengan ditemani sang papa.
"Kenapa aku merasa aneh ya. rasanya aku takut datang kesini." Batin Gea memengang dadanya terasa berdetak lebih kencang.
__ADS_1
"ge!" teriakan seseorang menghentikan lamunannya, ia menatap kearah pria yang keluar dari rumah megah itu dengan menggendong seorang bayi yang menangis.
"Kamu kemana saja semalam? kenapa meninggalkan baby Gefa?!" kesal Dafa memberikan baby laki - laki yang diberi nama Gefa itu ke gendongan istri nya.
"Maaf. aku lupa, karena aku sibuk memikirkan kak Mey.." Ucap Gea.
"Ya sudah kamu kembalilah ke kamar, berikan Gefa susu dari semalam aku buatkan susu Gefa tidak mau." Ucap Dafa.
"Apa?! kenapa gak bilang sama aku?!" teriak Gea mampu membuat Dafa menutup kedua telinganya.
"Bagaimana aku mau bilang, kamu saja pergi tanpa tahu tujuan. dan aku lupa bahwa kamu menginap dirumah papa mertua." kesal Dafa.
"Kan bisa telpon."
"Eh iya. aku lupa."
"Dasar suami plinpan." umpat Gea.
"Dari pada kita berdebat kayak gini. mending aku ke lokasi pemotretan sebentar dan nanti teman ku akan datang bilang saja suruh menunggu." Ucap Dafa.
"Iya." Jawab Gea singkat menghiraukan Dafa, sibuk menenangkan baby Gefa.
"Ya sudah aku pamit." Ucap Dafa mencium kening sang istri lalu putranya.
Jangan lupa like dan vote juga share ceritanya makasih❤️
__ADS_1