Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 161


__ADS_3

Pesan author; Maaf lama tidak up lagi, dikarenakan paket data internet habis dan juga banyak acara keluarga belakangan ini. hanya itu.



"Heh dia kira dengan cara itu bisa menjebakku?"


"Menikah!"


"Aku tidak sudi menikah dengan wanita licik seperti dia, ingin merebut apa yang dimiliki oleh orang lain." Angga tertawa dengan kencang sehingga keluar air mata, tetapi tatapan mata tajam itu kembali.


Ting...


kembali pesan masuk berbunyi.


"Ikuti saja apa yang dia mau, menikahlah dengannya sebelum semuanya akan berakhir."


Itu isi pesannya.


"Siapa sih sms ngak jelas kayak gini! gak ada kerjaan apa?!" geram Angga, ia meremas kedua tangannya dengan kencang sampai memutih.


Ia tidak ingin melampiaskan ponselnya lagi, yang berakhir ia harus pulang mengambil ponsel baru lagi.

__ADS_1


"Eh tapi tunggu. Bagaimana ia tahu semua masalah ku? dan ini tidak seperti.... dia bukan orang biasa jangan - jangan-----" Angga berpikir keras.


Ia tidak tahu siapa yang selalu memberikan pesan padanya.


Disisi lain, diseberang pulau negara tepatnya Amerika.


(bukan pulau ya? Amerika🤣🤣🤣)


Tuan anggaranaya sibuk menemani klien nya disebuah kafe dekat hotel nya sembari ditemani oleh istri tercinta yang duduk didekat sofa ruang tunggu.


Kafe yang begitu terkenal dan banyak pengunjung yang selalu berdatangan kesana tetapi karena ini kedatangan dari perusahaan besar ternama jadi mereka mengosongkan para pelanggan untuk sementara waktu.


"Kerja sama ini akan berkembang dengan pesat jika kita bekerja sama terlebih lagi kita adalah teman sekolah dulu." Ujar Viktor.


"Hmm... okey deal."


Mereka pun saling berjabat tangan dan menandatangani kontrak kerja sama perusahaan.


"Papa!!!" seru mama Delia tiba - tiba datang.


Kedua orang itu menoleh kearah sumber suara yang memanggil dengan berkacak pinggang.

__ADS_1


"Apa sih ma teriak - teriak kayak dihutan aja?" tanya tuan Anggaranaya.


"Apa maksudmu ini pa? apa? menyuruh putra Kita menikah lagi hah?!" Seru mama Delia.


Ia tahu itu semua karena Angga menelpon nya beberapa detik lalu agar papa nya bisa membantu nya mencari siapa seseorang yang sering memberikan SMS dan juga tadi saat Angga menelpon papanya tidak bisa dihubungi.


Tuan anggaranaya hanya memandang istri nya itu lalu kembali menatap Victor.


"Baiklah kerja sama nya sudah selesai. saya permisi dulu ya, mau menyelesaikan urusan rumah tangga dulu." Ujar Tuan anggaranaya menepuk pundak Victor lalu pergi menarik lengan istri nya.


Dimobil.


"Pa jawab pertanyaan mama!!! apa maksudmu menyuruh anak kita menikah lagi? Meyra sedang mengandung anak Angga! terlebih lagi mereka saling mencintai hanya dijebak saja sering bertengkar! mama tidak setuju Angga menikah lagi! papa mau memisahkan anak dan ayahnya?!" Oceh mama Delia, lalu mengatur nafasnya yang hampir tidak bisa bernafas.


"Sudah. Mama tidak perlu khawatir. papa ngak mungkin buat Meyra dan Angga bercerai." Tuan anggaranaya tersenyum smirk.


"Papa punya rencana jitu, papa hanya tidak ingin Meyra terluka. Jadi itu hanya sekedar drama papa dan mama hanya perlu melihat apa yang akan terjadi nantinya." Ucap tuan anggaranaya membuat mama Delia merasa lega.


••


"Meyra aku akan menyalamatkanmu, dan aku harus melakukan ini. maafkan aku." Angga memandangi bangunan tua yang sudah tidak terpakai itu.

__ADS_1


Tadi lokasi nya sudah dikirimkan oleh Debby.


__ADS_2