Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 183 - Ending


__ADS_3

                             


Angga berlari memeluk Meyra dengan ekspresi wajah begitu bahagia. "Makasih Mey, makasih banyak. akhirnya kamu mau memaafkan ku." Ucap Angga, Meyra yang berusaha mendorong tubuh Angga untuk melepaskan pelukannya.


Sebetulnya Angga tidak ingin bunuh diri dan itu hanya trik nya saja agar Meyra mau memaafkan nya. Mana mungkin dia ingin membunuh dirinya sendiri sebelum dirinya mendapatkan cinta Meyra kembali.


Tetapi lihatlah semuanya berhasil.


"Angga, cepat lepaskan Meyra. Itu Meyra ngak bisa nafas nak." tegur mama Delia yang mengetahui keadaan.


"Eh maaf." Meyra bernafas dengan lega saat Angga melepaskan pelukan nya.


"Tapi ada satu syarat untuk mu."


"Syarat?" Angga mengerutkan keningnya.


Meyra menganggukkan kepalanya, "Syaratnya adalah kamu harus membantu Naura dan Calvin kembali lagi. jika tidak, ya siap - siap saja kamu tidak akan tinggal dirumah ini lagi dan menemuiku lagi." Ujar Meyra.


Angga hanya mengerucutkan bibirnya, "Yah, ngak ada yang lain apa." Ujar Angga.


"Ngak ada. cuma itu, soalnya akhir - akhir ini Naura dan Calvin sering bertengkar dan berakhir dengan berpisah sampai Naura gak mau balik dan akan tinggal disini. Aku jadi kasihan pada nya." Jelas Meyra.


"Oh jadi kamu mengasihi mantan dosenmu itu?!" Kesal Angga.


"Bukan itu, ah salah lagi deh."


"Angga, Mey, mama kedalam dulu. kalian lanjutkanlah bicara kalian terlebih dahulu." Ucap mama Delia berjalan meninggalkan dua insan yang saling berbicara tanpa mengingat bahwa ada sang mama Delia disana.


"Baik ma." Ujar Meyra dan diberikan anggukan kepala dari Angga.

__ADS_1


"Kalau begitu. kamu jangan temui aku lagi, mending sana balik sama mantan istri mu." Ucap Meyra dengan ketus beranjak dari sana.


"Eh eh tunggu dulu." Angga menarik lengan Meyra, menghentikan langkah nya. "apa lagi sih?" Meyra menghempaskan tangan Angga dari tangannya.


"Iya deh aku mau. tapi asalkan kamu juga janji, jangan pernah meninggalkan ku." Angga mengulurkan jari kelingking nya.


Meyra hanya menatap jari kelingking Angga secara bergantian dengan wajah Angga.


"Bukannya kamu yang meninggalkanku?"


"Eh iya ya, tapi kita harus janji tidak akan pernah meninggalkan mulai sekarang."


"Iya aku janji." Meyra menautkan jari kelingking nya Angga, mereka pun saling berpelukan.


"Aku mencintaimu."


"Aku juga sangat sangat mencintaimu, merindukan mu, dan menyayangi mu." Balas Meyra.


"Mey... Mey.." Bisik Angga, ia membelai wajah istri nya dengan lembut takut akan membangunkan sang putri.


"Hm.." Lenguh Meyra, ia merentangkan kedua tangannya tetapi ditahan Angga.


"Hey, kamu bisa membangunkan putri kita." tegur Angga dengan berbisik.


"Eh iya lupa." Meyra menatap putrinya yang tertidur begitu pulas sangat cantik, memiliki bibir Semerah cerry, alis tebal, bulu mata lentik, hidung mancung seperti ayahnya.


"Kamu tahu putri kita mirip sekali seperti mu." Ucap Meyra menyentuh lembut rambut putri nya.


"Siapa dulu yang mencetaknya."

__ADS_1


"Terus aja puji dirimu sendiri," Meyra mencubit hidung suaminya.


"Aduh Mey sakit."


"Angga kita harus janji menjaga baby Margaretha sampai dia menemukan belahan jiwa nya. Jangan biarkan dia akan bernasib sama kita."


"Iya aku akan janji. kita juga akan selalu bersama - sama, kemanapun putri kita berada." Jawab Angga.


mereka pun mencium pipi putri nya Angga sebelah kiri dan Meyra sebelah kanan.


"Kami mencintai mu sayang." Ucap Meyra dan Angga bersamaan.


••


Mall terbesar di Jakarta.


Gea pagi ini sekarang ada disebuah mall, ia sengaja meninggalkan suaminya dan putranya yang tertidur pulas dirumah. Karena ia ingin membeli sesuatu barang, yah seperti nya susah ditemukan.


Ia masuk kedalam sebuah toko elektronik, tetapi saat ia akan menuju pintu keluar masuk toko itu tangannya sudah ditarik oleh seseorang dan membawanya ke tempat sepi.


"Kamu!" pekik Gea dengan terkejut.


"Ustttt..." Jeffrey matanya melirik kanan kiri, takut akan ada seseorang yang melihat nya.


"Kamu sudah tau kan siapa aku. sekarang aku minta sama kamu, janji sama aku. Jangan pernah cerita siapa ayah dari bayi itu, jika tidak ingin suamimu membenci bayimu dan keluarga suamimu akan membencimu juga. anggap saja semua ini tidak pernah terjadi, dan lupakan semuanya." Ujar Jeffrey langsung pergi begitu saja.


Gea hanya mematung, mencerna perkataan Jeffrey.


Jeffrey menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Gea sejenak dari kejauhan.

__ADS_1


"Aku tahu bahwa suamimu sangat mencintai mu, dan aku juga mencintaimu tapi aku tidak mau merusak pertemanan ku dengan suamimu semoga kamu berakhir dengan kebahagiaan setelah ini dan aku akan merasa tenang setelah memberikan jawaban ini." batin Jeffrey kembali berjalan pergi meninggalkan mall itu.


...Tamat...


__ADS_2