
Keesokan...
Meyra hari ini ia memilih untuk libur atau cuti kuliah dan ia kini ia diajak oleh suaminya Angga keluar makan - makan dan pergi ke taman hiburan.
"Ma, kami pamit pergi liburan dulu..." Pamit Angga kepada mama Delia.
"Ya, sayang hati - hati dijalan... oh ya, ingat tolong jaga mantu mama ini yah... jangan sampai ia terluka sedikitpun." Mama Delia menangkupkan kedua tangannya di wajah Meyra dan mencium kening menantunya itu dengan rasa sayang.
"Kayak tuan putri aja dijaga." Kesal Angga dalam hati.
"Ya, ma... itu pasti, aku juga tidak akan membiarkan nya pergi." Ucap Angga yang kini menarik pinggang Meyra dan memeluk nya begitu erat.
Ekhem...
sedari tadi yang terdiam itu kini mendekati mereka dengan menyilangkan kedua tangannya diatas dadanya.
"Kalau kakak mau jalan - jalan sama Meyra kenapa ngak honeymoon aja... honeymoon kan bisa sampai beberapa hari kakak mau..?" Celetuk Gea membuat Meyra dan Angga saling menatap antara satu sama lain mencerna perkataan Gea.
__ADS_1
"ngak, kakak belum sempat takutnya nanti papa butuh Kakak... dikantor,"
"Oh ya lebih baik kamu mending pergi sana ke kampus, nanti telat... malah kamu nanti di hukum sama dosen sendirian lagi." Ucap Angga menakut - nakuti adiknya yang tercinta itu.
Gea menepuk jidatnya dan ia menatap kearah jam tangan nya telah menunjukkan pukul 10.20.
"Astaga aku lupa... ya udah ma aku pamit ke kampus dulu..." Menyalami tangan mamanya.
"Kak,.Mey aku pergi dulu..." Melambaikan tangan nya dengan berlari keluar.
"Ma kalau begitu kita sekarang giliran yang pamit.." Angga menyalami tangan mama Delia dan dilanjutkan Meyra.
"Ya udah, ingat pesan mama jaga Mey..." Mama Delia mengingatkan.
"Iya mama sayang, mama ini takut banget menantunya diculik... dia ngak akan kenapa - kenapa kalau sama aku." Ucap Angga dengan kesal.
"Ya sudah, kami pergi dulu..." Mereka pun pergi dan kini hanya tinggal mama Delia sendirian disana hanya menatap kepergian menantu dan putranya.
__ADS_1
"Rasanya feeling aku ngak enak... semoga saja Angga menjaga Mey dengan baik." gumam mama Delia dalam hati.
Sementara disisi lain, Debby kembali bangkit dari tempat tidurnya. Ia tidak ingin lagi memikirkan masalah kehidupan nya yang sekarang dan tubuhnya sekarang telah berbadan dua. Ia sudah merencanakan sesuatu, ia kembali tersenyum.
"Wihhhh, tumben rapi banget... mau kemana?" tanya Jeffrey. Ia menatap Debby hari ini berpakaian menggunakan dress selutut berwarna kuning dengan sandal teplek.
"Aku mau keluar sebentar. ada sesuatu yang harus aku rencanakan?" ucap Debby ingin beranjak pergi keluar dari apartemen nya.
"Tunggu," Jeffrey menahan lengan Debby. "Apalagi?" tanya Debby.
"Kamu ngak merencanakan sesuatu kan? atau jangan-jangan ini ada hubungannya dengan kandungan mu dan Angga kan?" tanya Jeffrey menyelidiki.
Debby hanya tersenyum dan ia tidak menjawab pertanyaan Jeffrey malah memilih berlalu pergi dari apartemen itu.
"Aku jadi takut Debby akan melakukan sesuatu yang akan merusak rumah tangga orang." Ucap Jeffrey, ia bergegas ke kamar nya menggunakan pakaian nya dan menyusul Debby. Ia takut bahwa temannya itu akan melakukan sesuatu yang tidak baik dan feeling nya begitu kuat bahwa Debby akan merencanakam sesuatu dan ini menyangkut Masalah Angga. Karena Jeffrey masih ingat bahwa Debby akan melakukan sesuatu agar Angga bisa selalu bersamanya.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️
__ADS_1