Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 119


__ADS_3

Setelah lama menunggu dengan nomor antrian duduk paling ujung. Dan untungnya hari ini rumah sakit masih kelihatan sepi tidak terlalu ramai.


"Atas antrian nomor 18???" Suara speaker itu berbunyi.


Dan saat itu juga Gea bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah ruangan yang ditunjukkan.


"Aku tunggu diluar saja jika ada apa - apa panggil aku saja." Ucap Dafa. Ia memilih duduk dibangku besi yang ada didepan ruangan itu.


Gea tidak berkata apa-apa, sebelum itu ia mengatur nafasnya yang sedari tadi terasa berdetak sangat kencang. Entah lah ini pertama kalinya, ia merasa gugup.


Ia pun masuk kedalam ruangan itu ada dokter dan satu suster disana. Ia menyambut hangat pasiennya.


"Ayo silahkan duduk nona." Ucap suster itu membantu Gea membaringkan tubuhnya di brankar yang hampir tidak bisa ia gapai untuk menaikinya karena terlalu tinggi atau mungkin ia terlalu pendek kali ya.


"Apa ada keluhan mual, atau pusing??" tanya dokter itu ia mulai mengecek tekanan darah pasien nya sebelum itu.


"Ada dok, cuma mual - mual sama pusing selain itu tubuh kalau jalan rasanya cepat lelah." Ucap Gea menatap kearah langit - langit yang ada diruangan itu.


Setelah dokter itu memeriksa nya pun ia melakukan langkah selanjutnya.

__ADS_1


Setelah bermenit- menit mengecek, dokter pun menyuruh gea bangun dan duduk dikursi yang ia sediakan dan menyiapkan beberapa resep obat.


"Selamat anda hamil nona,,"


JDERRRRRRRR!


Rasanya seperti disandar petir, kaki nya terasa bergetar. "Hamil??" gumam Gea dalam hati.


"Ini vitamin minumlah yang rutin setelah sarapan, disana sudah tertulis berapa kali diminum." Ucap dokter.


"Dan ini registrasi pembayaran nya silahkan dibayar dikasir," Ucap dokter itu.


Dan itu juga Gea keluar, ia menunjukkan registrasi pembayaran itu pada Dafa yang masih setia duduk dikursi itu.


"Hmm. okey... tapi kamu berhutang ya. Jangan harap aku mau membayarimu percuma." Ucap Dafa berlalu pergi menuju area pembayaran.


Gea terdiam sebentar,, mencoba menjernihkan pikiran nya sejenak. "Aku tidak mungkin akan pulang dalam keadaan berbadan dua. bagaimana jika mama sama papa tanya ?? apa yang harus aku jawab! gak mungkin aku mengatakan sejujurnya." Gumam Gea dalam hati. Seketika air matanya menetes membasahi pipinya, ia menatap kearah langit - langit mencoba untuk tidak menangis.


"Hey kenapa diam disana ayo cepat pulang??Aku sudah selesai membayar nya." Seru Dafa kembali, ia menyeret lengan Gea.

__ADS_1


Disisi lain, Angga dan Meyra baru saja sampai dirumah sakit.


"Ayo cepat," Angga terlebih dahulu keluar dari mobil dan berjalan dengan sangat cepat.


"Hey tunggu aku!" Seru Meyra.


"Ah kamu lelet sekali ayo cepat!" Angga kembali menarik lengan Meyra merekatkan jari - jarinya pada jari Meyra.


"Tunggu dulu, ak---- Gea???" Tatapan Meyra terarah pada seorang wanita yang ditarik oleh pria keluar dengan langkah lebih cepat.


Angga menghentikan langkahnya, "Gea??? dimana Gea?? apa dia ada disini??" tanya Angga pada Meyra yang hanya terdiam sembari tatapan matanya tidak hentinya kearah pria yang sedang menarik seorang wanita dengan cepat.


Angga menyadari hal itu, "Hey Mey kamu mendengar ku tidak!" Angga menguncang tubuh Meyra.


"Eh iya, itu tadi aku lihat Gea bersama pria." Ucap Meyra.


"Ah jangan garang kamu, mana mungkin Gea saja tidak punya teman pria. kamu terlalu berhalusinasi." Ucap Angga.


"Tidak, aku benar - benar yakin itu Gea." Ucap Meyra, ia ingin mengejar Gea.

__ADS_1


"Hey kamu mau kemana jangan coba - coba untuk mengejar nya dia bukan Gea ngerti! lebih baik kita masuk!" Seru Angga.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️


__ADS_2