Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 111


__ADS_3

Setelah kembalinya Meyra kedalam kamar dan kini berhadapan dengan Angga mengadahkan kedua tangannya sembari mengoyangkan tubuh nya. Itu membuat Angga heran dan mengerutkan keningnya.


"Ada apa?"


"sate nya mana?"


"Aishhh, aku lupa. tunggu sebentar," Angga pun berlari keluar kamar menuju garasi mobilnya mengambil sate yang ia belikan tadinya.


Setelah mendapatkan nya Meyra duduk di ranjang tempat tidur nya dengan posisi bersila, memakan sate nya dengan senang hati tanpa nasi.


Angga yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggosokkan handuk kecil pada rambut nya yang basah hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri nya.


"Ngak pake nasi?"


"Males, masih kenyang." Jawab Meyra kembali menikmati satenya memasukkan nya kedalam mulutnya sampai terlihat begitu imut disaat mengunyah.


"ini minum dulu, ngak ada yang mau ngambil juga.." Angga Menyodorkan air botol minuman yang sudah dibuka diatas nakas.


"makasih,"


••


Kampus


Keesokan, Meyra kembali ke kampus. Tetapi hari ini anggalah yang mengantarkan Meyra dan Gea ke kampus tanpa menggunakan sopir pribadi dari mama Delia. Kini mereka sudah berada tepat didepan gerbang kampus.


"ge cepat kamu keluar lah nanti keburu telat." Ucap Angga sembari menoleh kearah Gea yang sibuk dengan ponselnya sedari tadi.


"baiklah." Jawab Gea menuruti perintah Angga.

__ADS_1


Setelah kepergian Gea dari sana, Meyra pun juga ikut akan keluar dan membuka pintu mobil tetapi pintu itu tidak bisa dibuka atau terkunci.


"loh kok ngak bisa dibuka?"


Meyra menatap kearah suaminya yang hanya terdiam dengan tatapan begitu datar, fokus ke arah depan.


"Angga, ini pasti kelakuan mu."


"Ayo cepat buka pintunya, nanti aku telat.." Seru Meyra.


Angga hanya terdiam, ia tidak membalas pertanyaan Meyra sibuk dengan pikirannya.


Meyra yang tidak mendapatkan jawaban begitu kesal dan merasa jengkel. "Angga buka pintunya, ayo." Meyra mengoyangkan lengan Angga.


Angga pun menoleh kearah Meyra dan hanya mengerutkan keningnya. "kamu mau pintunya dibuka?"


"Kalau begitu,," Angga menghentikan kata - katanya. Ia beralih mendekati wajah Meyra berhenti tepat dua centi.


"Cium dulu,," Angga menunjuk kearah bibir nya dengan jari telunjuknya.


"Ci..um?"


"Ya, apalagi ayo. kamu ngak mau kan nanti sampai telat." Angga semakin mendekatkan wajahnya pada Meyra.


"Jika aku tidak menuruti perintah nya maka aku akan tetap terkunci disini, tapi jika aku menuruti nya bagaimana? masa aku yang harus menciumnya." Gerutu Meyra dalam hati.


"Ayo dong, kenapa diam." Angga memecahkan lamunan Meyra.


"ta..pi kamu harus tutup matanya jangan dibuka." Ucap Meyra.

__ADS_1


Angga pun menutup kedua matanya tanpa harus menjawab perintah Meyra.


Meyra pun mengatur nafasnya yang semakin memburu saking gugupnya. Ini pertama kalinya ia mencium seseorang pria terlebih dahulu.


Ia pun mendekatkan bibirnya pada bibir Angga semakin lama semakin mendekat.


Cup!


Terasa hembusan nafas diantara mereka begitu terasa tanpa Meyra sadari Angga mempercepat langkah tangan nya menyentuh kepala bagian belakang Meyra dan menekan nya ke arahnya agar memperdalam ciuman nya.


Meyra memekik saat tahu bibir nya dan bibir Angga semakin dalam. "Hmppphhhh,," Meyra mendorong dada Angga agar menjauh dari nya.


"Hos, hos, hos," Nafas Meyra begitu terasa melemas seakan terasa seperti habis lari maraton. "Kamu buat aku tidak bisa bernafas." kesal Meyra mengatur nafasnya.


"Maaf,," Angga tersenyum penuh kemenangan.


"Ya udah cepet buka pintunya nanti aku telat,," Ucap Meyra.


"Baiklah." Angga pun membuka kunci pintu mobilnya dan Meyra pun keluar dari mobil. Tetapi sebelum ia pergi dari sana, ia memasukkan kepalanya kedalam mobil lewat jendela kaca mobil yang terbuka itu.


"Oh ya boleh kan aku sedikit menggoda dosen - dosen tampan di kampus ku?" Goda Meyra dan saat Angga menatap nya tajam kearah nya, ia segera berlari menjauh dari suaminya sebelum murka.


"Meyra awas kamu jika saja melakukan itu! aku akan membuat mu nanti malam, tidak bisa berdiri!" teriak Angga penuh ancaman.


Tetapi Meyra malah menghentikan langkahnya, berbalik badan menghadap kearah mobil suaminya, yang tidak jauh dari nya.


"Terserah,, blekkk" Meyra menjulurkan lidahnya kearah Angga tanpa rasa takut.


Jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2