Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 61


__ADS_3

Beberapa jam kemudian


Angga mondar mandir di balik pintu luar UGD sembari menunggu dokter yang sedang menangani Meyra didalam.


Sementara gea berusaha menenangkan sang mama Delia yang sedang menangis dan tuan anggaranaya matanya tidak hentinya terpejam menyenderkan kepalanya di tembok ia juga ikut sedih. Ia tidak tahu apa yang telah terjadi pada menantunya?


Ceklek, pintu itu terbuka lebar - lebar membuat Angga dan tuan anggaranaya mendekati dokter yang telah menangani Meyra.


"Bagaimana dok keadaan nya? apa yang telah terjadi padanya?" tanya Angga histeris.


tuan anggaranaya hanya diam ingin mendengar lebih jelas tentang penyebab kenapa menantunya bisa seperti itu?


"Apa benar anda suaminya?" tanya dokter itu menatap kearah Angga.


Angga mengiyakan nya.


"Maaf istri anda keguguran. bayi dalam kandungan anda tidak bisa terselamatkan lagi." Ucap pak dokter.


"Kalau begitu saya permisi." Ucap pak dokter berlalu pergi.

__ADS_1


Angga mendengar itu kaki nya bergetar hebat dan apa yang ingin ia ucapkan serasa tidak bisa. Mendengar itu semua ia tidak tahan ingin menangis.


"Ini... semua salahku." Lirih Angga ia mulai menjatuhkan diri nya disana.


Sedangkan tuan anggaranaya lebih syok mendengar nya "Meyra keguguran? kenapa bisa." Ucap tuan anggaranaya. Ia mengusap wajah nya itu dengan tangannya.


"apa maksudnya ini pa?" tanya mama Delia mendekati suami nya. Ia mendengar percakapan itu.


"Keguguran? maksud nya Mey pernah hamil!" seru mama Delia.


"Iya ma. Mey hamil." ucap tuan anggaranaya kepalanya merasa pusing mendengar semua ini.


Tiba - tiba mama Delia pingsan dan untungnya tidak terjatuh karena dipapah Gea.


Ia mengambil minyak kayu putih ditas selempangnya dan menggosokkan nya pada luar hidung mama Delia.


"Ma bangun, ma." lirih Gea.


Dengan sabar nya Gea berusaha membangunkan mamanya yang tak kunjung bangun. Sebenarnya ia sedari tadi darah nya telah mendidih ingin sekali menampar wajah sang kakak. Ia merasa kakaknya itu penyebab masalah keguguran Meyra.

__ADS_1


••


kini Meyra sudah di pindahkan ke ruang inap tepatnya lantai dua belas. Meyra sudah siuman sejak sedari tadi. Tetapi pikiran nya begitu sangat kacau, ia tidak ingin berbicara sepatah katapun hati dan pikiran nya sedih dan berantakan saat ia mengetahui bahwa dirinya 'Keguguran'.


"Argghhhhhh!" tiba - tiba Meyra berteriak ia memegang kepalanya serasa begitu sangat sakit. Membuat Angga, mama dan yang lainnya yang berjaga jaga diluar masuk kedalam.


"Ada apa?! aku panggilkan dokter ya.! pa cepat panggilkan dokter," Seru Angga. Meyra berteriak semakin kencang.


"tenangkan dirimu Mey," Ucap Gea ia mendekati Meyra dan memeluk kakak iparnya itu. Ia tahu bahwa Meyra merasa kehilangan anak yang dikandung nya.


"Anakku! dimana anakku! aku mau anakku kembali!! kembalikan anakku!!!" teriaknya, ia ingin turun dari brankar tetapi Gea mencengahnya.


"tenangkan dirimu Mey! tenangkanlah," Gea semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku mau anakku kembali!! dia tidak boleh mati!! aku ingin menyelamatkan nya! anakku!!" teriak Meyra. Ia semakin gila didalam pelukan Gea.


Mama Delia yang menyaksikan itu hanya menangis, menangis dan menangis. Hatinya begitu sakit.


Sedangkan Angga berusaha keluar dari sana ia menyodokkan dirinya didinding tembok luar. Ia begitu merasa bersalah.

__ADS_1


"Ini semua salahku! ini salah ku! aku tidak tahu akan seperti ini." teriak Angga, ia memukuli kepalanya berkali - kali dengan kedua tangannya.


Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️


__ADS_2