
"Ya ampun kak wajah mu kenapa bisa babak belur kayak gitu." Ucap Gea yang menghampiri kakaknya. Sedari tadi ia berkeliling direstoran itu mencari sang kakak yang kehilangan jejaknya.
Gea menertawakan kakaknya yang kini raut wajah begitu tidak tampan lagi. "Hahaha, liat wajah kakak.. kenapa jelek begitu?" Ucap Gea dengan mencolek luka wajah kakaknya.
"Ck... dasar punya adek, ngak ada punya perasaan Napa?" Kesal Angga mendapati ejekan dari adeknya tercinta sedikit mengesalkan baginya.
"Oh ya btw ngapain kamu bisa disini? ah ya, jangan bilang kamu menguntit kakak lagi?" Emosi nya mulai bergejolak. Iya tahu kerjaan adeknya selama ini, hanya menguntit dirinya kemanapun ia pergi.
"Kalau iya emang kenapa? terserah aku dong. lagian kaki aku bukan kaki kakak... blekk" Gea menjulurkan lidahnya meledek sang kakak yang kini ia tahu mulai memarahinya.
Iya sedikit menjauh dari kakaknya. "Sini bentar ge." Ucap Angga mengetahui adeknya semakin menjauhkan tubuhnya darinya.
"Ngak mau! dadah kak." Ucap Gea pergi dari kakaknya dengan langkah terbirit-birit. takut mendapatkan amukan dari sang kakak.
"heyyyyy ge kamu mau kemana itu?" seru Angga mengejar adeknya tetapi sudah kehilangan jejak.
Sementara,
Dikediaman anggaranaya
Mama Delia kini sedang sibuk menata makanan, minuman, dan cemilan diruang makan bersama beberapa pelayan nya. Sedangkan tuan anggaranaya sedang berada diruang kerjanya mengerjakan beberapa pekerjaannya sembari menunggu seseorang yang akan datang ke kediaman nya.
__ADS_1
Suara klakson mobil dari halaman luar, itu dia tamu mereka tunggu.
"Ekhem.. nyonya, keluarga tuan anantha telah sampai." Ucap derwin penjaga pintu rumah.
"Baiklah, kau suruh mereka menunggu diruang tamu. dan untuk kau panggilkan tuan katakan bahwa tuan anantha telah sampai." Ucap mama Delia pada pelayan disampingnya.
"Baik nyonya." ucap mereka serentak dan berlalu pergi mengikuti perintah nyonya mereka masing - masing.
••
"loh ini kan rumahnya Tante Delia...?" gumam Meyra dalam hati.
"silahkan tuan sebelah sini.." titah derwin memberikan mereka jalan menuju ruang tamu.
"benar dugaanku, ini rumah Gea." batin Meyra dalam hati. Ia benar yakin sekali bahwa itu rumah temannya yang tak lain Gea.
"Selamat sore tuan anantha, nyonya Nayra bagaimana kabar nya.?" Sapa tuan anggaranaya memeluk sahabatnya yang beberapa hari lalu mereka bertemu.
"Kabar ku baik. ah ya mana putramu?" tanya tuan anantha membalas pelukan sahabat nya.
"O ya dia dikamar. tunggu sebentar,"
__ADS_1
"Darwin tolong kamu panggilkan Angga suruh dia turun ada seseorang inginku kenalkan." titah tuan anggaranaya kepada Darwin yang berada disampingnya.
"Baik tuan,"
"Ayo duduk dulu.. oh ya ini putrimu ya.?" Ucapnya menatap kearah Meyra yang masih berdiam diri karena saking terkejutnya siapa yang ia temui sekarang.
"iya, Mey salam dulu sama om Anggara.." Ucap tuan anantha.
"ha--- llo om, bagaimana kabar nya?" Ucap Meyra terbata - bata dan menyalami tangan tuan anggaranaya yang kini tersenyum kepadanya.
"Oh ya Dimana Delia? istri mu dari tadi tidak ada." ucap mama Nayra mencari keberadaan istri dari teman suaminya.
"Dia sedang didapur, sebentar lagi dia pasti akan kesini." jawab tuan anggaranaya.
Beberapa detik kemudian.
Darwin melangkahkan kakinya berdiri tepat didepan keluarga besar yang sedang duduk melingkar disofa ruang tamu itu.
"Maaf tuan, tuan muda Angga tidak ada dikamarnya." Ucap Darwin menundukkan kepalanya.
"Apa!" seru tuan anggaranaya terlonjak berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Jangan lupa setelah membaca like dan vote makasih ❤️