Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 41


__ADS_3

Seseorang yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka. Kini merasa geram, ia mengepalkan kedua tangannya berlalu pergi menuju kamar nya.


Brakkk..


Ia membanting pintunya dengan begitu keras dan terdengar sangat nyaring. lalu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang nya dengan mengacak - acak rambutnya prustasi.


"Argggghhhhh," teriaknya.


"Dia ternyata mencintai seseorang? ah sial, pernikahan ini harus secepatnya terlaksana." Ucap Angga dengan tatapan mata tajamnya.


Ia merongoh ponselnya dan mencari foto seseorang digaleri, yang tak lain Meyra. Perempuan yang akan menjadi calon istri nya.


"Lihat aja aku akan membuat mu melupakan pria itu siapapun dia! aku akan membuat mu jatuh hati pada ku, sosok pria yang kau cintai itu akan hilang dari hatimu." Ucap Angga sembari menatap foto Meyra dan menyunggingkan senyuman nya.


••

__ADS_1


Sudah hampir tinggal satu hari lagi acara pernikahan Meyra dan Angga akan terlaksana. Dan hari ini Meyra dengan Gea akan pergi keluar untuk jalan - jalan mencari udara segar. Entah selama beberapa hari ini Meyra tidak pernah merasakan udara segar, ia selalu mengurung diri didalam kamar bersama Gea. Hanya sekedar menangis, menangis, dan menangis. Karena hatinya masih sangat pedih menerima kenyataan bahwa ia akan menikah dengan pria pilihan papanya, apalagi ia sedang mencintai sosok pria yang telah ia nanti - nanti yang takkan bisa bersama nya hanya sekedar mimpi belaka.


"Kalian mau kemana rapi banget?" tanya Angga yang tiba - tiba muncul dari bilik kamar nya. Ia juga hari ini terlihat begitu sangat rapi dengan pakaian casualnya menampakkan ketampanan nya tetapi kali ini ia tidak seperti biasanya Dimata Meyra.


"kami mau keluar jalan - jalan." ketus Gea, ia begitu kesal jika setiap kali berhadapan dengan sang kakak.


"Ayo Mey." Menarik lengan Meyra tetapi ditarik kembali oleh Angga tetapi tangan sebelah nya lagi.


"tunggu,"


Meyra menyadari tangannya ditarik dan kini kedua mata mereka saling memandang sejenak.


"Ish tangan kakak jangan menyentuh nya! kotor!" Gea menepis tangan Angga dari tangan Meyra agar menjauh.


"Kenapa memangnya. jugaan sebentar lagi jadi istri ku, ya kan sayang?" tanya Angga dengan menatap mata Meyra. Meyra hanya tersenyum.

__ADS_1


"Mey lebih baik kita pergi ketimbang mengulur waktu hanya untuk mendengar kakakku yang gak jelas." Seru Gea menarik lengan Meyra keluar dari kediaman itu.


Angga hanya menatap punggung Meyra dan Gea yang semakin menjauh dengan tersenyum kecil.


Brukkkkk


Suara pintu mobil begitu dibanting dengan keras membuat Meyra yang sudah duduk didalam mobil begitu terkejut hampir saja jantungnya seakan - akan pecah terbelah menjadi dua.


"ge kamu kenapa sih mukanya ditekuk begitu?" tanya Meyra dengan binggung sedari tadi temannya itu selalu saja kesal.


"Lagi datang bulan ya?" tanya Meyra sekali lagi karena Gea hanya terdiam ditanya.


"Ngak, lagi kesel sama kak Angga." ketus Gea dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.


"Apa kamu tahu Mey setiap kali aku mendengar suara nya rasanya pengen ku cekek lehernya untung kakak, untung sayang harus sabar. entahlah aku tidak tahu penyebab nya." Ucap Gea yang kini ditertawai oleh Meyra.

__ADS_1


"Yang sabar, ini ujian seorang adek." Ucap Meyra mengelus pundak Gea yang kini kesalnya beralih tempat kepada Meyra. Gimana tidak kesal, lagi kesal eh malah ditertawai. Semakin kesal jadinya. (hahaha🤣🤣🤣)


Jangan lupa like dan vote setelah membaca. makasih ❤️


__ADS_2