Pria Itu Ayah Dari Anak Ku

Pria Itu Ayah Dari Anak Ku
Part 171


__ADS_3

Setelah kejadian beberapa menit Angga kembali ke ruang tamu dengan perasaan muram.


"Angga sudah ketemu Mey kan?" tanya mama Delia melihat sang putra berjalan kearah mereka dengan menundukkan kepalanya.


"Angga kenapa diam nak?" tanya tuan anantha.


"Apa sesuatu terjadi?? apa Meyra marah padamu??" tanya tuan Anggaranaya tidak sabaran mendengar jawaban dari Angga yang hanya diam saja.


Angga menatap kedua orang tua nya dan mertuanya secara bergantian. "Pa, ma, lebih baik aku berikan Meyra kejutan saja atas kedatangan ku bagaimana?"


"Baiklah, terserah kamu saja. tapi kamu sudah ketemu Meyra kan tadi ditaman?" tanya mama Delia penasaran.


Angga hanya menganggukkan kepalanya, lalu memaksa untuk tersenyum.


"Baiklah mama percaya. Ya sudah kamu istirahat lah dulu dikamar tamu. pa anter Angga sebentar ke kamar nya." Ucap mama Delia.


"Ayo nak." Ujar tuan anggaranaya.


Mama Delia, tuan anantha dan mama Nayra hanya memandangi kepergian sang putra dan tuan anggaranaya yang mulai menghilang.


"Aku rasa ada yang disembunyikan Angga, tapi apa ya?" batin mama Delia dengan berpikir.


Seketika baby Margaretha menangis begitu kencang, membuat ketiga paruh baya itu menghampiri baby Margaretha yang tertidur disofa.


"Cup..cup... nenek sampai lupa. cucu nenek ada disini." Mama Nayra menggendong cucu nya itu yang kini kembali ketawa.

__ADS_1


"Nayra, tha, kalian tunggu disini sebentar ya. aku ke sana sebentar." Ucap mama Delia yang diberikan anggukan kedua besannya.


Sementara Meyra yang kini berhenti menangis dan memutuskan mengizinkan Alan untuk pergi lagipula ia tidak bisa menahan Alan untuk disampingnya. Apalagi Alan belum menikah, dan pastinya alan butuh pendamping juga.


"O alah jadi ini penyebab Angga sedih." Batin mama Delia memandang menantunya itu sedang bersama alan.


"Mey, Alan." Sapa mama Delia.


Meyra dan Alan memandang kearah sumber suara yang ternyata mama Delia.


"Eh mama,"


"hallo Tante."


Meyra menjauhkan tubuhnya dari Alan, takutnya sang mama nantinya akan merasa salah paham.


"tapi ma..."


"Sudah kembali sebentar saja. mama ingin berbicara sebentar dengan Alan bisa kan?" mama Delia menaikturunkan kedua alisnya, mengisyaratkan jika Alan menyetujui nya atau tidak.


"Bisa dong Tante. apa sih yang gak untuk Tante." alan tertawa kecil. "Mey kamu kembali lah." Ucap Alan, Meyra hanya menganggukkan kepalanya.


"kalau begitu hati - hati dijalan." Ucap Meyra.


Alan menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.

__ADS_1


Disaat Meyra akan menaiki tangga menuju kamarnya, ia tidak langsung menuju ke ruang tamu karena ia tahu pasti nya baby Margaretha tidak akan menangis jika ia sedang di jaga oleh mama Nayra. Pasalnya baby Margaretha tidak pernah menangis jika sedang bersama orang lain kecuali jika ia ingin minum asi.


••


"Angga, kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan nak?" Ujar tuan anggaranaya.


Kini mereka sedang berada dikamar tamu, pintu kamar sedikit terbuka. tetapi tidak memperlihatkan diri mereka dari luar hanya saja suara mereka yang terdengar keluar.


"Tidak pa. Bisa tinggalkan aku sebentar pa, Angga pengen istirahat." Ucap Angga.


"Ya istirahat lah. papa akan keluar sebentar," Ucap tuan anggaranaya.


"Oh ya, jika kamu sudah siap bertemu Mey, kamu bisa panggil papa."


Angga menganggukkan kepalanya.


Sementara di sisi lain, mama Delia mengajak Alan duduk ditaman mereka membicarakan sesuatu disana.


"Alan, Tante berterima kasih kepada mu karena sudah menjaga Meyra setiap harinya, Tante gak tahu bagaimana cara membalas nya."


"tidak apa Tante, aku ikhlas kok Tan.. lagipula, sekarang Angga sudah kembali, sepatutnya aku pergi. berarti tugasku sudah selesai."


"Maafkan Tante nak karena telah menyakiti hatimu.." Mama Delia menundukkan kepalanya.


"Loh maksud Tante?" Alan mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


"Sebenarnya tante tau kamu mencintai Meyra dengan tulus, "


Alan begitu terkejut, dari mana mama Delia tahu bahwa dirinya mencintai Meyra dengan begitu tulus?


__ADS_2