
Dua hari kemudian...
Meyra sudah mendapatkan kabar bahwa Alan sudah kembali ke negara kelahirannya yaitu London.
Dan kali ini dirinya seperti biasa jika sedang bersedih ia akan menuju taman bermain, untuk menenangkan hatinya.
"Ma, aku keluar sebentar. aku titip Metha sebentar saja, bisa kan ma." Meyra memberikan bayi nya ke gendongan mama Nayra.
"tidak apa - apa. ya sudah kamu pergilah, tapi hati - hati dijalan. Disini banyak banget penculikan."
"Iya ma, Mey tahu kok. ya udah Mey pergi dulu." Meyra mencium tangan mama Nayra lalu mencium wajah putrinya.
"Hati - hati dijalan nak, lihat jalan kanan kiri!" teriak mama Nayra melihat kepergian sang putri.
Meyra hanya mengancungkang jempolnya berkata yes. Setelah kepergian Meyra, Angga berjalan kearah mama Nayra.
"Ma, Angga keluar sebentar juga dulu ya. bye ma." Ucap Angga terburu buru.
__ADS_1
"tapi nak, ini...." Mama Nayra hanya mampu mengelengkan kepalanya heran. Baru saja ia ingin mempertemukan baby Margaretha dengan ayahnya.
Ya sudah lah, bisa lain kali.
Meyra sesampainya ditaman bermain, begitu banyak orang - orang sedang bermain dengan anak - anak mereka disana dan mengambil beberapa video kenangan disana, Meyra melihat itu hanya tersenyum.
Ia mendudukkan dirinya dibangku taman, ia menyentuh bangku itu. Seketika bayang - bayang beberapa hari lalu teringat, dimana saat itu ia sedang mengobati luka Alan yang sedang terluka. Air matanya pun menetes begitu saja, mengingat itu.
"Alan, semoga kamu baik - baik saja disana tanpa ada aku."
Meyra menghela nafas nya, ia begitu sedih. Ini kedua kalinya ia kehilangan seorang teman yang begitu baik, dan selalu berada di sampingnya. Pertama disaat ia sedang prustasi Gea sahabat lamanya selalu ada disamping nya dan disaat ia kehilangan Gea, ada alan yang selalu ada disisinya yang mau berbagi keluh kesah dan kini disaat ia kehilangan Alan, tidak ada yang menemaninya. Dirinya mau berkata apa lagi, ia hanya mampu menangis.
"Kuharap tuhan mengirimkan seseorang untuk menjadi teman cerita ku."
Sementara disisi lain, didalam sebuah mobil seseorang melihat gerak gerik Meyra dari kejauhan.
"Kakak kenapa sih aku harus pakai ini pakaian terus pakai kacamata dan topi lagi " Ucap gea Kesal.
__ADS_1
"Sudahlah, sekarang kamu turun lah." Ucap Angga turun dari mobil dan diikuti Gea.
"Ihh kak, aku itu lagi ada urusan dirumah dengan suamiku, kakak malah menyuruh ku ke taman bermain." Gea menggerutu.
"Diamlah, kau sungguh cerewet jadi adek. Pakai kacamata mu dengan benar. Ayo ikut kakak." Angga menarik lengan Gea berjalan kearah kursi taman yang agak jauh dari Meyra.
Ya memang Angga kesini ingin mengikuti istri nya pergi, dan untuk sementara ia terpaksa menyamar agar tidak ketahuan.
••
Tuan Anggaranaya mencoba menelpon beberapa suruhan nya untuk mendengar informasi beberapa hari ini tentang Debby. apa mereka sudah melaksanakan tugas nya atau belum pikirnya.
"Bagaimana? apa wanita itu sudah kalian usir dari negara ini." tanya tuan Anggaranaya dari seberang ponsel.
"Maaf tuan, nona Debby tidak ingin pergi. kami sudah berusaha keras menyuruh nya pergi dan mengancam nya tapi nona Debby tetap tidak mau dengan keras." Ucap anak buah yang ditugaskan untuk membawa Debby pergi dari kota Jakarta.
"Astaga kalian ini bekerja tidak becus sekali, menyelesaikan tugas kalian saja tidak becus." Teriak tuan anggaranaya dibalik ponsel.
__ADS_1