
Mama Sonya saat turun kebawah disana, ia mendapatkan seseorang sedang duduk membelakangi nya dengan setelan jas begitu lengkap. Mama Sonya terheran - heran dan mendekati nya.
"Siapa ya??" tanya mama Sonya.
Ia pun menoleh menghadap mama Sonya,, "Astaga Dafa!" seru mama Sonya dengan kaget.
"Bagaimana ma?? keren kan." Ucap Dafa dengan menaikturunkan kedua alisnya dan menyisir rambut nya kebelakang dengan jari tangannya.
Mama Sonya menatap putranya dari atas sampai bawah dengan senyum - senyum tidak jelas.
"Ya anak mama memang tampan siapa dulu yang ngelahirin mama dong gitu." mama Sonya memuji dirinya sendiri.
"Terus mama bilang mau pertemukan ku dengan cewek seksi dan menggoda mana?? ini sudah lima jam loh." Cibir Dafa yang tidak mendapati wanita yang ia tunggu dibelakang mama Sonya.
"Sebentar lagi dia akan datang." Mama Sonya menatap arah kamar gea tempati dari ruang tamu karena terlihat begitu jelas kamar itu.
"Sayang keluarlah nak, Dafa sudah menunggu dibawah!!!" Teriak mama Sonya dari bawah.
"Ya aunty!!!" teriak Gea dari atas.
__ADS_1
Tanpa sabar Dafa tatapan nya berbinar, ingin cepat - cepat melihat wanita yang dikatakan mama Sonya.
Dan selang beberapa detik seorang wanita dengan gaun berwarna merah memperlihatkan lekukan tubuhnya sangat menggoda tetapi anggun. Ia perlahan berjalan kebawah menuruni tangga dengan sepatu high heels nya.
Tatapan mata Dafa berbinar, sungguh cantik bagaikan bidadari turun dari kahyangan hahaha.
Setelah Gea ada dibawah tepat dihadapan mama Sonya dan Dafa ia begitu gugup hanya menundukkan kepalanya.
"Bagaimana cantik kan??" Tanya mama Sonya pada putranya yang hanya mengangga.
"Cantik banget ma, dan seksi." Dafa tidak menyadari bahwa itu Gea, karena dengan makeup yang terlalu menonjol membuat nya susah menebaknya.
"Boleh saja ma, asal mama sudah menepati janji.." Ucap Dafa.
Dafa pun mendekati Gea dan menekuk sebelah lengan kanannya dan menyuruh Gea untuk bergelayut pada lengannya.
"Harus kayak gini??" gumam Gea dalam hati, tetapi ia tetap mengikuti nya.
"Kalau gitu aku pergi dulu ma." Ucap Dafa.
__ADS_1
"Hati - hati sayang, ingat kenalkan dia pada orang - orang disana bahwa wanita itu adalah calon istri mu." Seru mama Sonya melihat kepergian putra dan calon menantunya.
"Baik ma." Dafa mengacungkan jempol nya.
Setelah kepergian dua insan itu, mama Sonya loncat - loncat tak karuan seperti anak kecil yang dibelikan permen. Ia begitu senang dan bahagia, sampai lupa dengan umurnya semakin tua.
"Akhirnya aku bisa membuat mereka saling dekat dan sekarang tinggal langkah selanjutnya yaitu mencari identitas Gea." Ucap mama Sonya, ia segera mengambil ponselnya yang ada di kursi sofa ia tinggalkan barusan, mencoba menelpon seseorang.
Setelah ia berbicara dengan seseorang, ia segera beranjak ke kamar putra tunggal nya untuk mengusir wanita ****** yang tak lain sepaty. Kenapa mama Sonya mengatakan sepaty wanita ******??? Karena terlihat caranya berpenampilan sangat terbuka dan bawahan nya sangat begitu ketat dan pahanya terekspos begitu sangat jelas, menjijikkan siapapun yang melihatnya!
••
Hari semakin siang dan matahari semakin terik. Angga menghentikan mobilnya tepat didepan kampus Meyra, dengan cepat ia mencari istri nya itu yang entah ia tidak tahu ada dimana sekarang. Yang terpenting ia sudah mencarinya.
"Mey dimana sih kamu??"
"andai jika aku punya kampus ini, sudah ku bakar biar lebih ngampang mencarimu." kesal Angga.
Jangan lupa like dan vote setelah membaca makasih ❤️❤️
__ADS_1