
Rendi di nyatakan Lulus semua tes, dan dia akan mendapatkan ijasah secepatnya dan tentunya surat rekomendasi dari sekolah, agar ia nanti bisa di terima dengan mudah di Universitas manapun.
Rendi yang tidak tahu apa-apa ia hanya bisa menerima semua itu dengan senang hati, dengan begitu ia memiliki waktu tiga bulan sebelum masa pendaftaran Universitas di buka untuk memperbaiki kampung halamannya, agar menjadi kampung yang terhindar dari kemiskinan.
Rendi sudah memiliki plan, ia ingin mengubah kampungnya agar terhindar dari kemiskinan yang sudah mendarah daging semenjak ia kecil dulu.
"Ren, kamu katanya di panggil pak Julianto dan Bu Lina, ada apa lagi memangnya?" tanya Sulis penasaran saat mereka berdua menunggu jemputan masing-masing di depan gerbang sekolah.
"Tidak ada apa-apa, hanya ada sedikit yes untukku, dan aku sudah lulus," jawabnya santai.
Sulis mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?"
Rendi tersenyum. "Aku sudah tidak sekolah lagi, mungkin satu minggu lagi ijazah aku akan keluar."
"Eh ... serius kamu Ren?" cecar gadis itu.
"Ya begitulah, dengan begitu aku bisa fokus dengan bisnisku nanti," jawabnya santai.
Sulis tercengang, belum ada sebelumnya kejadian seperti Rendi, tentu Sulis berpikir kalau Rendi menggunakan uangnya untuk menyingkat masa SMA nya.
"Ren, kamu tidak menggunakan cara curang kan?" tanya Sulis memastikan dengan ekspresi wajah sedih.
__ADS_1
Rendi menatap gadis itu dengan seksama, ia menghela napas. "Aku tahu maksudmu, tapi percayalah ini semua karena aku selama ini pura-pura bodoh, sebenarnya aku sudah tahu semua materi pelajaran yang ada, aku juga sudah lolos tes, kalau kamu tidak percaya tanya saja Wali kelas kamu Pak Mulyono, beliau juga ada di sana."
Sulis tersenyum. "Syukurlah kalau begitu, aku jadi tenang, karena aku tahu kamu bukan orang yang seperti itu."
Rendi hanya tersenyum getir, lagi-lagi ia harus berbohong pada Sulis, tapi itu semua juga demi kebaikannya agar bisa menutupi keberadaan Sistem.
Tidak berselang lama, jemputan mereka datang hampir bersamaan, Sulis tercengang saat melihat mobil Rendi, ia pikir tadi pagi salah lihat, ternyata mobil Rendi benar-benar Fortuner.
"Aku pulang dulu yah, nanti aku mau ke kampung Karbal, kamu gak usah ke kontrakan aku!" Rendi mengacak rambut Sulis dan langsung naik ke mobilnya.
Sulis hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya, entah kenapa ia merasa senang di perlakukan seperti itu oleh Rendi.
Mobil Rendi meninggalkan sekolahnya, Sulis juga bergegas naik ke dalam mobil dan menyuruh sopirnya untuk pulang.
Rendi sudah sampai di kontrakannya, selagi Hendri ada di kamar mandi karena kebelet, ia mengambil Sistem Spin dan menekan benda tersebut.
Sistem Spin berputar seperti biasanya, hingga perlahan melambat dan berhenti.
[ Selamat, Anda mendapatkan PT. Spin Kontruksi, berikut dengan berkas-berkasnya.]
Rendi mengerutkan keningnya. "Perusahaan apa lagi ini?"
__ADS_1
Berkas-berkas perusahaan tersebut muncul di depan Rendi. Tanpa ragu Rendi langsung mencaritahu perusahaan apa yang ia telah dapatkan itu.
Betapa terkejutnya Rendi saat mendapat salah satu perusahaan Konstruksi terbesar di Indonesia.
"Astaga, ternyata Sistem benar-benar mendengar permintaanku," gumamnya lirih.
Rendi menyeringai, dengan adanya perusahaan tersebut, ia sangat yakin akan mudah membangun kampung halamannya, tentu saja ia juga akan memberikan pelajaran pada pejabat-pejabat desa yang selama ini telah berbuat curang.
"Bos, kamu kenapa?" tanya Hendri saat melihat Rendi menyeringai sendiri.
"Eh! Bikin kaget saja kamu, Hen!" Rendi mengusap-usap dadanya.
"Ya maaf bos, sekarang kita mau kemana lagi bos?" tanya Hendri penasaran.
"Aku mau cari makan dulu, setelah itu kita pergi ke kampung Karbal, ada sesuatu yang harus aku urus!" perintah Rendi tegas.
Hendri mengangguk mengerti, ia mulai terbiasa tinggal bersama Rendi, sehingga sikapnya sudah tidak kaku lagi, apa lagi Rendi sangat Friendly membuat Hendri semakin nyaman kerja dengannya.
Rendi menaruh berkas-berkas di lemari, saat ia keluar, Nino dan Ajis datang ke kontrakannya dengan membawa Ayahnya masing-masing.
"Bos, ini orang tua kami," Nino memperkenalkan orang tuanya dan orang tua Ajis.
__ADS_1
Terlihat dua pria paruh baya itu membungkuk hormat sama Rendi sambil tersenyum, Rendi juga melakukan hal yang sama untuk balik menghormati mereka yang lebih tua.