Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Nilai Rendi Semakin Tinggi Di Mata Novi


__ADS_3

Novi tentu saja terkejut, ia menatap Ibunya dan Lidia hanya tersenyum simpul ke arah anaknya itu, karena menurutnya ekspresi Novi sudah sangat wajar.


"Sudah jangan bengong, ayo bantu Ibu." tegur Lidia lembut.


"Bu, ini asli?" tanya Novi memastikan.


"Kamu lihat sendiri bukan? Ayahmu yang pertama tahu itu, awalnya ia mau marah ke Rendi karena dia kamu keluyuran di kontrakan Cowo terus kata pamanmu, tapi setelah Ayahmu mengingat pemilik perusahaan itu, dia mencaritahu tentang Rendi dan hasilnya hampir mirip, karena itulah Ayahmu memanggil Rendi kemari." jawab Lidia masih dengan menyiapkan makanan.


"Jadi bukan karena kami sudah ci ...." Novi langsung menutup mulutnya.


Lidia mengerutkan keningnya, ia menjewer telinga anaknya itu, "sudah berani nakal kamu ini yah?"


"A-du-duh ... kami hanya melakukannya satu kali saja Bu, kami juga tidak sampai ke lewat batas kok." jawab Novi sambil memegangi telinganya.


Lidia melepaskan telinga anaknya, ia menghela napas, "walaupun Ayahmu menyetujui hubungan kalian nantinya, tapi jagalah martabat kamu sebagai wanita, ingat Nov, Rendi seorang Milyarder, ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau, jangan terlalu terpaku dengannya."


Novi mengangguk mengerti, walaupun ia senang karena hubungannya dengan Rendi bisa berjalan normal, tapi perkataan Ibunya memang benar, Rendi seorang Milyarder, dengan uangnya ia bisa mendapatkan apapun yang ia mau.

__ADS_1


Gadis itu hanya bisa berharap, mudah-mudahan saja Rendi tetap seperti Rendi yang ia kenal selamanya.


...***...


Novi dan Lidia membawa Kalkun panggang, begitu juga dengan makanan pendamping lainnya, mereka juga memanggil dua pembantu rumah tangganya untuk ikut berpesta, mengingat makanan yang mereka buat cukup banyak.


"Nov, ini ada acara apa?" bisik Rendi pada Novi.


Novi tersenyum, "penyambutan kamulah, apa lagi?"


"Penyambutan, aku?" Rendi menunjuk dirinya sendiri.


Rendi tentu saja bingung, di awal kedatangannya, Novi mengatakan kalau Ayahnya bisa saja marah padanya, tapi sekarang ia bilang kalau Ayah dan Ibunya menyediakan itu semua untuk menyambutnya.


"Ayo Ren, nikmati makanannya, jangan malu-malu, anggap saja seperti di rumah sendiri." Lidia menegur Rendi yang bingung.


"Benar kata Istri saya, anggap saja rumah sendiri, kamu juga boleh memanggil kami Ayah dan Ibu, seperti Novi memanggil kami." timpal Suroto dengan bangga.

__ADS_1


Rendi hanya mengangguk sambil tersenyum, mereka pun menikmati makanan tersebut bersama-sama.


Novi terlihat sangat senang karena Rendi di terima dengan baik oleh kedua orangtuanya, tapi ia juga sedikit cemas, jika Rendi nanti akan berubah.


Aku harap, kamu akan selalu seperti ini Ren, tetap menjadi Rendi yang baik dan Rendah hati, tidak menjadi orang kaya yang arogan.


Novi menatap Rendi sambil membatin, begitu banyak hal yang ingin ia lakukan dengan Rendi, harapannya kedepan bisa lebih baik lagi hubungannya dengan Rendi.


Setalah acara makan-makan itu selesai dan semuanya sudah di bereskan, Rendi pun menaruh tas berisi emas yang ia bawa Untu di perlihatkan ke Ayah Novi.


"Om, kata Novi Om mengenal seseorang yang bisa membeli ini, apakah Om bisa membantu saya?" Rendi membuka tasnya.


Suroto melihat baik-baik isi tas tersebut, ia tercengang saat melihat Emas batangan yang ada di dalam tas Rendi. Ia pun mengambil satu buah Emas tersebut.


"Astaga Rendi, kamu mendapatkan emas murni seperti ini dari mana?" tanya Suroto yang langsung tahu kalau benda tersebut adalah Emas.


Lidia juga ikut terkejut, ia baru pertama kali melihat emas batangan sebesar itu, ia yakin kalau di jual harganya sangat mahal.

__ADS_1


Wajar jika pasangan suami istri tersebut langsung tahu dengan Emas yang di bawa Rendi, karena keduanya memiliki sebuah perusahaan aksesoris, yang biasanya membuat perhiasan, jam tangan dan yang lainnya, Walaupun tidak seterkenal perusahaan aksesoris lainnya, tapi perusahaan mereka sudah bekerja sama dengan perusahaan aksesoris yang cukup terkenal di Indonesia.


__ADS_2