Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Spin Internasional Industri


__ADS_3

Beberapa menit mereka menunggu, orang-orang yang di tunggu datang ke tempat tersebut.


Orang tersebut pebisnis dari China. Rendi dan Sulaeman berdiri, begitu juga dengan kedua wanita asisten tersebut.


"Selamat datang Tuan, Fang!" Sulaeman mengulurkan tangannya. Ia kemudian memperkenalkan Rendi. "Tuan Fang beliau bos besar kami, Tuan Rendi Murdianto."


"Ah ... senang bertemu dengan anda Tuan Rendi Murdianto, sesuai dengan rumor, ternyata anda masih sangatlah muda, saya Fang Guan." ucapnya seraya mengulurkan tangannya pada Rendi.


Rendi menyambut uluran tangannya. "Anda terlalu memuji Tuan Fang, mari duduk!" ajak Rendi ramah.


Berbeda dengan Fang Guan yang begitu ramah dengan Rendi, bawahannya terlihat terkejut melihat kehadiran Rendi di tempat tersebut.


"Herman, kenapa kamu masih berdiri?" tegur Fang pada bawahannya itu.


"Ma-Maaf tuan," Herman langsung duduk di samping tuannya.


Terlihat Sulaeman yang menyeringai ke arah Herman, sementara Herman tampak sangat kesal melihat seringai Sulaeman.

__ADS_1


Rendi yang melihat hal tersebut, ia mengerutkan keningnya, karena ia pikir ada masalah di antara mereka berdua. Namun, ia menyimpannya terlebih dahulu pertanyaan yang ada di benaknya, saat pulang nanti baru ia akan bertanya pada Sulaeman.


Mereka memesan makanan terlebih dahulu, sebelum membicarakan bisnis yang akan mereka lakukan.


Tampak Fang Guan dan Rendi begitu menikmati acara tersebut. Rendi walaupun masih muda tapi terlihat sangat mudah mencairkan suasana layaknya orang yang sudah berpengalaman.


Kedua Asisten yang melihat itu, mereka berdua tampak sedikit terkejut, karena Rendi benar-benar tidak tertekan dengan sosok Fang Guan yang merupakan pebisnis besar dari negara tirai bambu itu.


Setelah selesai makan, baru mereka berdua langsung membicarakan bisnis yang akan mereka jalankan.


Rendi mengangguk. "Ya, aku sudah tahu itu."


"Terus, kenapa anda mencoba untuk mengambil proyek kami? Bukankah anda sudah tahu resikonya dan saya yakin pemimpin negara ini lebih pro ke kami," ucapnya yang mulai meremehkan Rendi.


Rendi tersenyum. "Jika anda orang luar saja bisa mendapatkan begitu banyak ke untungan di sini, kenapa aku yang asli pribumi di sini tidak bisa mendapatkannya?" Rendi menatap tajam Fang Guan. "Biar aku beritahu satu hal untuk anda, selama ini aku diam saja bukan berarti aku takut, tapi aku menunggu saat yang tepat, dimana aku akan mulai mendorong mundur kalian."


"Hahahaha ... menarik, anak muda sepertimu pandai mengucapkan omong kosong belaka, apa yang bisa kamu lakukan dengan perusahaan kecilmu itu?" ejeknya pada Rendi.

__ADS_1


Herman terlihat sangat senang karena bosnya, ia yakin akan membungkam Rendi dengan kenyataan, tapi bukannya takut, Rendi malah menyenderkan tubuhnya di kursi dengan santai.


Sulaeman terlihat berkeringat dingin, padahal ia kira tidak akan ada pembicaraan yang akan saling memojokkan seperti itu, rencananya ia datang kemari untuk membuat Fang Guan menyerahkan sedikit proyeknya, tapi siapa yang menyangka kalau Rendi malah terkesan menantangnya, orang yang cukup berkuasa itu.


"Spin Internasional Industri, kalian lihat siapa pemilik perusahaan tersebut," ucap Rendi santai.


Fang Guan mengerutkan keningnya, tentu ia tahu perusahaan terbesar di dunia tersebut, tapi sampai sekarang tidak ada yang tahu siapa pemiliknya.


"Jangan bercanda, Perusahan adidaya seperti itu tidak mungkin ada sangkut pautnya dengan bocah sepertimu!" Fang Guan mulai meninggikan suaranya.


"Hahahaha ... ternyata peribahasa seperti katak dalam tempurung itu ada, aku tidak menyangka kalau orang terhormat seperti anda akan ketinggalan berita," ucap Rendi sambil tersenyum sinis.


Reflek semua yang ada di sana mengambil ponselnya dan melihat informasi terbaru siapa pemilik Perusahaan terbesar di dunia itu.


Mata mereka semua langsung membelalak lebar, Sulaeman dan kedua asisten tangannya bergetar, mereka tidak percaya kalau perusahaan terbesar di dunia itu milik bos besarnya dan itu sudah di umumkan satu Minggu yang lalu.


Artinya Rendi mendapatkan perusahaan tersebut saat ia memiliki rencana akan ke Jakarta, dan saat itu Rendi awalnya tidak tahu karena Sistem Spin tidak sengaja tertekan. Ia tahu saat berkas-berkas kepemilikan perusahaan tersebut muncul di hadapannya, tapi ia mencoba untuk tetap tenang, karena semakin hari pemberian Sistem semakin besar saja.

__ADS_1


__ADS_2