Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Jalan Bertiga


__ADS_3

Rendi awalnya emang malas untuk jalan, ia juga masih mengantuk, tapi mengingat hari itu Minggu, jadi ia pikir tidak ada salahnya jalan dengan Novi. Namun, baru saja mereka sampai di luar kontrakan, terlihat Sulis yang sudah ada di depan mereka.


"Sulis, kamu datang kemari?" tanya Rendi bingung, masih dengan menggandeng Novi.


Sulis melihat tangan Rendi yang menggandeng Novi, ia menghirup napas dalam-dalam dan membuangnya.


Semalaman Sulis sudah membulatkan tekadnya, walaupun Rendi sudah dekat sekali dengan Novi, tapi selama janur kuning belum melengkung, ia yakin masih bisa merubah pendirian Rendi.


"Aku mau mengajak kalian jalan, Pak Tomo sudah menunggu di depan gang, Ren." ucap Sulis sambil memaksakan sebuah senyum.


Novi membulatkan matanya malas, padahal ia sudah berencana jalan berdua dengan Rendi, tapi siapa yang menyangka kalau Sulis akan mengganggu rencananya.


Sementara Sulis yakin, kalau Novi pasti sedang bersama Rendi, karena itulah ia menggunakan mobil daripada motor.


"Nov, kamu tidak keberatan kan, kalau kita jalan bertiga?" tanya Sulis sambil tersenyum simpul.


Novi yang tidak mau terlihat egois di depan Rendi, tentu mengiyakan ajakan Sulis, "tentu saja, aku tidak keberatan kok."


Kenapa kamu musti datang sih, Sulis! Padahal aku mau kencan dengan Rendi, hancur sudah rencanaku, karena mu!

__ADS_1


Dalam hati Novi kesal dengan Sulis, tapi di luar ia tersenyum ramah terhadap Sulis.


Kamu pikir, aku akan membiarkan kamu berdua dengan Rendi begitu saja, oh tidak semudah itu!


Sulis juga sama dengan Novi, dalam hati iya menggerutu, tapi di luar ia tersenyum semanis mungkin di hadapan Rendi.


Rendi tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran kedua gadis itu, ia pikir mereka berteman dengan baik.


"Baiklah, karena Novi juga setuju, kita pergi bersama, tapi kita mau kemana?" tanya Rendi bingung.


"Wisata gunung nyapa Karbal saja Ren, kita sudah lama tidak kesana bersama, bukan?" Sulis mengusulkan ide.


"Boleh juga, bagaimana menurutmu, Nov?" tanya Rendi pada Novi.


Rendi tersenyum, "baiklah, kita ke gunung nyapa Karbal, ayo berangkat!"


Rendi, Novi dan Sulis berangkat ke wisata pedesaan di gunung nyapa Karbal, sebelum berangkat, Rendi tidak lupa memasukan motornya dan milik Novi ke dalam kontrakan, untuk jaga-jaga.


Mereka bertiga kemudian langsung ke mobil Sulis dan berangkat ke obyek Wisata yang masih baru itu.

__ADS_1


Hanya butuh waktu dua puluh menit dari kontrakan Rendi, mereka semua sampai di obyek wisata tersebut, mereka langsung turun dari mobil.


"Kok, sepi tempatnya?" tanya Novi sambil menyapu pandangannya ke sebuah gunung kecil dengan pepohonan rindang itu.


"Tempat ini baru di buka kembali, sempat ada konflik dengan warga, tapi setelah semuanya di bicarakan baik-baik, tempat ini akhirnya bisa di buka kembali." jawab Rendi menjelaskan.


"Sebenarnya tempat ini bagus, sayang saja pengelolaannya tidak memadai atau kurang dana, ya jadi tidak bisa berkembang, seperti obyek wisata lainnya." timpal Sulis yang juga tahu dengan tempat itu.


"Ayo kita naik!" ajak Rendi pada kedua gadis itu.


Mereka semua naik ke gunung yang ada di tengah-tengah desa Karbal itu, angin sepoi-sepoi mulai di rasakan ketiganya.


Suasana di sana masihlah sangat Asri, pepohonan yang tumbuh subur di atas gunung, membuat tempat tersebut terasa sejuk.


"Sayang sekali tempat seperti ini tidak di kelola dengan baik, padahal tempatnya sejuk, kita juga bisa melihat pemandangan yang sangat bagus." celetuk Novi sambil duduk di salah satu gasebo yang ada di puncak gunung.


"Kamu benar, tapi mau bagaimana lagi, warga di sini masih percaya dengan tahayul, katanya gunung ini tidak boleh buat keramaian, agar para penunggunya tidak marah." Sulis menghela napas berat.


"Memang masih ada yang percaya gituan? Astaga, ini sudah di jaman modern, walaupun ada kaya gituan, tapi kita juga harus berpikir positif." ucap Novi yakin.

__ADS_1


"Itu kata kamu, beda dengan orang-orang sini yang masih percaya begituan." jawab Rendi yang dari tadi diam.


"Hei... kalian ...." tiba-tiba terdengar suara Geraman yang memanggil mereka bertiga.


__ADS_2