
Rendi bersumpah akan memberikan kematian kepada Danton dengan rasa sakit yang luar biasa. Ia menghirup napas dalam-dalam kemudian membuangnya.
Swuzz
Rendi melesat dengan sangat cepat. Ia juga tidak lupa menggunakan tubuh kamuflasenya, agar tidak membuat para Mafia berbuat nekad membunuh para karyawannya.
Tampak didalam Spin Property, salah satu karyawan sedang diseret keluar lagi. Tentu orang tersebut yang melihat Sulis ditembak, ia sangat ketakutan.
"Tuan, tolong lepaskan saya! Cicilan saya masih banyak, tentu tuan tidak mau membayar cicilan saya, bukan?" ucap Pria itu merayu.
"Hah! Apa urusannya cicilanmu deng...."
Pral
Pral
Pral
Tiba-tiba semua kepala bawahan Danton hancur seketika, membuat semua orang yang ada di sana histeris.
Mereka semua tentu saja sangat ketakutan ketika melihat kepala para Mafia hancur bagikan terkena Shotgun.
Hanya tersisa Danton saja yang masih hidup di sana. Ia langsung ketakutan dan mengeluarkan pistolnya.
"Brengsek! Keluar kau Rendi!" seru Danton yang tahu kalau yang melakukan itu pasti Reni.
Klap
Pletaak
Arghhh
Tangan Danton yang memegang pistol langsung di patahkan Rendi. Sehingga membuat pria itu meraung kesakitan.
Pletaak
Arghhh
__ADS_1
Danton ambruk ke lantai ketika kakinya juga dipatahkan oleh Rendi, ia meraung histeris di sana.
Semua orang tentu saja kebingungan dan takut, mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Danton.
Rendi yang tidak ingin memperlihatkan kekuatannya kepada semua orang, ia menyeret kaki Danton yang patah dan membawanya keluar.
"Arghhh... kakiku! lepaskan aku!" Danton meraung-raung kesakitan. Namun, Rendi tidak menggubrisnya sama sekali.
Ketika sudah keluar dari tempat tersebut, Rendi menggunakan kecepatan supernya menyeret Danton kesana kemari.
Pria itu meraung-raung kesakitan, tubuhnya langsung berlumuran darah akibat gesekan yang ia terima.
Sampai-sampai kaki patahnya terlepas dari tubuhnya. Rendi baru berhenti ketika kaki Danton terlepas dari tubuhnya. Ia membuang kaki tersebut ke sembarang arah dan mendekati Danton sambil menghilangkan kamuflase nya.
Danton menatap Rendi dengan tubuh lemahnya yang berlumuran darah, tampak luka yang disebabkan oleh seretan Rendi mengeluarkan banyak darah.
Komandan Militer yang melihat hal tersebut, tidak berani mendekat dan menyuruh bawahannya agar menyelamatkan para sandera saja.
Rendi menatap tajam Danton. "Bagaimana rasanya disakiti? Semua orang yang telah kamu sakiti beginilah nasibnya, anak buahmu tanpa pandang bulu membunuh mereka yang seharusnya berguna untuk negeri ini! Orang-orang jujur kamu musnahkan demi melindungi para tikus-tikus berdasi itu!"
Krek
Arghh
"Cepat bunuh aku!" seru Danton dengan sisa-sisa tenaganya.
Rendi menyeringai. "Ya aku akan membunuhmu sesegera mungkin, namun dengan cara halus," ucapnya sinis.
Helikopter yang dipesan kelompok Danton datang. Rendi melihat Helikopter tersebut sambil tersenyum jahat.
Pria itu menyeret Danton ke Helikopter yang sudah mendarat.
Danton mencoba berontak, ia tahu apa yang akan di lakukan Rendi kepadanya. "Lepaskan aku, tolong bunuh aku sekarang juga," ucapnya sambil menangis.
Dari tadi Danton memang tidak mengeluarkan air mata sama sekali, karena mungkin dia sudah terbiasa merasakan rasa sakit tembakan. Namun, ketika Rendi tersenyum saat melihat Helikopter, ia merasa sangat ketakutan.
Komandan militer hanya bisa menyaksikan apa yang akan dilakukan Rendi kepada Danton. Begitu juga dengan prajuritnya.
__ADS_1
Rendi mengangkat tubuh Danton terbalik, ia sengaja memotong kaki Danton yang masih utuh dengan baling-baling Helikopter.
Arghhh
Danton berteriak histeris ketika baling-baling Helikopter mulai menghancurkan kakinya. Darah dan daging bertebaran dimana-mana Rendi sampai bermandikan darah Danton.
Rendi menurunkan Danton. "Hahahaha... bagiamana rasanya bajingan!"
Komandan Militer dan prajurit memalingkan wajahnya, mereka tidak sanggup melihat betapa gilanya Rendi menyiksa Danton.
Tampak Danton yang sangat lemah sambil muntah darah, terengah-engah menatap Rendi dengan sayu. Ia sekarang sadar, lawannya itu Iblis berpenampilan manusia.
Setelah tertawa terbahak-bahak Rendi tiba-tiba menangis. "Orang yang mencoba untuk aku lindungi sepenuh hati, tapi kau menembaknya didepan mataku!" raung Rendi sambil menangis dan mencongkel mata Danton dengan jarinya.
Mei Ning dan Malik yang baru sampai, mereka tertegun melihat kebrutalan Rendi yang di luar nalar manusia. Sampai-sampai Mei Ning yang seorang pembunuh bayaran saja menggigil melihat apa yang di lakukan Rendi.
Danton masih sadarkan diri, tapi ia tatapan matanya yang tinggal sebelah sudah kosong. Pria itu sebenarnya hanya tinggal menunggu ajalnya saja. Namun, tuhan sepertinya sengaja memberikan kematian yang menyakitkan untuk Pria itu.
"Kamu tahu? Aku sangat menyayanginya, dialah alasan aku ingin membersihkan negara ini dari tikus-tikus kotor! Tapi kenapa? Kenapa kamu menembaknya!" Air mata Rendi mengalir deras, pria itu memegang tubuh Danton dan melemparkannya ke baling-baling Helikopter.
Prak
Pral
Pral
Tubuh Danton terpotong menjadi beberapa bagian sebelum akhirnya berjatuhan di tanah. Rendi kemudian ambruk di tanah dengan tubuh yang bermandikan darah.
Pemimpin mafia yang selama ini menjadi momok menakutkan buat orang-orang jujur di negara Rendi, kini sudah hanya tinggal nama saja.
Mei Ning bergegas mendekat ke arah Rendi, ia memeluk pria yang di kaguminya itu dengan erat.
Tangis Rendi pecah di pelukan Mei Ning, ia merasa bersalah karena tidak datang tepat waktu menyelamatkan Sulis.
Wanita yang sudah ia pastikan untuk menjadi pendamping hidupnya, wanita yang ia yakini mampu menjadi Ibu yang baik untuk anak-anaknya kelak. Namun, sekarang wanita tersebut sedang terbaring koma. Entah ia bisa diselamatkan atau tidak.
Rendi yang sudah mengalihkan sebagian perusahaannya atas nama Sulis, ia berharap bisa membuat wanita itu yakin dengan dirinya. Namun, ternyata semua yang ia harapkan tak seindah angannya.
__ADS_1
Sulis malah yang menjadi korban, pria itu hanya bisa mengutuk dirinya sendiri jika sampai Sulis tidak terselamatkan.