Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Sulis dalam Bahaya


__ADS_3

Danton dan semua mafia yang ada di dalam bar tersebut seketika terkejut. Mereka langsung panik ketika mendengar kalau Rendi berhasil mengalahkan Rocky dan Sryd yang merupakan pembunuh bayaran nomor satu di dunia.


Rocky dan Sryd sama-sama jebolan dari militer. Karena ada suatu hal yang tidak mereka senangi dengan komandan mereka. keduanya sepakat membunuh komandan tersebut. Hasilnya mereka menjadi buron Negaranya.


Keduanya sampai sekarang belum tertangkap juga, mengingat mereka berdua hanya muncul jika ada misi dengan bayaran yang tinggi. Namun, sosok dua orang yang pernah menghilangkan ratusan nyawa orang-orang penting tersebut, kini sudah tinggal nama saja.


Para Mafia di sana tentu sulit menerima kenyataan kalau mereka berdua tewas. Pasalnya mereka berdua menjadi sosok pelindung bagi para Mafia di seluruh dunia. Jika Rocky dan Sryd saja tewas di tangan Rendi, terus siapa yang bisa mengalahkannya?.


Danton beranjak dari duduknya. Ia bergegas pergi dari sana untuk pergi ke luar negeri secepatnya.


Mafia yang lainnya juga menghubungi seluruh koneksi mereka, agar mengirim bantuan secepat mungkin ke Indonesia.


Sayangnya, Rendi yang sudah selesai membunuh para pemburunya, ia bergegas meretas seluruh data pelabuhan dan Bandara diseluruh Jakarta dan sekitarnya. Pria itu tidak mau kecolongan lagi banyak mafia keluar masuk ke negaranya.


...***...


Komandan Militer kenalan Malik, baru mau bergerak setelah mendengar Rocky dan Sryd tewas, alasan ia tidak mau bergerak terlebih dahulu. Agar para Mafia tidak curiga padanya.


Kini pelindung para Mafia tersebut sudah tewas, walaupun mereka bisa menggunakan senjata. Kemampuan mereka tidak seperti para pembunuh bayaran.


Seluruh Wilayah Jakarta dan Sekitarnya di kepung oleh Militer Indonesia, mereka semua memang sudah di perintahkan untuk menangkap para mafia yang sudah masuk daftar yang dibuat Malik.


Tentu saja hal tersebut membuat para pejabat korup di Indonesia panik, karena pelindung mereka benar-benar diburu.


Para Polisi juga tampak kebingungan, komandan mereka tidak memberikan perintah apa-apa, mereka para polisi yang jujur berinisiatif untuk membantu militer.

__ADS_1


Suasana hari itu di kota Jakarta dan sekitarnya sangat mencekam, orang-orang tidak berani keluar dari rumah ataupun tempat bekerja mereka.


Novi di Apartemennya juga ketakutan, ia mengunci pintu rapat-rapat, agar tidak ada orang yang masuk ke sana.


"Ren, aku takut," gumam Novi sambil memeluk kedua kakinya di ranjang. Wanita itu tampak sangat cemas.


"Nona Novi! Apa anda di dalam!" teriak Hendri yang berinisiatif menjaga wanita bosnya itu.


Novi terkejut ketika mendengar teriakan Hendri, ia bergegas ke arah pintu, dan saat ia mengintip dipintu, benar saja itu Hendri.


Novi langsung membukakan pintu dan menyuruh Hendri masuk kedalam Apartemennya.


"Nona, apa anda sudah mengunci semuanya?" tanya Hendri yang tampak cemas juga.


Novi hanya mengangguk dan kembali ke ranjangnya. Wanita itu tampak sangat ketakutan, membuat Hendri merasa kasihan. Ia memutuskan untuk berjaga didekat pintu, agar wanita bosnya itu sedikit lebih tenang.


...***...


Dor


Arghh


Suara tembakan mafia ke atas membuat karyawan wanita histeris, mereka jongkok sambil menutup telinga. Bahkan Sulis tak luput dari mereka.


"Semuanya diam! Atau kalian semua akan kami bunuh!" hardik salah satu mafia tersebut.

__ADS_1


Para wanita saling mendekat satu sama lain, mereka semua menangis tanpa bersuara karena saking takutnya.


Tiba-tiba dari luar terdengar suara peringatan dari militer. Menyuruh mafia menyerahkan diri. Namun, para Mafia tidak mau tunduk begitu saja. Mereka berniat menjadikan orang-orang yang ada di sana sebagai sandera.


"Menyerahlah, kalian sudah dikepung!" seru Komandan militer menggunakan pengeras suara.


Para militer sudah bersiap untuk menyelamatkan warga sipil juga, tentu mereka tidak ingin bertindak gegabah, mengingat begitu banyak orang didalam Spin Property.


Tampak wajah Sulis pucat pasi. Ia bergumam dalam hati.


Ren, tolong selamatkan aku Ren! Aku sangat takut.


Sulis menangis tanpa bersuara, karena ia tahu jika sampai histeris pasti akan menarik perhatian para mafia, karena itulah ia berusaha sebisa mungkin menahan suaranya.


"Bos, bagaimana ini?" tanya salah satu bawahan Danton.


"Bagiamana apanya? Kalian harusnya yang memikirkan jalan keluar untukku, aku sudah membayar mahal kalian!" raung Danton marah.


Sulis ditarik oleh salah satu bawahan Danton. "Bos kita coba gunakan sandera saja!" usulnya yakin.


Tubuh Sulis bergetar hebat, ia tidak menyangka dari sekian banyak orang, dirinyalah yang dijadikan sandera.


"Diam kau! Kalau tidak kepalamu akan berlubang!" ucap Pria itu ketus kepada Sulis.


Sulis benar-benar ketakutan, tubuhnya sangat lemah, jantungnya berdegup dengan kencang. Ia benar-benar takut, air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya.

__ADS_1


Wanita itu diseret keluar dari tempat tersebut, untuk mencoba mengancam militer, jika berhasil mereka akan menggunakannya untuk melarikan diri.


__ADS_2