Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Kekuatan Penggoda Wanita?


__ADS_3

Salah satu Apartemen mewah yang ada di Singapura, selain yang di tempati Rendi.


Morgan tinggal di sana bersama dengan keluarganya. Rumah Morgan sebenarnya ada di Indonesia, tapi karena pekerjaannya yang harus sedikit menjaga jarak dari negara tersebut, ia terpaksa harus tinggal di Singapura agar namanya tetap eksis.


Begitu banyak orang luar yang datang ke negeri singa itu, entah mereka seorang pebisnis sejati atau para tikus berdasi yang sedang menyembunyikan diri. Namun, karena mereka memiliki koneksi yang memadai karena itulah mereka bisa hidup damai di negeri tersebut.


Rendi dan Mei Ning sudah sampai di parkiran apartemen kediaman Morgan. Pria itu langsung membuka laptopnya dan menghack semua CCTV yang ada di apartemen tersebut.


"Hati-hatilah Mei, aku menunggu kamu di sini," Rendi memperingati wanita tersebut.


"Aku pasti akan membawa kabar baik untukmu," jawabnya dingin sambil keluar dari mobil.


Sementara itu di apartemen Morgan, tampak anak buahnya yang sedang melaporkan kematian anaknya.


Morgan tampak biasa saja, ia tidak terlihat sedih sama sekali, karena baginya itu sudah hal biasa yang akan di lalui seorang mafia sepertinya.


"Jadi dia juga mengincarku menarik." Nampak seringai tipis terlihat di wajah Morgan.


Pria tersebut beranjak dari duduknya, ia menyuruh anak buahnya untuk menemani dirinya menemui orang-orang dunia gelap yang ada di negeri Singa tersebut.


Sebenarnya Morgan adalah target selanjutnya Rendi setelah orang yang menghubungi Mei Ning. Namun, karena ketidak sengajaan bertemu dengan putra Morgan, akhirnya Rendi mengubah rencana, karena ia tidak mau rencananya terbongkar jika semua mafia bergerak bersamaan.


Morgan keluar dari Apartemen dan langsung bergegas ke lift bersama bawahan-nya, kebetulan Mei Ning juga sedang menunggu Lift yang di naiki Morgan.

__ADS_1


Ketika Morgan sampai di bawah, Mei Ning tampak sedang berdiri di depan Lift. Wanita itu sedikit mengulas sebuah senyum. Namun, Pria tersebut tidak menyadarinya sama sekali.


Mei Ning pura-pura terburu-buru sambil menyuntikkan racun yang sudah ia siapkan dengan cepat ke tubuh Morgan, ia juga melakukannya dengan hati-hati hingga pria itu tidak menyadarinya.


"Maaf tuan saya terburu-buru!" ucap Mei Ning yang langsung menekan Lift ke lantai satu.


Morgan hanya tersenyum, tapi kemudian ia menyadari ketika di dalam Lift wanita itu tampak menyeringai.


"Hen...." suara Morgan tercekat karena racun yang di suntikkan Mei Ning cepat sekali bereaksi.


Pria itu ambruk di lantai, tubuhnya mengejang, membuat bawahannya terkejut, karena peristiwa itu sangat cepat.


"Bos, bos, apa yang terjadi?!" teriak bawahannya.


Bawahan Morgan panik, ia langsung menelpon rekan-rekannya, agar datang ke lokasi kejadian.


Mei Ning sudah sampai di lantai satu, ia kemudian mengubah penampilannya seketika saat di dalam Lift dan memasukkan pakaiannya ke dalam tas yang selalu ia bawa. Wanita itu turun dari tangga tanpa ekspresi bersalah sama sekali.


...***...


Mei Ning sudah sampai parkiran, ia masuk ke dalam mobil. Rendi bergegas pergi dari tempat tersebut.


Bersamaan dengan mobil Rendi yang keluar dari parkiran, sekelompok mobil datang termasuk ambulan yang memang di panggil bawahan Morgan.

__ADS_1


"Cepat sekali kamu melakukannya?" tanya Rendi kagum.


"Keberuntungan sedang bersamaku, kami bertemu di Lift," jawabnya santai.


Rendi menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum. Seorang pembunuh bayaran memang memiliki kesigapan dimanapun situasinya.


Kematian Morgan dan anaknya membuat para Mafia yang berada di negara tersebut panik. Mereka semua sekarang benar-benar ketakutan, terlebih pelindung mereka, paman Mei Ning juga menghilang tanpa jejak, sehingga membuat mereka semua benar-benar khawatir.


Bahkan mereka ada yang langsung menggunakan pesawat pribadi untuk pergi dari negeri Singa itu, karena saking cemasnya.


Berbeda dengan mereka, Rendi malah merasa senang, karena sekarang hanya tinggal dua orang lagi targetnya yang ada di negara tersebut.


Setelah kedua orang tersebut berhasil di hilangkan dari dunia, ia berencana untuk terbang kembali ke negaranya.


...***...


Rendi sudah ada di apartemennya, ia sedang duduk sambil memegang laptopnya. Sementara Mei Ning sedang berada di kamar mandi.


"Sistem, gunakan Spin hari ini!" perintah Rendi kepada Sistem.


Layar Hologram muncul, kemudian jarum Spin langsung berputar dengan cepat, sebelum akhirnya berhenti.


[ Selamat, Anda mendapatkan kekuatan penggoda wanita!]

__ADS_1


"Haah!" Rendi tercengang, rahangnya menganga lebar, ketika mendapatkan kekuatan penggoda wanita, ia tidak tahu apa gunanya kekuatan tersebut. Padahal ia sedang memburu para mafia, tapi yang di dapatkan malah kekuatan aneh seperti itu. Padahal Rendi pikir tanpa kekuatan itu pun, semua wanita akan sangat mudah ia taklukan.


__ADS_2