Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Ironi Seorang Istri Milyarder


__ADS_3

Rendi melepaskan tangannya dari Sera, ia merasakan ada sedikit ikatan dengan wanita paruh baya itu. Namun bocah SMA itu menganggap perasaannya itu hanyalah sebuah kebetulan saja.


Makanan yang sudah di pesan Yudi kemudian datang saat ia memanggil pelayan, merekapun menikmati makanan tersebut. Hanya Sera yang terlihat tidak menikmatinya.


Sesekali Sera mencuri pandang pada Rendi, ada perasaan bersalah yang semakin membuncah di hatinya.


Setelah puluhan tahun ia meninggalkan kampung Karbal, kampung yang penuh dengan kenangan pahit.


Sera teringat saat ia meninggalkan anaknya yang masih berusia tiga tahun dengan Ibu mertuanya saat suaminya meninggal. Ia berniat untuk mencari peruntungan di ibukota. Namun, ia terpikat dengan seorang duda yang memiliki anak gadis dan akhirnya menikah dengannya.


Demi kebahagiaannya, Sera menutupi identitasnya kalau ia sudah punya anak, dan mengaku sebagai janda tanpa anak yang di tinggal mati suaminya pada duda tersebut.


Sera akhirnya menikah dengan duda tersebut, yang tidak lain adalah Yudi. Namun, entah karma atau apa, Sera tidak punya anak lagi setelah menikah dengan Yudi.


Sebenarnya ia pernah hamil dua kali, tapi saat usia kandungannya dua bulan, ia selalu keguguran, hingga akhirnya Sera tidak pernah mau hamil lagi.


Pada saat dalam titik jenuhnya, ia teringat dengan anak dan Ibu mertuanya yang sudah ia tinggalkan selama puluhan tahun.

__ADS_1


Sera mau meminta maaf pada mereka dan pulang kampung halamannya


Sayangnya saat ia pertama kali pulang, ia mendengar dari Pak RT kalau Ibu mertuanya sudah meninggal dan Rendi sudah ikut dengan seseorang yang tidak lain adalah Ayah Sulis.


Rumah reot yang dulu di tinggali mereka sudah ambruk, Sera sempat menangis di sana, ia menyesali perbuatannya. Niat hati ia ingin membawa Rendi pada saat itu, tapi ia tidak memiliki keberanian sama sekali, hingga akhirnya ia membiarkan Rendi tinggal dengan Pak Kosim, ia pikir kehidupan Rendi sudah lebih baik, ikut dengan juragan bawang tersebut, tapi nyatanya Rendi masihlah bocah yang tidak memiliki apapun.


Puncaknya saat kemarin ia pulang kembali untuk Ziarah ke makam suami dan Ibu mertuanya, di sana ia berpapasan dengan Rendi. Bukannya senang bertemu dengan anaknya, tapi ia malah ketakutan hingga akhirnya lari.


Mungkin karena ia merasa sangat berdosa, jadi ia tidak berani menegur apa lagi berbicara dengan Rendi, ia hanya bisa meratapi kegagalannya sebagai seorang Ibu.


Alasan Rendi tidak tahu kalau Ibunya masih hidup, karena sang nenek sudah terlanjur marah dengan Sera yang meninggalkannya tanpa kabar sampai wanita sepuh itu meninggal.


Kejadian tersebut mungkin sudah berlalu begitu lama, saksi perjalanan Rendi hanya dirinya sendiri, kesedihan, kesendirian, sengsara dan nestapa sudah ia lalui dari kecil bersama neneknya, hingga kehidupan di jatuhkan ke titik nadir terendah saat neneknya di panggil yang maha kuasa.


Rendi tidak memiliki tempat bersandar lagi, bocah yang waktu itu masih SMP harus menafkahi hidupnya sendiri, walaupun ada tetangga yang kasihan, tapi mereka bukanlah keluarganya, mereka hanya memberi jika ada, kalau tidak ada bocah tersebut mencari nafkahnya sendiri.


Jangankan untuk jajan, untuk makan saja bocah itu tidak ada, terkadang ia hanya makan satu kali sehari, sungguh derita kehidupan yang sangat menguras kesabarannya.

__ADS_1


Rendi kecil tidak pernah menyerah, ia masih yakin dengan kata-kata neneknya kalau Tuhan tidaklah tidur, tuhan akan memberikan cobaan pada umatnya tanpa melibihi batas kesabaran umatnya, walaupun bocah itu juga terkadang menangis pilu di makam Neneknya.


Ingin rasanya ia menemui mereka, ingin rasanya menyudahi hidupnya saat itu juga, ia merasa lelah hidup sebatang kara tanpa orang yang bisa menyemangati-nya.


Jika ada orang yang berani mengolok-oloknya dengan pernyataan, 'kamu masih bocah tahu apa?' mungkin Rendi dengan bangga akan menjawab 'walaupun aku masih bocah, tapi pengalamanku menjalani kehidupan pait, melebihi kalian!'


Tapi semua itu telah berlalu, Rendi kini sudah menjadi sosok yang sangat berwibawa, namanya sudah cukup terkenal di kalangan para pebisnis, walaupun berkat Sistem Spin, tapi mungkin itulah jawaban dari tuhan atas semua doa-doanya selama ini.


***


Sera kembali sadar saat suaminya menegur dirinya, ia langsung memaksakan sebuah senyum ironi di depan suaminya, agar terlihat tetap tegar.


"Kamu sakit Bu?" tanya Yudi khawatir, karena Sera tidak memakan makanan yang ada di depannya.


"Aku tidak apa-apa, hanya saja perutku terasa sedikit sakit saja." jawabnya lembut.


"Mau ke dokter?" tanya Yudi perhatian.

__ADS_1


"Tidak perlu, ayo lanjutkan makannya, tidak enak dengan tuan Murdianto." jawabnya lugas.


Yudi mengangguk, ia meminta maaf pada Rendi, tapi Rendi terlihat biasa saja dan tidak mempermasalahkan hal tersebut.


__ADS_2