Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Bertemu dengan Sang Ibu


__ADS_3

Rendi ke rumah Fina dengan perasaan campur aduk, antara senang dan gugup. Mengingat di hari ulang tahunnya yang ke delapan belas, baru tahu Ibu kandungnya seperti apa.


Saat mobil Rendi datang ke rumah Fina. Security yang baru melihat mobil Rendi tentu saja ia langsung menghadangnya.


"Maaf Mas, cari siapa yah?" karena tahu mobil Rendi mobil mewah, Security bertanya dengan sopan.


"Bilang ke bos kamu, aku Rendi Murdianto, pasti beliau tahu aku," jawab Rendi percaya diri.


"Baik Mas, tolong tunggu sebentar." Security bergegas masuk ke dalam untuk memberitahu bosnya.


Rendi menunggu dengan sabar di mobilnya, ia tahu kalau Security hanya menjalankan tugas, agar tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah bos mereka.


Setelah beberapa saat menunggu, terlihat Security keluar dengan Sera. Rendi yang melihat itu bergegas turun dari mobil.


Sera hanya diam terpaku di dalam gerbang, sementara Security membuka gerbang untuk masuk mobil Rendi.


Bocah yang seharusnya masih duduk di bangku SMA itu berlari ke arah Sera, ia langsung memeluk Ibunya dengan Erat.


Sontak saja Sera terkejut, ketika Rendi langsung memeluknya, padahal ia pikir Rendi akan marah kepadanya, tapi ternyata anaknya itu malah melakukan tindakan di luar prediksinya.


"Kenapa Ibu tidak bilang dari awal? Kenapa Ibu terus menutupi keberadaan Ibu dari aku? Rendi kangen Bu!" terdengar suara Rendi yang serak, akibat menahan tangis.

__ADS_1


Sera tersentak mendengar perkataan Rendi. Anak yang ia sia-siakan malah mengakuinya dengan mudah, tidak ada amarah yang ia terima dari Rendi, pelukan Rendi begitu tulus dan menenangkan hatinya.


Bulir bening mengalir dari pelupuk mata wanita paruh baya itu. Rasa bersalah yang selama ini menjadi beban di hatinya seakan langsung sirna seketika saat anaknya itu memeluk dirinya.


Sera langsung membalas erat pelukan Rendi, ia juga sangat rindu, walaupun pernah meninggalkan anaknya, tapi ia tidak pernah melupakan Rendi sama sekali.


"Maaf sayang, Ibu tidak bisa menjadi orang tua yang baik."


Ibu dan Anak itu menangis bersama di depan gerbang, melepaskan kerinduan yang selama ini terpendam jauh di lubuk hati mereka.


Security yang tidak tahu apa-apa sampai ikut menitihkan air mata, ia bisa merasakan bagaimana keduanya saling melepaskan kerinduan mereka.


Setelah Ibu dan anak itu beberapa saat berpelukan, mereka berdua melepaskan pelukannya masing-masing.


Sera menangkup wajah Rendi. "Kamu sudah besar sayang, Ibu tidak tahu harus berkata apa, Ibu hanya bisa meminta maaf padamu, karena telah mengabaikanmu selama ini."


Rendi menggelengkan kepalanya. "Tidak Bu, Ibu tidak salah, ini sudah takdir yang harus kita jalani, yang penting Rendi bisa bertemu Ibu saja, itu sudah cukup buat Rendi."


Mereka berdua saling menghapus air mata masing-masing. Sera kemudian menyuruh Rendi masuk ke dalam rumah.


Rendi tentu tidak menolak sama sekali, kebetulan di rumah tidak ada siapa-siapa. Fina pergi jalan dengan teman-temannya, sementara Yudi sudah berangkat bekerja.

__ADS_1


"Ayo duduk Nak, Ibu ambilkan minum dulu buat kamu," ucap Sera lembut.


Rendi hanya mengangguk, ia merasa senang dan menunggu dengan patuh Ibunya yang sedang mengambilkan minum untuknya.


Sera sebenarnya bisa menyuruh pelayan mengambilkan minum, tapi ia tidak melakukannya, karena ingin melayani anaknya sendiri untuk pertama kalinya.


Sera datang dengan membawakan Rendi segelas jus dan sebuah kue untuk anaknya itu. Wanita paruh baya itu sebenarnya mau mengantar kue itu nantinya untuk Rendi, tapi karena ia sudah datang, jadi ia membawakannya saja sekalian.


"Selamat ulang tahun, maaf selama ini Ibu tidak pernah ada buat kamu," ucap Sera yang kembali menitihkan air mata sambil menaruh kue tersebut di depan Rendi.


"Bu, jangan meminta maaf terus, sebelum Ibu meminta maaf, Rendi sudah memaafkan Ibu," Seloroh Rendi.


"Nenek kamu sudah mendidik kamu menjadi anak yang baik," ucapnya sambil memotong kue untuk Rendi. "Ayo di makan, ini buatan Ibu, rencananya mau Ibu kirim ke kamu, tapi kamu sudah kesini, jadi makan di sini saja." ucapnya sambil menghapus air mata bahagianya.


Rendi mengangguk, ia memakan kue itu, rasanya mungkin sama saja dengan kue lainnya, tapi karena ada taburan kasih sayang di dalamnya, sehingga ketika berada di mulut Rendi rasanya sangat berbeda. Menurutnya itu kue paling enak, dari kue-kue yang pernah ia makan sebelumnya.


Melihat Rendi memakan kue buatannya dengan lahap, hati Sera sangat hangat. Beban yang selama ini bergelayut di hatinya sudah tidak ada lagi, sekarang berganti menjadi perasaan bahagia yang ada di dalam hatinya.


Mereka berdua ngobrol ngalor ngidul, Rendi juga menceritakan semua kehidupannya pada sang Ibu, ia sangat bersemangat menceritakan semuanya. Namun, Rendi tidak berani menceritakan tentang Sistem, ia hanya menceritakan bagaimana bertemu dengan pria tua dan bisa langsung berbisnis.


Mereka pun ngobrol sampai lupa waktu, hingga sampai Fina pulang rumah, dan ia pun terkejut saat ada Rendi di sana.

__ADS_1


__ADS_2