Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan

Sistem Spin : Kekayaan Dan Kekuatan
Terkejut


__ADS_3

Pacar Sasa tentu terkejut karena Rendi berani mau melawannya, ia memelototi Rendi, berharap Rendi ketakutan.


Tapi bukannya takut, Rendi malah mencengkram lengan pria itu dengan kuat, ia melepaskan tangan pria itu pada tangannya dan memelintirnya ke belakang punggungnya.


"A-du-duh ...." rintih pacar Sasa kesakitan.


Teman-teman pria tersebut terkejut, karena bis mereka sangat mudah di kalahkan Rendi, mereka mau maju menghajar Rendi, tapi mereka langsung berhenti saat Rendi menatap mereka dengan tajam.


"Aku malas berurusan dengan kalian, lebih baik kalian pergi, dari pada aku menyakiti kalian!" ucap Rendi dengan suara dingin.


Rendi menghempaskan pacar Sasa, pria itu masih memegangi tangannya kesakitan, ia menatap tidak percaya Rendi yang memiliki kekuatan seperti itu.


"Bodoh! Hajar dia, apa yang kalian takutkan?!" raung pacar Sasa marah.


Rendi sudah duduk di motornya, tapi teman-teman pacar Sasa menyerangnya secara bersamaan.


Reflek Rendi langsung turun dari motor, ia menghajar mereka semua, hanya satu kali pukulan saja, mereka semua langsung pingsan seketika, walaupun kali ini Rendi menahan pukulannya.


Sasa dan pacarnya tercengang, mereka berdua menelan ludah, tidak percaya melihat lima orang yang mengeroyok Rendi semuanya tumbang.


Rendi menatap tajam Sasa dan pacarnya, "jangan mengganggu orang kalau kalian masihlah lemah!"

__ADS_1


Rendi mendekati Sasa dan pacarnya, mereka berdua berkeringat dingin, dan berjalan mundur kebelakang hingga mentok di dinding parkiran.


Bang


Suara hantaman Rendi yang mengenai tembok, membuat jantung Sasa dan pacarnya mencelos, mereka berdua sempat tidak bernapas beberapa detik, karena saking takutnya.


Kracak ... Kracak ....


Suara air yang mengalir dari balik celana dan rok mereka membasahi lantai terdengar, wajah keduanya pucat pasi, dengan tubuh yang bergetar hebat karena saking takutnya.


Rendi menoleh ke bawah, ia mengerutkan keningnya saat melihat celana Pacar Sasa basah kuyup oleh air seninya. Ia menghela napas dan menarik tangannya yang ia hantaman di dinding, terlihat cetakan tangan Rendi dan retakan dinding tersebut.


Sasa dan pacarnya langsung ambruk di lantai parkiran sebelum akhirnya pasangan tersebut pingsan, karena saking takutnya kepada Rendi.


Rendi membiarkan mereka semua begitu saja, lagi pula ia tidak melukai mereka dan hanya membuatnya pingsan saja.


Semenjak bertemu dengan Dewa Reinkarnasi, entah kenapa insting Rendi dengan ancaman yang mendekat begitu kuat, ia juga sudah mahir mengendalikan tangan besinya.


Rendi pulang ke kontrakannya buru-buru, ia ingin segera memutar Sistem Spin, saat di sekolahan ia selalu di kerubuti banyak orang, jadi tidak ada tempat yang pas untuk memutar Sistem Spin.


Saat di kontrakannya, terlihat tempat tersebut sudah sepi, kemungkinan Harisman dan bawahannya sudah pulang ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


Rendi mengambil kunci yang ada di bawah pintu, ia membuka pintu kontrakannya, bocah SMA tersebut tersenyum lebar saat melihat kontrakannya begitu rapi, ia yakin kalau yang merapikan itu semua Harisman dan bawahannya.


"Punya etika juga ternyata mereka, ucap Rendi yang langsung menarik kasurnya yang di senderkan ke dinding, ia langsung duduk di atasnya.


Tasnya ia taruh di pojokan, ia pun mengambil Sistem Spin. Rendi tersenyum saat melihat Sistem Spin yang bersinar terang, menandakan kalau hari ini, ia belum mengambil hadiahnya.


"Lebih baik aku mulai saja, mudah-mudahan kali ini aku mendapatkan hadiah yang berguna." ucapnya sambil menekan Sistem Spin.


Benda tersebut berputar dengan cepat, kemudian melambat, semakin lama semakin melambat, kemudian berhenti di sebuah gambar rumah kecil.


[ Selamat, Anda mendapatkan Ruko, berikut dengan berkas kepemilikan, Lokasi Ruko ada di sampul berkas Ruko!]


Rendi seketika mengulas senyum, ia langsung tahu apa yang harus ia lakukan dengan ruko tersebut.


"Ini benar-benar yang aku mau, dengan begini aku punya tempat usaha untuk, Samiun dan yang lainnya." ucapnya sambil tersenyum simpul.


Berkas-berkas Ruko tersebut muncul di hadapan Rendi, tentu hal tersebut sudah tidak mengejutkan untuk Rendi. Saat ia sedang membuka berkas tersebut, tanpa Rendi sadari Novi sudah masuk ke dalam kontrakannya.


"Apa itu Ren?" tanya gadis itu, sehingga membuat Rendi terkejut.


"Astaga Novi! Kapan kamu datang?" Rendi mengelus dadanya, bukan hanya terkejut, tapi Rendi takut kalau Novi melihat berkas kepemilikan Ruko tiba-tiba muncul di hadapannya, Jika Novi sampai melihatnya, ia bingung harus menjelaskannya dari mana dulu.

__ADS_1


__ADS_2